Close Klik 2x

Unsur Konflik dalam Drama

Advertisement

Unsur Konflik dalam Drama – Siswa mampu mendeskripsikan perilaku manusia melalui dialog naskah drama.

Tujuan
1. Siswa dapat menulis teks drama dengan menggunakan bahasa yang sesuai.
2. Siswa dapat menghidupkan konflik melalui dialog.

Kalian mungkin pernah menonton pertunjukkan yang membuat kalian fokus mengikuti ceritanya lalu terhanyut ke dalam emosi. Di samping itu, kalian pun pernah menyaksikan pertunjukkan yang membuat kalian bosan bahkan sampai tertidur. Apa sebenarnya yang membedakan dari pertunjukan-pertunjukan itu? Salah satu faktornya adalah karena kehadiran konflik yang bagus.

Penulis yang bagus adalah penulis yang bisa membuat karyanya begitu menarik. Menjadi seorang penulis adalah pilihan luar biasa: cerdas, kreatif, interpretatif-dinamis, dan mampu mempengaruhi opini bahkan hidup pembacanya. Karena luar biasanya, tentu tidak begitu banyak orang yang bisa begitu. Nah, begitu pula sebagai penulis naskah drama.

Kebanyakan orang tidak menyukai membaca naskah drama karena bosan. Ya, bosan meneruskan bacaannya karena sajiannya datar alias lempeng saja seperti jalan tol. Bagaimana mungkin mementaskan drama yang sukses, kalau ceritanya saja rumit dan hambar karena konflik yang tergesa-gesa, kosong, atau bahkan acak-acakan.

Konflik dalam Drama

Drama, pada dasarnya, merupakan konflik yang timbul karena adanya keterlibatan tokoh-tokohnya. Konflik dalam drama dibagi menjadi dua;
a. Konflik eksternal, yaitu konflik yang terjadi antara seorang tokoh dengan lingkungan alamnya (konflik fisik) atau dengan lingkungan manusia (konflik sosial), seperti adegan perkelahian.
b. Konflik internal, yaitu konflik yang terjadi dalam diri atau jiwa tokoh (konflik batin), seperti dilanda galau karena dua pilihan pelik.

Salah satu kelemahan kita dalam menulis skenario atau naskah drama adalah tidak adanya suspensi atau bahasa kerennya itu dramatisasi cerita. Kalangan remaja sekarang menyebut istilah seperti di atas sebagai twist; semacam kejutan yang membawa pembaca atau penontonnya menjadi penasaran berkelanjutan sepanjang cerita.

Nah, pada materi kita kali ini, kalian akan mengetahui tips-tips sederhana bagaimana membangun konflik yang mengejutkan itu. Berikut adalah cara-caranya:

  1. Merupakan hal yang paling penting, seperti sudah dibahas dalam materi sebelumnya mengenai menulis drama, adalah menguasai tema. Tema adalah jantungnya cerita, dari awal penulis naskah sudah menghipotesakan akan bagaimana dan ke mana cerita mengalir.
  2. Ciptakan “ketegangan emosi” pada penokohan. Seperti sudah dibahas pada materi sebelumnya, pikirkan contoh konflik yang tidak hanya adegan pukul-pukulan, misalnya tweetwar yang lebih terasa tegangnya.
  3. Dramatisasikan suasana cerita. Misalnya kalau sedang adegan perpisahan, cobalah buat dialog yang berisikan derita perpisahan yang menyayat hati.
  4. Ikut sertakan tokoh sampingan atau figuran untuk memperkuat dramatisasi cerita. Misalnya, ada tokoh anak balita yang harus mengamen sampai tengah malam demi sesuap nasi.
  5. Jiwai setiap tokoh yang kamu ciptakan, baik sedih maupun bahagianya. Seolah-olah kamulah sang tokoh itu.
  6. Jangan pakai dialog yang bertele-tele seperti sinetron. Kombinasikan dialog panjang dan pendek sesuai cerita dan yang penting pilihlah kata-kata yang terasa “dalam”.
  7. Buatlah ending cerita yang tidak terduga.

Nah, demikian rangkaian materi mengenai menulis drama. Paling utama dari pembelajaran kita ini adalah sering-seringlah berlatih menulis dan tentunya menonton drama karya orang lain.

Poin Penting

Konflik berhubungan sekali dengan alur cerita. Semakin menarik lompatan-lompatan alur yang dibangun, maka semakin bervariasilah konflik yang dapat diciptakan.

Unsur Konflik dalam Drama | lookadmin | 4.5