Close Klik 2x

Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup

Advertisement

Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai kerusakan lingkungan hidup di Indonesia dan upaya pelestariannya.

USAHA PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP

Bagaimanakah realitas kerusakan lingkungan hidup di Indonesia? Bagaimanakah upaya-upaya pelestariannya? Mari simak bahasan berikut.

Sebagai negara kepulauan yang beriklim tropis, Indonesia memiliki posisi strategis dalam lingkungan hidup di dunia. Indonesia adalah pemilik hutan hujan tropis terluas ketiga di dunia setelah Brasil dan Kongo, dengan lebih dari 130 juta ha hutan hujan tropis. Dari segi spesies tumbuhan atau flora, Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa. Diperkirakan bahwa di seluruh dunia terdapat sekitar dua juta spesies tumbuhan yang telah dikenali.

Dari jumlah tersebut, 60% di antaranya terdapat di Indonesia. Dari segi fauna, hampir 300.000 jenis spesies fauna ada di Indonesia. Jumlah tersebut adalah 17% dari total jenis fauna di seluruh dunia. Bahkan untuk spesies primata saja, Indonesia memiliki tidak kurang dari 36 spesies.

Kendati demikian, Indonesia memiliki berbagai permasalahan yang mengancam kelestarian lingkungan. Beberapa permasalahan dalam pengelolaan lingkungan di Indonesia, antara lain adalah:
1. Berubahnya fungsi dan tatanan lingkungan,
2. Penurunan daya dukung lingkungan,
3. Penurunan mutu lingkungan,
4. Ketidakpaduan antara pengelolaan sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sumber daya buatan,
5. Kurang optimalnya rencana tata ruang,
6. Perusakan dan pencemaran lingkungan,
7. Rendahnya peran serta masyarakat,
8. Kurang lengkap dan tidak padunya sistem informasi lingkungan,
9. Belum terintegrasinya ekonomi lingkungan dalam perhitungan investasi pembangunan, dan
10. Masih lemahnya penegakan hukum dalam pengelolaan lingkungan.

Selain beberapa masalah pengelolaan lingkungan di atas, masih terdapat sejumlah permasalahan penting lain di Indonesia. Permasalahan-permasalahan penting tersebut adalah sebagai berikut:

1. Pada tahun 2002, tercatat sebanyak 60 daerah aliran sungai (DAS) dalam kondisi kritis dan sangat kritis.

2. Indonesia memiliki sedikitnya 397 spesies tumbuhan yang telah dan terancam punah.

3. Permasalahan deforestasi (penebangan hutan) dan penebangan liar (illegal logging). Laju deforestasi hutan pada periode 2005-2009 mencapai 5,4 juta ha.

4. Indonesia menjadi salah satu negara yang rawan terhadap impor limbah B3.
Agar terjadi kehidupan yang berkelanjutan, kita semua harus mampu menjaga berbagai hal yang berhubungan dengan alam. Hal ini berhubungan dengan pemakaian sumber daya alam dengan lebih bijaksana agar tak membebani alam. Berikut diuraikan lebih lanjut.

a) Rumah
Rumah yang berkelanjutan dibangun menggunakan metode berkelanjutan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membangun rumah menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan memfasilitasi praktik hemat energi. Hal ini dapat dilakukan, misalnya, dengan menggunakan jendela kaca yang besar dan banyak agar mengurangi penggunaan lampu di siang hari.

b) Energi
Energi digunakan seperlunya agar tercapai kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kebutuhan masa depan. Ini berarti sumber energi harus terbarukan dan tidak merusak lingkungan dan manusia. Sumber energi terbarukan yang paling umum digunakan adalah biomassa (biomass), air, panas bumi, angin, dan surya (matahari).

c) Makanan
Industri pangan telah mengancam kelestarian lingkungan. Contohnya, pertanian merupakan industri yang menghabiskan sumber daya alam dan energi dalam jumlah cukup besar. Sistem industri pertanian biasanya membutuhkan irigasi besar, pestisida dan pupuk, serta pengolahan tanah yang intensif dan berlangsung terus-menerus. Akibatnya, muncul ancaman terhadap kelestarian lingkungan hidup, seperti penurunan permukaan air, pencemaran, limbah kimia, erosi tanah, degradasi lahan, dan keprihatinan ekologis lainnya.
Upaya penanggulangan yang dapat dilakukan, antara lain, mengembangkan sistem pertanian organik. Pertanian jenis ini menggunakan teknik, seperti kompos, pupuk alami, dan mengontrol hama secara alami tanpa menggunakan pestisida.

d) Transportasi
Saat ini, terjadi kekhawatiran akan menipisnya ketersediaan minyak bumi, pemanasan iklim akibat emisi karbon, dan melonjaknya harga minyak. Semua ini berhubungan langsung dengan pemakaian minyak bumi guna kegiatan transportasi di seluruh dunia. Untuk mengatasi kekhawatiran tersebut, sebuah revisi sistem transportasi mutlak diperlukan. Transportasi publik yang tepat waktu, aman, dan nyaman harus diupayakan agar masyarakat bersedia beralih dari penggunaan kendaraan pribadi. Selain itu, penyediaan jalur sepeda dan pejalan kaki yang aman dan nyaman serta carpooling (menggunakan mobil bersama-sama sehingga lebih dari satu orang berada di dalam mobil dalam satu rute perjalanan) dapat menjadi solusi alternatif.

e) Air
Manusia tak dapat hidup tanpa air. Pertumbuhan penduduk menyebabkan kebutuhan air bersih semakin meningkat. Namun, ketersediaan air bersih dari hari ke hari semakin berkurang. Oleh karena itu, sudah menjadi keharusan untuk menggunakan air yang tersedia secara lebih efisien. Untuk menjaga kehidupan yang berkelanjutan, kita harus menggunakan air secara berkelanjutan melalui sejumlah cara. Contohnya, menggunakan alat-alat yang hemat air, menampung air hujan, dan lebih peduli dalam penggunaan air sehari-hari.

f) Limbah
Kenaikan populasi dan kebutuhan sumber daya membuat produksi limbah juga meningkat. Contohnya, emisi karbondioksida dan pencemaran bahan berbahaya dan beracun ke dalam tanah dan air. Semua itu menimbulkan dampak yang buruk bagi bumi. Untuk dapat hidup berkelanjutan, kita harus peduli dengan pengolahan limbah.

Hal itu dapat dilakukan dengan cara mengurangi penggunaan barang, menggunakan kembali benda-benda yang masih dapat digunakan, dan melakukan daur ulang. Ketiga kegiatan tersebut dikenal dengan 3R, yaituReduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang).

Reduce dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan kertas dan menggantinya dengan dokumen digital,
Reuse dapat dipraktikkan dengan membawa kantong belanjaan sendiri ketika berbelanja, dan
Recycle dapat dilakukan dengan mengolah sampah organik, misalnya sisa makanan diolah menjadi kompos.

RANGKUMAN

1) Sebagai negara kepulauan yang beriklim tropis, Indonesia memiliki posisi strategis dalam lingkungan hidup di dunia. Kendati demikian, Indonesia memiliki berbagai permasalahan yang mengancam kelestarian lingkungan.
2) Agar terjadi kehidupan yang berkelanjutan, kita semua harus mampu menjaga berbagai hal yang berhubungan dengan alam. Hal ini berhubungan dengan pemakaian sumber daya alam dengan lebih bijaksana agar tak membebani alam.

Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup | lookadmin | 4.5