Teknik Pementasan Drama

Teknik Pementasan Drama – Siswa mampu memahami teknik pementasan drama dengan baik.

Apakah kalian pernah menyaksikan pementasan drama? Apa saja hal yang kalian lihat dalam pementasan drama tersebut? Pementasan drama yang mungkin pernah kalian saksikan selama satu sampai dua jam itu ternyata tidak dipersiapkan dengan sederhana. Banyak hal yang perlu disiapkan. Sebuah pementasan dapat dikatakan pantas untuk dipentaskan jika memenuhi beberapa syarat, yaitu adanya teks naskah drama, pentas dengan sarana yang mendukungnya, dan adanya penonton.

Ada para pelaku yang memiliki peran masing-masing dalam pementasan drama, yaitu sebagai berikut.

a. Penulis Naskah

Pementasan drama dimainkan berdasarkan naskah. Penulis naskah dapat menulis ulang naskah orang lain atau kisah-kisah klasik yang telah ada sebelumnya dan menafsirkannya kembali dengan tokoh, sudut pandang, dan setting yang berbeda. Penulis naskah juga perlu memperhatikan pesan yang akan disampaikan terhadap penonton.

b. Sutradara

Sutradara menjadi orang yang paling bertanggung jawab dalam pementasan. Ia adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk mengarahkan pemain, ketepatan peran, menentukan penataan artistik panggung, bahkan perlu memikirkan biaya produksi pementasan.

c. Narator

Narator dapat disebut sebagai dalang yang bertugas untuk menceritakan isi cerita drama yang akan dipentaskan kepada penonton. Walaupun turut serta di atas panggung, narator berada di luar cerita. Narator hanya berperan untuk membuka dan menutup cerita. Biasanya, narator juga muncul di tengah cerita untuk memberikan komentar terhadap cerita atau tokoh yang sedang pentas.

d. Pemain

Aktor dan aktris menjadi sebutan untuk pemain drama. Setiap pemain berhak mengikuti casting (untuk pemilihan peran) dan sutradara memilih pemain yang cocok untuk peran yang dibutuhkan dalam pertunjukan. Setelah ditentukan peran yang sesuai, pemain menghafal naskah dan berdiskusi dengan antarpemain atau beserta sutradara. Pemain juga perlu melakukan observasi tentang peran yang akan dimainkannya agar mampu mendalami akting dengan baik.

e. Penata Artistik

Penata artistik berperan penting dalam menata panggung, seperti dekorasi panggung, suara, tata cahaya, dan sebagainya. Penata artistik berdiskusi dengan sutradara untuk menentukan hal-hal tersebut.

f. Penata Rias

Penata rias membantu kesan pemain dalam berakting dengan menata penampilan mereka sedemikian rupa. Penata rias membantu pemain untuk menampilkan karakter mereka dengan menambahkan riasan muka, misalnya tampilan untuk pemain yang berperan jahat akan berbeda dengan pemain yang berperan baik. Penata rias juga perlu memperhatikan karakter, kostum, tata cahaya dalam merias wajah pemain.

g. Penata Kostum

Penata kostum membantu pemain untuk menonjolkan karakter mereka melalui rancangan busana. Kostum yang dibuat atau digunakan oleh pemain harus sesuai dengan cerita, misalnya jika cerita drama yang dipentaskan tentang kerajaan, maka kostum yang digunakan pemain bertema kerajaan. Penata kostum juga perlu melakukan pengamatan terhadap peran para pemain karena hal itu berkaitan dengan pemilihan bahan dan model kostum.

Ada pun langkah-langkah pementasan yang perlu diperhatikan oleh para pelaku pementasan adalah sebagai berikut.

1. Menyusun Naskah

Naskah disusun dengan menceritakan ide baru atau menyadur dari kisah-kisah yang telah ada sebelumnya.

2. Pembedahan Isi Naskah

Pembedahan isi naskah dilakukan secara bersama-sama dengan tujuan agar pemain memahami isi naskah yang akan dipentaskan.

3. Membaca Naskah

Pemain membaca keseluruhan naskah untuk memahami peran masing-masing.

4. Pemilihan Peran

Pemilihan peran dilakukan agar peran yang dimainkan sesuai dengan kemampuan akting pemain.

5. Mendalami Peran yang akan Dimainkan

Pemain melakukan pendalaman peran dengan observasi atau pengamatan di lapangan, misalnya jika pemain harus memerankan seorang tukang becak, maka ia perlu mengetahui cara hidup dan kebiasaan yang dilakukan seorang tukang becak.

6. Mengatur Teknis Pentas

Sutradara mengatur teknis pentas dengan cara memberikan arahan dan mengatur pemain. Misalnya, sutradara menentukan pemain yang pertama muncul di atas panggung dan bagian dialog yang sesuai untuk ditampilkan pada awal pementasan.

7. Latihan secara Lengkap

Pemain melakukan latihan secara lengkap dan konsisten, mulai dari dialog sampai pengaturan pentas.

8. Gladiresik

Latihan terakhir sebelum pentas atau gladiresik dilakukan oleh semua pelaku pementasan drama dari awal sampai akhir tanpa ada kesalahan.

9. Pementasan

Pementasan dilaksanakan dengan semua pemain yang siap dengan kostum dan dekorasi panggung yang lengkap.

Di samping itu, bentuk pentas untuk pertunjukan drama perlu diperhatikan dengan baik. Pada umumnya, jenis pertunjukan drama atau teater tradisional menggunakan pentas arena yang terbuka pada setiap bagian sisinya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut ini.

Penonton mendapatkan sudut pandang dari segala sisi dengan pentas arena. Pentas ini juga membuat pemain menjadi dekat dengan penonton karena tidak terdapat jarak yang terlalu jauh. Penonton dimungkinkan dapat ikut terlibat pada saat pementasan berlangsung. Bentuk pementasan arena ini masih banyak digunakan dalam pementasan drama modern di Indonesia, terutama dalam pementasan drama modern yang masih memasukkan unsur tradisi. Selain pentas arena, ada pula pentas satu arah yang membuat pementasan drama berlawanan arah dengan penonton. Pemain dan penonton saling berhadapan, layaknya sedang menonton film bioskop. Pentas satu arah ini sangat umum, seperti pada gambar berikut ini.

Jika hendak menganalisis pementasan drama, maka kalian dapat memulainya dengan memperhatikan para pelaku pementasan tersebut. Kalian dapat menjelaskan para pelaku pementasan dengan informasi yang mendetail, termasuk karakter tokoh, konflik, alur, dan setting. Kalian juga dapat menulis ringkasan cerita drama beserta pesan yang ingin disampaikan melalui cerita tersebut. Sebagai bahan perbandingan, kalian dapat mencari tahu tentang cerita tersebut, apakah cerita itu pernah dipentaskan sebelumnya, dan apakah cerita tersebut dikenal oleh masyarakat, dan sebagainya.

Melakukan analisis terhadap pementasan drama merupakan hal yang menarik karena kalian dapat melihat para pemain berakting secara langsung, melihat paduan antara musik dan artistik yang ditampilkan, serta hal menarik lainnya. Kalian juga akan mendapatkan kesan yang berbeda saat menonton pementasan drama secara langsung dibandingkan menontonnya melalui televisi atau media internet.

Poin Penting

Beberapa poin penting yang dapat kalian ingat dalam topik ini adalah sebagai berikut.

  1. Ada beberapa pelaku yang berperan penting dalam pementasan drama, yaitu penulis naskah, sutradara, narator, pemain, penata artistik, penata rias, dan penata kostum.
  2. Beberapa langkah pementasan drama, yaitu menyusun naskah, melakukan pembedahan naskah, membaca naskah, pemilihan peran, mendalami peran yang akan dimainkan, mengatur teknis pentas, latihan secara lengkap, gladiresik, dan pementasan.
  3. Menganalisis pementasan drama dapat dimulai dengan memahami teknis pementasan drama.
Teknik Pementasan Drama | lookadmin | 4.5