Teknik Wawancara dan Penggunaan EYD dalam Wawancara

Advertisement

Teknik Wawancara dan Penggunaan EYD dalam Wawancara – Siswa mampu menulis hasil wawancara ke dalam beberapa paragraf dengan menggunakan ejaan yang tepat.

Tujuan
Siswa mengetahui teknik berwawancara dan penggunaan EYD dalam wawancara.

Berdasarkan kompetensi dasar, terdapat dua tujuan pokok dalam pembelajaran kali ini. Pertama, kalian akan belajar memahami segala hal terkait wawancara, baik definisi maupun teknik berwawancara. Arah tujuan pertama ini adalah agar nantinya kalian dapat menuliskan hasil wawancara. Kedua, kalian akan belajar mengetahui seluk-beluk penulisan berdasarkan Ejaan yang Disempurnakan (EYD).

Teknik Wawancara

Ada beberapa hal yang perlu kalian lakukan, baik sebelum, sedang, maupun setelah wawancara dilakukan. Berikut adalah penjabarannya.
1. Sebelum wawancara

A. Tentukan topik wawancara. Topik yang dipilih harus memenuhi syarat aktual dan faktual. Topik harus bermanfaat bagi banyak orang atau memiliki hal-hal positif yang dapat memotivasi orang lain.
B. Pastikan bahwa kalian menghubungi orang yang akan diwawancara. Mintalah izin terlebih dahulu apakah bersedia atau tidak.

C. Setelah itu, persiapkan daftar pertanyaan yang sesuai dengan pokok permasalahan yang akan ditanyakan. Daftar pertanyaan yang disusun harus sesuai dengan kaidah 5 W + 1 H agar informasi didapatkan selengkap mungkin. Pertanyaan tidak boleh menyinggung narasumber, tidak terlalu panjang, jelas, dan tersusun.

D. Berikan kesan yang baik, seperti datang tepat waktu. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah jangan lupa untuk memperhatikan penampilan, baik itu pakaian, sikap, maupun gaya bicara, yang dapat menimbulkan simpati.

E. Memilih strategi wawancara yang tepat. Pilihlah di antara wawancara satu arah, wawancara tanpa arah, wawancara semi terarah. Dalam wawancara satu arah, pertanyaan dibuat mengarahkan pada topik. Dalam wawancara tanpa arah, pertanyaan dibuat terbuka. Dalam wawancara semia terarah, pertanyaan yang digunakan bergantian antara pertanyaan terbuka dan tertutup.

2. Saat wawancara
Wawancara memiliki berbagai macam fase perkembangan, yaitu fase pendahuluan, tanya jawab, dan penutup.
A. Fase pendahuluan
Fase pendahuluan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk membangun keakraban antara penanya dan narasumber. Kekraban akan menciptakan suasana yang kondusif dalam mengajukan pertanyaan. Berkenalan, menggunakan kesantunan, melakukan pendekatan adalah bagian dari fase pendahuluan ini.

B. Fase tanya jawab
Fase ini adalah inti wawancara. Di sinilah kalian akan mendapatkan informasi yang diinginkan. Setiap pertanyaan yang diajukan harus terarah dan teratur.

C. Fase penutup
Bagian ini berisi penyimpulan hasil wawancara. Wawancara harus diakhiri dengan ucapan terima kasih.

3. Setelah Wawancara

Setelah mendapatkan segala informasi yang kalian inginkan, hasil wawancara tersebut dapat ditulis kembali dalam bentuk laporan. Bentuk laporan dapat bermacam-macam, seperti artikel, sistematis (dalam bentuk formulir), atau bentuk dialog. Penyajiannya dapat berupa narasi, esai, dialog, atau deskripsi.

Penggunaan EYD dalam Wawancara

Penggunaan EYD yang mencolok dalam wawancara adalah penggunaan kata serapan. Ketelitian dalam menggunakan kata-kata diperlukan. Berikut contoh kata-kata yang sering salah pengucapannya.

Ingat, penggunaan ejaan, kalimat, dan pilihan kosa kata yang baik akan ikut menentukan suksesnya kalian jadi pewawancara.

Poin Penting

Teknik wawancara yang baik meliputi kesatuan teknik saat akan melakukan wawancara, saat berlangsung wawancara, dan setelah wawancara.

Advertisement
Teknik Wawancara dan Penggunaan EYD dalam Wawancara | lookadmin | 4.5