Zat Terlarut, Pelarut, dan Larutan

Zat Terlarut, Pelarut, dan Larutan – Larutan adalah campuran homogen dari dua atau lebih zat dan berada dalam fase tunggal. Segala sesuatu dalam larutan tersebar merata dan bercampur oleh karena itu sifat larutan akan sama secara keseluruhan.

Contoh: Larutan gula, air garam.

 

Zat yang sedang terlarut adalah  zat terlarut dan zat yang melarutkan adalah Pelarut.Biasanya zat terlarut mempunyai jumlah yang lebih kecil dibandingkan bahan pelarut. Misalnya, dalam air garam, garam adalah zat terlarut dan air adalah pelarut.

Saling bercampur (Like dissolves Like)

Aturan umum dari solusi adalah, Saling bercampur (Like dissolves Like) Ini berarti larutan polar larut dalam pelarut polar. Contoh: garam dan air. Air adalah pelarut polar

Larutan non-polar akan larut dalam pelarut nonpolar. Contoh: Yodium dan karbon tetraklorida. Tapi yodium terlarut non-polar tidak akan larut dengan baik dalam pelarut polar yang berbentuk seperti air.

Di dalam larutan

  • Ukuran partikel adalah antara 0 hingga 100 nm.
  • Tidak dapat dipisahkan dengan penyaringan.
  • Tidak pernah menetap saat berdiri sendiri.
  • Cahaya akan melewati solusi tanpa berubah.

Mana yang bukan merupakan larutan

Koloid dan suspensi adalah campuran, tetapi bukan larutan. Ukuran partikel dalam koloid adalah antara 100 dan 1000 nm. Meskipun tidak menetap saat berdiri sendiri dan tidak dapat dipisahkan dengan penyaringan, tapi cahaya akan tetap dapat melewatinya, sehingga tidak termasuk dalam larutan. Contoh: krim cukur, kabut, asap.

Ukuran partikel dalam larutan adalah lebih dari 1000 nm. Dapat menetap dan berdiri sendiri dan dapat dipisahkan dengan penyaringan. Konsentrasi yang dimiliki tidak seragam secara keseluruhan dan cahaya akan dapat melewati mereka, maka tidak dapat disebut sebagai larutan. Contoh: air lumpur, cat.

Larutan tidak selalu padatan terlarut dalam cairan. Mereka juga dapat dibentuk oleh kombinasi dari padatan, cairan dan gas. Tabel berikut mengilustrasikan berbagai macam larutan.

Contoh larutan

Gas-Gas           Udara (oxygen – gas; nitrogen – gas)

Gas-Benda cair       karbondioksida dalam soda (karbondioksida – gas; air – cairan)

Gas-Benda padat         hidrogen dalam paladium (hidrogen – gas; paladium – benda padat)

Benda cair-benda cair   Asam asetik  (asam asetik – benda cair; air -benda cair) Dua benda cair yang dapat larut dikatakan larut dalam satu sama lain.

Benda cair-Benda padat     tambalan gigi( merkuri – benda cair; perak – benda padat)

Benda padat-benda cair     larutan gula (gula – benda padat; air – benda cair)

Benda padat-Benda padat       Logam campuran (Kuningan adalah paduan tembaga dan seng. tembaga – benda padat;  seng- benda padat)

 

Kelarutan didefinisikan sebagai jumlah zat terlarut dalam jumlah tertentu dari suatu larutan pada setiap satu tingkatan suhu. Jika kurang dari 0,1 g zat terlarut dilarutkan dalam 100 ml larutan, dikatakan menjadi tidak dapat melarut atau sedikit larut.

Sebuah larutan dikatakan jenuh ketika tidak ada lagi zat terlarut dapat larut pada suatu suhu tertentu. Zat terlarut yang melarutkan memiliki kesetimbangan dengan zat terlarut yang tidak dapat melarutkan. Sebuah larutan dikatakan tak jenuh ketika larutan dapat larut dalam sebuah larutan.

Sebuah larutan yang berisi lebih banyak zat terlarut dari biasanya larutan jenuh pada suhu tertentu dikatakansangat jenuh. Larutan sangat jenuh dapat dibentuk dengan memanaskan larutan jenuh untuk membubarkan zat terlarut sebanyak mungkin. Akan menjadi tidak stabil dan ketika larutan jenuh terganggu, kelebihan zat terlarut mengkristal dan solusi menjadi jenuh

Zat Terlarut, Pelarut, dan Larutan | lookadmin | 4.5