Unsur, Senyawa dan Campuran

Unsur, Senyawa dan Campuran – Pada topik sebelumnya, kalian sudah mempelajari klasifikasi materi berdasarkan wujudnya yaitu padat, cair, dan gas. Pada topik kali ini, kalian akan mempelajari klasifikasi materi berdasarkan penyusunnya yaitu zat tunggal yang terdiri dari unsur dan senyawa serta campuran yang terdiri dari campuran homogen dan heterogen.

Mari ingat kembali klasifikasi materi berdasarkan wujudnya: padat, cair, dan gas.

A. Klasifikasi Materi Berdasarkan Wujudnya: Padat, Cair, dan Gas

Berdasarkan wujudnya, materi dibedakan menjadi zat padat, cair, dan gas. Adapun ciri-ciri dari padat, cair, dan gas yaitu sebagai berikut.

• Zat padat memiliki ciri-ciri: memiliki bentuk dan volume tetap, jarak antarpartikel pada zat padat rapat, dan partikel pada zat padat tidak dapat bergerak secara bebas. Contoh zat padat diantaranya batu dan kayu.

• Zat cair memiliki ciri-ciri: memiliki volume tetap tetapi bentuknya menyesuaikan dengan wadahnya, jarak antarpartikel pada zat cair renggang, dan partikel pada zat cair dapat bergerak tetapi terbatas. Contoh zat cair diantaranya air.

• Zat gas memiliki ciri-ciri: memiliki bentuk dan volume yang tidak tetap, jarak antarpartikel pada zat gas sangat renggang, dan partikel pada zat gas dapat bergerak secara bebas. Contoh zat gas diantaranya gas oksigen.

B. Klasifikasi Materi Berdasarkan Penyusunnya: Unsur, Senyawa, dan Campuran

Berdasarkan jumlah penyusunnya, materi dibedakan menjadi zat tunggal dan campuran. Zat tunggal dibedakan menjadi unsur dan senyawa, sedangkan campuran dibedakan menjadi campuran homogen (larutan) dan campuran heterogen (suspensi). Mari kita pelajari karakteristik dari unsur, senyawa, dan campuran.

1. Unsur
Unsur merupakan zat tunggal yang tidak dapat dibagi lagi menjadi bagian yang lebih sederhana dan akan tetap mempertahankan karakteristiknya. Unsur-unsur yang sudah ditemukan dibedakan menjadi logam dan non logam. Contoh unsur yang bersifat logam diantaranya besi yang disimbolkan dengan Fe (Bahasa Latin: Ferum), tembaga dengan simbol Cu (Cuprum), perak disimbolkan dengan Ag (Argentum), emas disimbolkan dengan Au (Aurum), seng disimbolkan dengan Zn (Zink), dan unsur-unsur lainnya. Sementara itu, unsur yang bersifat nonlogam diantaranya oksigen disimbolkan dengan O, nitrogen disimbolkan dengan N, belerang disimbolkan dengan S (sulfur), dan unsur nonlogam lainnya.

2. Senyawa
Senyawa merupakan penggabungan dari dua unsur atau lebih melalui reaksi kimia. Senyawa ini bisa diuraikan menjadi unsur-unsur penyusunnya melalui proses kimiawi. Contoh dari senyawa diantaranya air dengan rumus kimia H2O terdiri dari hidrogen (H) dan oksigen (O), garam dapur (NaCl) tersusun dari natrium (Na) dan klorinin (Cl), urea (CO(NH2)2) tersusun dari unsur karbon (C), oksigen (O), nitrogen (N), dan hidrogen (H), serta masih banyak senyawa lainnya.

3. Campuran
Campuran merupakan gabungan dari dua atau lebih zat. Campuran terdiri dari campuran homogen dan campuran heterogen. Campuran homogen atau yang dikenal dengan larutan merupakan gabungan zat terlarut dan zat pelarut yang membentuk campuran serba sama (satu fasa) sehingga tidak dapat dibedakan lagi antara zat terlarut dan zat pelarut. Contoh dari campuran homogen (larutan) diantaranya sirop dan larutan gula. Sementara itu, campuran heterogen merupakan gabungan dua atau lebih zat yang membentuk campuran yang masih dapat dibedakan antara zat-zat yang dicampurkannya. Contoh campuran heterogen diantaranya campuran air dan pasir. Pada campuran tersebut masih terlihat perbedaan antara air dan pasir.

Contoh Soal

Berikut ini yang termasuk unsur adalah….
A. CO                 C. H2O
B. Fe                 D. CO2

Kunci Jawaban: B

Pembahasan:
Unsur merupakan zat tunggal yang tidak dapat dibagi lagi menjadi bagian yang lebih sederhana dan dapat mempertahankan karakteristiknya. Fe (Ferum) merupakan unsur dengan nama Indonesia besi.

Unsur, Senyawa dan Campuran | lookadmin | 4.5