Ulasan tentang Daya

Ulasan tentang Daya – Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang usaha dan energi. Pada topik ini kalian akan belajar tentang hubungan usaha terhadap waktu. Lalu bagaimana hubungan antara usaha dan waktu? Simak ulasan berikut ini.

Seseorang dapat melakukan usaha jika ada gaya bekerja. Gaya akan menyebabkan suatu benda berpindah tempat. Usaha dapat dilakukan secara cepat maupun lambat. Contoh seorang pemanjat tebing amatir akan membutuhkan waktu yang lebih lama daripada pemanjat tebing profesional meskipun keduanya menempuh ketinggian yang sama. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor yang disebut daya. Daya merupakan besarnya usaha setiap satuan waktu atau perbandingan usaha terhadap waktu. Usaha adalah perubahan energi, sehingga daya juga dapat didefinisikan sebagai perubahan energi per satuan waktu. Secara matematis daya dirumuskan sebagai berikut.

P=Wt

Keterangan:
P = daya (W);
W = usaha (J); dan
t = waktu (s).

Istilah daya pertama kali digunakan untuk membandingkan antara kinerja mesin uap dan kemampuan tarikan kuda. Peristiwa ini terjadi ketika James Watt menemukan mesin uap. Saat itu, masyarakat masih menggunakan kuda sebagai tenaga penggerak. Untuk menarik minat masyarakat tentang mesin uap, James Watt melakukan perbandingan daya mesin uapnya dengan daya kuda. Mula-mula Watt menghitung daya kuda dengan cara kuda menarik beban seberat 180 lbs melalui roda yang berdiameter 12 feet. Dengan menggunakan persamaan di atas, diperoleh daya dalam satuan tenaga kuda atau horse power yang disimbolkan dengan HP. Ketika dikonversikan dalam satuan SI, nilainya sama dengan 746 Watt. Sebagian besar mesin masih menggunakan satuan tenaga kuda. Mesin dirancang untuk melakukan kerja pada benda. Kekuatan mesin dilihat dari besar dayanya. Istilah lain untuk tenaga kuda adalah PK (Paard Kracht) yang berasal dari bahasa Belanda artinya juga sama dengan tenaga kuda. Istilah PK sering kita temui pada daya AC (air conditioner). Besaranya daya juga dapat dicari menggunakan persamaan berikut.

P=Wt=Fst

P=Fst=Fv

Keterangan:
P = daya (W);
F = gaya (N); dan
v = kecepatan (m/s).

Contoh Soal

Dea memiliki berat 500 N dan menaiki tangga yang tingginya 3 m dalam waktu 10 s. Berapa daya yang dikeluarkan Dea untuk menaiki tangga ?
Penyelesaian:
Diketahui:
F = 500 N
s = 3 m
t = 10 s
Ditanyakan: P ?
Jawab:

P=Fst

P=500×310=150 Watt

Jadi, daya yang dikeluarkan Dea untuk menaiki tangga adalah 150 Watt.

Ulasan tentang Daya | lookadmin | 4.5