Close Klik 2x

Upaya Melestarikan Keanekaragaman Hayati

Advertisement

Upaya Melestarikan Keanekaragaman Hayati – Dalam topik ini, kalian akan belajar tentang upaya melestarikan keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia. Dengan mempelajari topik kali ini, diharapkan kalian dapat mengetahui cara menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati tersebut dan dapat menyampaikannya pada orang terdekat. Pada topik sebelumnya, kita sudah mengetahui tentang manfaat keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia. Jika kita menggunakannya secara bijak dan tidak berlebihan, maka keanekaragaman hayati akan senantiasa terjaga dan lestari. Akan tetapi, seringkali banyak pihak yang menggunakan atau mengeksploitasi keanekaragaman hayati secara berlebihan sehingga mengakibatkan kerusakan bahkan mengancam kelestariannya.

Berikut contoh perilaku yang dapat mengakibatkan kerusakan keanekaragaman hayati.
1. Penebangan hutan liar untuk dijadikan ladang tempat bercocok tanam atau penjualan kayu.
2. Perburuan liar hewan terutama hewan yang dilindungi atau hewan langka.
3. Penangkapan ikan menggunakan pukat harimau sehingga ikan kecil ikut terjaring dan mati.
4. Penemuan bibit unggul yang mengakibatkan plasma nutfah terpinggirkan.
5. Penggunaan bom saat menangkap ikan sehingga merusak ekosistem terumbu karang.

        Perilaku di atas jika dilakukan terus menerus akan sangat mengganggu keseimbangan ekosistem sehingga mengakibatkan keanekaragaman makhluk hidup yang tinggal di dalamnya terganggu bahkan punah. Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya baik yang dilakukan oleh pribadi, kelompok, atau pemerintah untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.

Upaya yang dilakukan pemerintah untuk melestarikan keanekaragaman hayati antara lain sebagai berikut.
1. Pelestarian alam secara in situ: melakukan pemeliharaan serta perlindungan terhadap hewan dan tumbuhan di habitat aslinya. Misalnya:
a. pelestarian komodo di Pulau Komodo;
b. pelestarian badak Jawa di Ujung Kulon;
c. pelestarian bunga bangkai di Bengkulu; dan
d. pelestarian orang utan di Tanjung Puting.
2. Pelestarian alam secara ex situ: melakukan pemeliharaan serta perlindungan terhadap hewan dan tumbuhan di luar habitat aslinya. Pelestarian ex situ dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya sebagai berikut.
a. Kebun botani, yaitu kebun yang mengoleksi macam-macam jenis tumbuhan dari berbagai daerah bahkan negara. Contohnya: kebun raya Bogor dan kebun raya bedugal di Bali.
b. Kebun plasma nutfah, yaitu kebun yang mengumpulkan dan mengembangkan plasma nutfah yang unggul. Biasanya dilakukan oleh lembaga penelitian pemerintah maupun swasta.
c. Penangkaran hewan, yaitu tempat mengembangbiakkan dan memelihara satu hewan tertentu. Misalnya penangkaran penyu di Ujung Genteng (Jawa Barat).
3. Pembuatan tempat perlindungan. Misalnya:
a. taman nasional merupakan daerah yang luas sebagai habitat hewan dan tumbuhan yang dilindungi tanpa mengubah ekosistem di dalamnya. Taman nasional biasanya dikelola untuk kepentingan pelestarian, pengembangan, dan penelitian. Contohnya: Taman Nasional Gunung Gede, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, dan Taman Nasional Tanjung Puting.
b. Cagar alam adalah suatu daerah yang memiliki kekhasan tumbuhan atau hewan tertentu yang perlu dilindungi agar perkembangannya berlangsung secara alami. Contohnya: cagar alam gunung papandayan dan cagar alam tangkuban perahu.
c. Suaka margasatwa adalah tempat hidup hewan yang mempunyai kekhasan tersendiri dan bermanfaat untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan kebudayaan atau kebanggaan nasional sehingga perlu dilindungi. Contohnya: muara angke di Jakarta Utara dan Cikepuh di Jawa Barat.

        Upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang telah dijelaskan sebelumnya merupakan upaya yang sifatnya besar dan dilakukan oleh kelompok tertentu atau pemerintah. Upaya pelestarian yang sifatnya kecil dan dapat dilakukan oleh kelompok kecil atau pribadi diantaranya sebagai berikut.
a. Tidak membeli barang yang terbuat dari hewan atau tumbuhan langka, misalnya tas dari kulit hewan langka.
b. Tidak memiliki hewan peliharaan yang langka atau dilindungi negara, misalnya memelihara burung kakatua.
c. Tidak mengambil tumbuhan atau hewan saat berkunjung ke taman nasional atau tempat perlindungan lainnya.

Setelah mengetahui betapa kaya dan berharganya keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia, marilah kita bersama-sama menjaga kelestariannya sesuai dengan kemampuan kita.

Upaya Melestarikan Keanekaragaman Hayati | lookadmin | 4.5