Close Klik 2x

Tema dan Alur dalam Cerpen

Advertisement

Tema dan Alur dalam Cerpen – Siswa memahami tema dan alur dalam cerpen.

Apakah kamu senang membaca cerpen? Cerpen biasanya dapat dibaca di majalah, koran, atau antologi cerpen. Sebagai suatu karya sastra, cerpen pasti memiliki unsur-unsur pembangun. Di antaranya adalah tema dan alur. Pada materi ini, akan dijelaskan mengenai tema dan alur dalam suatu cerpen. Simak baik-baik, ya!

Cerita pendek (cerpen) adalah karangan pendek yang berbentuk prosa. Karakteristik cerpen antara lain: panjangnya tidak lebih dari 10.000 kata, alur tunggal dan lurus, serta konflik yang dialami tokoh lebih sederhana daripada novel dan tidak menimbulkan perubahan nasib tokoh.

Sebagai karya sastra, cerpen terdiri atas unsur-unsur yang membangun keseluruhan cerita di dalamnya. Unsur tersebut lazim disebut unsur intrinsik. Di antara semua unsur intrinsik dalam cerpen, pada pembahasan kali ini akan dijelaskan dua unsur pokok dalam sebuah cerpen, yaitu tema dan alur.

Tema dalam Cerpen

Tema adalah ide pokok dalam sebuah cerpen. Tema merupakan dasar cerita yang dikembangkan menjadi suatu cerita yang lebih lengkap dan utuh. Dengan perkataan lain, tema melatarbelakangi keseluruhan isi cerpen. Tema dalam cerpen biasanya lebih sederhana dari prosa lainnya, seperti novel atau roman.

Untuk menentukan tema dalam sebuah cerpen, perlu dilakukan pembacaan secara cermat terhadap cerpen tersebut. Tema dalam cerpen dapat diungkapkan dalam sebuah kata, frasa, atau kalimat. Misalnya, cerpen bertema persahabatan (kata), persahabatan antara manusia dengan hewan (frasa), atau manusia bersahabat dengan hewan (kalimat).

Alur dalam Cerpen

Selain tema, unsur intrinsik lainnya yang adalah alut. Alur (atau biasa disebut juga plot) adalah rangkaian peristiwa yang saling berkaitan dalam sebuah cerpen. Berdasarkan tahapannya, alur terdiri atas bagian berikut ini.

  • Eksposisi atau pengenalan, yaitu bagian yang menjelaskan tokoh-tokoh, latar, dan pengenalan konflik;
  • Konflik, yaitu ketegangan atau masalah yang dihadapi oleh tokoh-tokoh di dalam cerpen tersebut;
  • Komplikasi, yaitu pengembangan konflik yang dialami tokoh menjadi semakin rumit;
  • Klimaks, yaitu tahapan puncak dari konflik yang dialami oleh tokoh-tokoh di dalam cerpen tersebut;
  • Resolusi atau peleraian, yaitu penyelesaian konflik dan pemecahan masalah yang dialami tokoh-tokoh dalam cerpen
  • Penyelesaian, yaitu berakhirnya konflik.

Berdasarkan susunan waktunya, alur terdiri atas tiga macam, yaitu sebagai berikut.

  1. Alur maju (progresif), yaitu rangkaian cerita yang secara alamiah bergerak maju menuju masa depan,
  2. Alur mundur (flashback), yaitu rangkaian cerita yang kembali ke masa lalu sebelum menceritakan masa depan,
  3. Alur campuran, yaitu alur yang memadukan alur maju dan alur mundur.

Perhatikan Contoh

Sebagai contoh, lihat cuplikan cerpen berikut ini!

Dari cuplikan di atas, kita dapat melihat bahwa tema cerpen tersebut adalah mengenai persahabatan yang sedang renggang. Adapun alur cerpen tersebut adalah alur maju (progresif). Hal tersebut ditandai dengan adanya ungkapan “keesokan harinya” pada paragraf kedua. Secara rinci, tahapan alur pada cuplikan cerpen tersebut baru pada tahap pengenalan tokoh dan konflik. Konflik pada cuplikan cerpen tersebut adalah Rindang yang tidak mau bertemu dengan Dina.

Poin Penting

  1. Cerita pendek (cerpen) adalah karangan pendek yang berbentuk prosa.
  2. Tema adalah ide pokok dalam sebuah cerpen. Menentukan tema dalam cerpen dapat diungkapkan dalam bentuk kata, frasa, atau kalimat.
  3. Alur adalah rangkaian peristiwa yang saling berkaitan dalam cerpen.
  4. Berdasarkan susunan waktunya, alur terdiri atas alur maju (progresif), mundur (flashback), dan campuran.
  5. Tahap-tahap alur adalah eksposisi, konflik, komplikasi, klimaks, resolusi, dan penyelesaian.
Tema dan Alur dalam Cerpen | lookadmin | 4.5