Close Klik 2x

Watak dan Penokohan dalam Penggalan Novel

Advertisement

Watak dan Penokohan dalam Penggalan Novel

  1. Siswa dapat menjelaskan unsur-unsur intrinsik dalam penggalan novel yang dibacakan teman.
  2. Siswa dapat menjelaskan unsur watak dan penokohan dalam penggalan novel yang dibacakan teman.

Suatu kali, Jean-Jacques Rousseau, seorang pemikir asal Perancis, pernah berujar, “Pada umur enam belas tahun, seorang remaja sudah tahu apa itu penderitaan, karena itu sudah mengalaminya. Hanya saja, ia hampir tidak tahu kalau orang-orang lain juga menderita.” Apa sebenarnya yang hendak disampaikan sarjana kenamaan tersebut kepada kita? Ya, memahami karakter orang lain itu ternyata sulit. Lebih dari itu memahami watak dan karakter diri sendiri itu lebih sulit lagi.

Seorang penulis berkhayal tentang seseorang yang memiliki watak sempurna dan ia gambarkan dalam karya fiksinya. Hal tersebut bukan semata-mata menggambarkan tokoh ciptaannya sempurna. Ia begitu agar dapat lebih memahami diri sendiri ketika bercermin kepada watak dan karakter tokoh ciptaannya.

Agar kita dapat meresapi karya sastra, kita dilatih menganalisis. Salah satu analisis yang telah lama dilakukan adalah analisis struktural karya sastra yang dapat dilakukan dengan mengidentifikasi, mengkaji, dan mendeskripsikan hubungan antarunsur intrinsik cerita yang bersangkutan.

WATAK DAN PENOKOHAN

Penokohan adalah salah satu unsur intrinsik yang cukup sering dianalisis. Kata penokohan sendiri, di dalamnya mencakup kata tokoh. Perbedaannya, kata tokoh berkaitan dengan suatu cerita, sedangkan penokohan berkaitan dengan sifat, watak, atau sifat dari pelaku cerita.

Tokoh mengacu pada pertanyaan siapa dan berapa, seperti kalimat tanya “Siapa tokoh utama dalam cerpen itu?” atau kalimat tanya “Berapa jumlah pelaku dalam cerpen itu?” Penokohan lebih dari itu. Penokohan mengacu pada “Bagaimana seorang penulis menggambarkan watak seorang tokoh dalam cerpen itu?”

Agar lebih mudah memahami penokohan, watak-watak tokoh dapat dikenali melalui hal-hal berikut ini.

  1. apa yang diperbuatnya,
  2. ucapan-ucapannya,
  3. penggambaran fisik tokoh,
  4. ucapan tokoh lain,
  5. pikiran-pikirannya, dan
  6. melalui penggambaran langsung dalam cerita.

Beberapa penulis kawakan, mengawali ide cerita dengan teknik memperkuat karakter tokoh yang dibuat. Ide tersebut bisa diciptakan dari sebuah penciptaan tokoh yang unik. Sebagai contoh, seorang kakek yang sudah berusia lebih dari 100 tahun yang kesepian. Dari satu tokoh unik ini dapat menurunkan berbagai macam ide cerita, bergantung khayalan pengarang.

Lajos Egri mengatakan, tokoh ceritalah yang menentukan segala-galanya dalam cerita itu. pengarang tidak perlu pegang kemudi, biarkan saja tokoh ceritanya hidup dan bergerak sendiri menurut wataknya masing-masing. Untuk itu, siswa harus berlatih mengenal manusia dan bersimpati kepada nasib manusia. Dari mana memulainya? Ya dari memahami karakter diri sendiri.

Perhatikan Contoh

Coba kita analisis contoh penggalan novel yang dibacakan dari audio berikut ini!

Pembahasan
Pada penggalan novel yang dibacakan barusan, kita dapat menganalisis unsur tokoh dan penokohannya. Nama tokoh yang dibacakan dalam novel 5cm karya Donny Dhirgantoro tersebut adalah Arial. Arial adalah orang yang secara fisik tampan dan sporty. Arial pembawaannya kalem dan banyak senyum. Cara pemaparan penokohan dalam novel tersebut adalah dengan penjelasan langsung oleh pengarang.

Nah, sekarang kalian sudah bisa kan menganalisis penokohan dalam novel yang dibacakan?

Poin Penting

Tokoh yang.perwatakannya lurus atau tidak berubah dari awal cerita sampai cerita berakhir disebut flat character.

Advertisement
Watak dan Penokohan dalam Penggalan Novel | lookadmin | 4.5