Unsur Penokohan dalam Drama

Unsur Penokohan dalam Drama – Siswa mampu mendeskripsikan perilaku manusia melalui dialog naskah drama.

Tujuan
1. Siswa dapat menulis teks drama dengan menggunakan bahasa yang sesuai.
2. Siswa memahami unsur penokohan dalam drama.

Adik-adik, kalian tahu tidak film The Lost Symbol? Itu adalah film yang tokoh utamanya Profesor Langdon, karakternya kuat sekali; pintar dan berani. Mungkin kalian memiliki film favorit? Kalian menyukai karakter tokoh dalam film favorit kalian bukan? Untuk itu, kali ini kita akan mempelajari unsur penokohan dalam drama. Dalam menulis naskah drama, pemilihan karakter yang tajam akan menunjang keterjalinan cerita.

Pada materi sebelumnya, kita mempelajari teknik menulis drama dari tema yang ada sehari-hari di dekat kita. Ternyata, tema cerita pun dapat diperoleh melalui penciptaan karakter tokoh. Misalnya saja, penulis menciptakan karakter siswa yang pantang menyerah mengejar Impiannya, otomatis sang penulis mendapatkan tema cerita mengenai perjuangan mengejar cita-cita. Teknik seperti itu akan dengan sendirinya kita kuasai asal kita mengenal terlebih dahulu hal-hal mendasar mengenai penokohan.
Kita awali pembelajaran unsur penokohan dalam drama dengan mengetahui tokoh drama berdasarkan perannya yang dibagi menjadi tiga, yaitu:

1. Tokoh utama
Tokoh utama setidaknya ditandai oleh empat hal, yakni: (1) menjadi sentral atau pusat perhatian tokoh-tokoh yang lain, (2) paling sering muncul dalam setiap adegan, (3) kejadian-kejadian yang melibatkan tokoh lain selalu dapat dihubungkan dengan peran tokoh utama, dan (4) dialog-dialog yang dilibatkan tokoh-tokoh lain selalu berkaitan dengan peran tokoh utama. Contoh tokoh utama adalah Ikal di drama/film Laskar Pelangi.

2. Tokoh pembantu atau figuran
Tokoh pembantu adalah tokoh yang dilibatkan atau dimunculkan untuk mendukung jalan cerita dan memiliki kaitan dengan tokoh lain. Contohnya adalah Mahar di drama/film Laskar Pelangi.

3. Cameo
Cameo hanyalah tokoh sepintas lalu. Di dalam naskah cerita, pemunculannya minimalis sekali. Akan tetapi dalam film/drama cameo biasanya muncul atau dimunculkan untuk memberi kesan ramai.

Dalam beberapa pertunjukan drama, termasuk ke dalam kategori apa peran yang dimainkan sang tokoh akan mudah dikenali. Hal tersebut terutama dilihat dari keadaan fisik, pakaian, cara berbicara, atau cara berhubungan dengan tokoh lain.

Selanjutnya, bagaimana menggambarkan karakter tokoh dalam naskah drama? Ada trik sederhana mengenai hal itu. Pembelajaran ini kita namai saja sebagai Kartu Karakter. Berikut langkah-langkahnya.

1. Bagi kelas kalian menjadi beberapa grup yang terdiri dari 4-6 orang.
2. Setiap orang dalam kelompok tentukan sebuah profesi yang mudah diingat, contohnya: dokter, petani, atau guru. Tulis profesi tersebut dalam secarik kertas, lalu dilipat.
3. Setiap orang kemudian menuliskan karakter yang mudah diingat, contohnya: pemarah, penakut, atau gemulai.
4. Setiap orang kemudian menuliskan kesukaan aneh yang mudah diingat, contoh: suka menggigit kuku, suka makan eskrim stik, atau suka minum kopi di pagi hari.
5. Setelah ketiga kertas tadi selesai ditulis, kumpulkan di meja guru kalian berdasarkan kategori: profesi, karakter, dan kesukaan.
6. Nah, sekarang pilih seorang dari kelompok untuk mengambil setiap kumpulan kertas satu buah.
7. Misalnya satu perwakilan kalian mendapatkan kartu profesi “Dokter”, mendapatkan kartu karakter “Penakut”, dan mendapatkan kartu kesukaan “menggigit kuku”.
8. Dari permainan tadi kalian mendapatkan seorang tokoh dengan karakter kuat yaitu Dokter yang penakut menghadapi operasi bedah pertama kali sehingga setiap saat dia menggigiti kukunya sendiri.
Demikianlah trik sederhana ini, selamat berlatih dan mencoba.

Poin Penting

Selain penampilan batin berupa karakter, kostum dalam permainan drama adalah alat bantu yang mendukung cerita dan penokohan. Bahkan, kostum menunjukan identitas dari tokoh yang dimainkan.

Unsur Penokohan dalam Drama | lookadmin | 4.5