Teknik Pembacaan Puisi

Teknik Pembacaan Puisi – Siswa mampu mendeklamasikan puisi dengan teknik yang baik dan benar.

Apakah kamu menyukai puisi?

Disadari atau tidak, hampir setiap orang menyukai puisi. Bagi orang yang tidak menyukai puisi, puisi identik dengan kata-kata yang berlebihan, cengeng, dan melankolis. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Orang-orang yang senang bernyanyi dengan lirik yang indah, orang-orang yang melantunkan doa dengan irama tertentu, atau orang-orang yang senang menulis curahan hati dengan pilihan kata-kata yang tepat, sejatinya mereka semua sedang menikmati puisi.

Lalu, apa itu puisi? Bagaimana puisi dapat dibacakan dengan baik? Untuk lebih memahaminya, simak pembahasan materi dan contoh berikut ini.

Pengertian Puisi

Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang tersusun dari bahasa yang indah dan padat makna. Puisi terdiri atas beberapa baris yang disebut dengan bait. Perbedaan puisi dengan karya sastra lainnya, seperti prosa atau drama, adalah bahasa yang digunakan di dalam puisi cenderung berirama dan berbunyi indah, misalnya memiliki persamaan bunyi di setiap akhir baris. Persamaan bunyi di akhir baris tersebut disebut dengan rima.

Membaca Puisi

Puisi ditulis untuk dibacakan. Pembacaan puisi disebut deklamasi puisi. Deklamasi puisi dilakukan agar orang lain dapat mengapresiasi puisi tersebut. Mengapresiasi puisi yaitu menghargai sebuah puisi dengan merasakan keindahannya sekaligus mengambil makna yang terkandung di dalamnya.

Teknik Pembacaan Puisi

Saat membaca atau mendeklamasikan puisi, seseorang harus memahami teknik pembacaan puisi yang baik dan benar. Teknik pembacaan puisi ini perlu diperhatikan dengan saksama agar pembacaan puisi berlangsung dengan baik. Teknik pembacaan puisi terdiri atas tiga aspek sebagai berikut.

1. Aspek Kejiwaan

Aspek kejiwaan yaitu meliputi persiapan mental seseorang sebelum membaca puisi. Seorang pembaca puisi harus siap mental sebelum menampilkan pembacaan puisi, misalnya di atas panggung atau di depan kelas. Persiapan mental ini diperlukan agar pembaca puisi tidak gugup, takut, atau malu. Pembaca puisi harus bersikap berani, tenang, dan tampil secara meyakinkan.

2. Aspek Verbal

Aspek verbal adalah masalah-masalah yang menyangkut pembacaan puisi secara lisan. Beberapa aspek verbal yang perlu diperhatikan saat membaca puisi adalah sebagai berikut.

  • Artikulasi atau pelafalan, yaitu cara melafalkan atau mengucapkan kata-kata. Artikulasi pembaca puisi harus jelas agar kata-kata dalam puisi dapat tertangkap dengan jelas oleh pendengar.
  • Volume, yaitu tingkat kenyaringan atau kekuatan suara. Pembaca puisi harus bisa mengatur volume suara agar puisi yang dibacakan dapat terdengar dengan jelas.
  • Intonasi, yaitu perubahan nada seperti naik-turunnya suara, tinggi-rendahnya, dan cepat-lambatnya suara. Pembaca puisi harus dapat menyesuaikan intonasi dengan isi puisi yang dibacanya.
  • Penjedaan atau hentian, yaitu cara mengatur penghentian bacaan puisi. Pembaca puisi harus mengatur penjedaan saat membaca puisi, yaitu dengan mengatur kapan puisi harus dihentikan sejenak sebelum dilanjutkan ke kata-kata selanjutnya.

3. Aspek Nonverbal

Aspek nonverbal adalah masalah yang berhubungan dengan ekspresi seseorang saat membaca puisi. Aspek nonverbal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.

  • Mimik, yaitu gerak wajah atau raut wajah pembaca puisi. Raut muka pembaca puisi harus disesuaikan isi puisi yang dibacakannya. Misalnya, gerakan bibir atau mata yang disesuaikan dengan situasi dalam puisi seperti marah, sedih, atau gembira.
  • Pantomimik (kinesika), yaitu gerak anggota tubuh pembaca puisi selain raut wajah, misalnya gerakan tangan, anggukan kepala, dan lain-lain. Pantomimik juga disesuaikan dengan tafsiran isi puisi yang dibaca. Gerakan pantomimik ini harus proporsional, yaitu dilakukan secara wajar dan tidak berlebihan.

Cobalah!

Bacakan puisi berikut dengan memperhatikan teknik pembacaan puisi yang baik dan benar.

Aku

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan akan akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

(“Aku”, Chairil Anwar)

Poin Penting

  1. Puisi adalah karya sastra yang tersusun atas bahasa yang indah dan padat makna;
  2. Membaca puisi disebut juga mendeklamasikan puisi;
  3. Teknik pembacaan puisi terdiri atas tiga aspek, yaitu aspek kejiwaan, aspek verbal, dan aspek nonverbal;
Teknik Pembacaan Puisi | lookadmin | 4.5