Teknik Pembacaan Puisi

Teknik Pembacaan Puisi – Siswa mampu memahami teknik pembacaan puisi

Pengertian Puisi
Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang tersusun atas bahasa yang indah dan padat makna. Puisi terdiri atas beberapa baris yang membentuk bait. Perbedaan antara puisi dengan karya sastra lainnya, seperti prosa atau drama, adalah bahasa yang digunakan di dalam puisi cenderung berirama dan berbunyi indah, misalnya memiliki persamaan bunyi di akhir baris. Persamaan bunyi di akhir baris tersebut disebut dengan rima.

Membaca Puisi

(Sumber: photobucket.com)

Puisi ditulis untuk dibacakan. Pembacaan puisi disebut juga deklamasi puisi. Puisi dibacakan agar pendengar dapat mengapresiasi puisi yang dibacakan. Mengapresiasi puisi yaitu menghargai sebuah puisi dengan merasakan keindahan puisi yang dibacakan sekaligus mengambil makna yang terkandung dalam puisi tersebut.

Teknik Pembacaan Puisi
Saat membaca atau mendeklamasikan puisi, seseorang harus memahami teknik pembacaan puisi yang baik. Teknik pembacaan puisi perlu dipersiapkan secara matang agar pembacaan puisi berlangsung dengan baik pula. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan pembacaan puisi, yaitu sebagai berikut.

1. Aspek Kejiwaan
Aspek kejiwaan yaitu meliputi persiapan mental seseorang sebelum membaca puisi. Seorang pembaca puisi harus siap mental sebelum menampilkan pembacaan puisi, misalnya di atas panggung atau di depan kelas. Persiapan mental ini diperlukan agar pembaca puisi tidak gugup, takut, atau malu. Pembaca puisi harus bersikap berani, tenang, dan tampil secara meyakinkan.

2. Aspek Verbal
Aspek verbal adalah masalah-masalah yang menyangkut pembacaan puisi secara lisan. Beberapa aspek verbal yang perlu diperhatikan saat membaca puisi adalah sebagai berikut.

  • Artikulasi atau pelafalan, yaitu cara melafalkan atau mengucapkan kata-kata. Artikulasi pembaca puisi harus jelas agar kata-kata dalam puisi dapat tertangkap dengan jelas oleh pendengar.
  • Volume, yaitu tingkat kenyaringan atau kekuatan suara. Pembaca puisi harus bisa mengatur volume suara agar puisi yang dibacakan dapat terdengar dengan jelas.
  • Intonasi, yaitu perubahan nada seperti naik-turunnya suara, tinggi-rendahnya, dan cepat-lambatnya suara. Pembaca puisi harus dapat menyesuaikan intonasi dengan isi puisi yang dibacanya.
  • Penjedaan atau hentian, yaitu cara mengatur penghentian bacaan puisi. Pembaca puisi harus mengatur penjedaan saat membaca puisi, yaitu dengan mengatur kapan puisi harus dihentikan sejenak sebelum dilanjutkan ke kata-kata selanjutnya.

3. Aspek Nonverbal
Aspek nonverbal adalah masalah yang berhubungan dengan ekspresi seseorang saat membaca puisi. Aspek nonverbal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.

  • Mimik, yaitu gerak wajah atau raut wajah pembaca puisi. Raut muka pembaca puisi harus disesuaikan isi puisi yang dibacakannya. Misalnya, gerakan bibir atau mata yang disesuaikan dengan situasi dalam puisi seperti marah, sedih, atau gembira.
  • Pantomimik (kinesika), yaitu gerak anggota tubuh pembaca puisi selain raut wajah, misalnya gerakan tangan, anggukan kepala, dan lain-lain. Pantomimik juga disesuaikan dengan tafsiran isi puisi yang dibaca. Gerakan pantomimik ini harus proporsional, yaitu dilakukan secara wajar dan tidak berlebihan.

Perhatikan Contoh

CONTOH PEMBACAAN PUISI
Bacakan puisi berikut dengan teknik pembacaan yang baik di hadapan teman-teman!

Poin Penting

  1. Puisi adalah karya sastra yang tersusun atas bahasa yang indah dan padat makna.
  2. Membaca puisi disebut juga mendeklamasikan puisi.
  3. Teknik pembacaan puisi terdiri atas tiga aspek, yaitu aspek kejiwaan, aspek verbal, dan aspek nonverbal.
  4. Aspek kejiwaan meliputi mental pembaca puisi; aspek verbal meliputi artikulasi, volume, dan intonasi; sedangkan aspek nonverbal meliputi mimik dan pantomimik (kinesika).
Teknik Pembacaan Puisi | lookadmin | 4.5