Close Klik 2x

Teknik Bertelepon yang Baik dan Benar

Advertisement

Teknik Bertelepon yang Baik dan Benar – Siswa dapat memahami teknik bertelepon yang baik dan benar.

Bertelepon merupakan kegiatan berkomunikasi jarak jauh. Melalui telepon, kita dapat berbicara dengan seseorang tanpa harus bertemu langsung dengan orang tersebut. Saat ini, kegiatan bertelepon sering dilakukan masyarakat, terutama setelah berkembangnya teknologi telepon seluler. Setiap orang dapat berkomunikasi di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja tanpa terbatas ruang dan waktu.

sumber: http://media.photobucket.com

Bertelepon
Bertelepon adalah kegiatan berbicara atau berkomunikasi dengan menggunakan pesawat telepon. Agar mampu menggunakan pesawat telepon dengan baik, kita harus memahami dan menguasai cara-cara menggunakan pesawat telepon dengan baik. Pesawat telepon yang kita kenal saat ini lebih banyak telepon seluler (ponsel) yang bisa dibawa ke mana-mana. Selain itu, ada juga yang masih menggunakan telepon kabel. Telepon kabel tidak bisa di bawa ke luar ruangan karena tersambung dengan kabel yang panjangnya terbatas.

Tata Cara Bertelepon yang Baik dan Benar
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat menerima atau menelepon orang lain, yakni sebagai berikut.

A. Menelepon Orang Lain

  1. Menekan nomor yang akan dihubungi. Jika menggunakan ponsel, kita tinggal masuk ke menu alamat telepon dan memilih nama/nomor telepon yang akan dihubungi.
  2. Mengucapkan salam pada saat memulai pembicaraan.
  3. Memusatkan perhatian dan pendengaran.
  4. Menyebutkan identitas diri pada saat bertelepon dengan orang yang belum kenal.
  5. Menyampaikan maksud menelepon dengan sopan.
  6. Jika ada pesan yang ingin disampaikan, catatlah terlebih dahulu agar tidak lupa! Oleh karena itu, kamu harus selalu siap dengan catatan.
  7. Mengucapkan terima kasih apabila pembicaraan telah selesai, kemudian menutup sambungan teleponnya.

B. Menerima Panggilan Telepon

  1. Pada saat telepon berbunyi, sebaiknya menerima panggilan telepon tersebut sesegera mungkin. Jangan biarkan penelepon menunggu lama!
  2. Jangan mengangkat telepon atau menekan tombol menerima panggilan dengan kasar. Hal itu menunjukkan ketidaksenangan dan ketidaksopanan terhadap orang yang ada di sekitarmu.
  3. Mengucapkan salam saat telepon sudah tersambung. Sampaikan salam dengan suara jelas dan tidak terburu-buru. Jika telepon itu ditujukan kepada pihak perusahaan atau lembaga, kamu harus menyebutkan nama lembaga atau perusahaan tersebut.
  4. Tanyakan dengan sopan siapa lawan bicaramu tanpa terkesan menginterogasi Misalnya:“Mohon maaf, boleh tahu dengan siapa saya bicara? Ada yang bisa saya bantu?”
  5. Dengarkan baik-baik permintaan si penelepon. Jangan memotong pembicaraan jika penelepon masih menyampaikan maksudnya.
  6. Jika penelepon berkepentingan dengan orang lain (misalnya saat di kantor), sambungkan segera kepada orang yang dituju. Kamu harus menjelaskan siapa dan dari instansi mana si penelepon tersebut kepada orang yang dituju.
  7. Apabila orang yang dituju tidak ada di tempat, penerima telepon harus bisa menerima pesan yang ingin disampaikan penelepon, catat dengan lengkap dan jelas, tanyakan dan catat kapan dan di nomor berapa penelepon bisa dihubungi. Pastikan pesan tersebut sampai kepada orang yang dimaksud.
  8. Jika si penelepon ternyata salah sambung, tidak perlu marah atau menunjukkan ketidaksenangan berlebihan. Kamu harus menyampaikan bahwa orang yang dimaksud penelepon salah dengan nada yang ramah dan sopan.
  9. Mengucapkan terima kasih pada setiap akhir pembicaraan dan membalas salam ketika si penelepon mengucapkan salam.
  10. Memberi kesempatan kepada penelepon untuk menutup telepon terlebih dahulu. Jangan menutup telepon mendahului si penelepon karena hal itu kurang sopan.
  11. Meski tidak terlihat, tersenyum dan duduklah dengan sopan pada waktu berbicara melalui telepon karena sikap yang kurang ramah dan posisi duduk yang kurang sopan dapat dirasakan oleh lawan bicara.

Sistematika Bertelepon
Sistematika atau bagian-bagian dalam percakapan melalui telepon adalah sebagai berikut.

  1. Salam pembuka (perkenalan saat menerima telepon diri).
  2. Pembuka percakapan.
  3. Menyebutkan identitas.
  4. Bertanya dengan sopan maksud penelepon
  5. Inti pembicaraan dicatat.
  6. Penutup diri.
  7. Salam penutup.

Perhatikan Contoh

Perhatikan percakapan bertelepon berikut!

Azka    : Halo, selamat pagi. Boleh bicara dengan Husna?
Husna : Iya, selamat pagi. Ini saya sendiri, Husna. Maaf, ini dengan siapa, ya?
Azka    : Hai, Husna. Ini saya, Azka Salsabila, teman kamu di SMP Nusantara dulu.
Husna : Azka… Oh Azka yang suka dikepang dua, ya?
Azka    : Iya, benar. Apa kabar kamu Husna? Sudah dengar kabar reuni belum?
Husna : Azka… Aduh, lama sekali tidak bertemu. Kabarku baik. Bagaimana kabar kamu? Reuni apa? SMP?
Azka    : Kabarku baik juga. Iya. Ikatan alumni SMP Nusantara akan mengadakan reuni akbar tanggal 12 Maret 2015. Kamu datang, ya!
Husna : Iya, aku pasti datang. Terima kasih informasinya.
Azka    : Iya, sama-sama. Sudah dulu, ya. Sampai jumpa di acara reuni nanti. Selamat pagi.
Husna : Iya, selamat pagi.

Poin Penting

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam materi ini adalah sebagai berikut.

  • Bertelepon merupakan kegiatan berkomunikasi jarak jauh.
  • Bertelepon adalah kegiatan berbicara atau berkomunikasi dengan menggunakan pesawat telepon.
  • Hal yang harus diperhatikan pada saat menelepon.
  1. Menekan nomor yang akan dihubungi.
  2. Mengucapkan salam.
  3. Menelepon dengan sopan..
  4. Mengucapkan terima kasih ketika pembicaraan telah selesai.
  • Hal yang harus diperhatikan pada saat menerima telepon.
  1. Menerima panggilan telepon sesegera mungkin.
  2. Mengucapkan salam saat telepon sudah tersambung.
  3. Tidak memotong pembicaraan.
  4. Jika penelepon berkepentingan dengan orang lain, sambungkan segera kepada orang yang dituju.
  5. Mengucapkan terima kasih pada setiap akhir pembicaraan.
  6. Memberi kesempatan kepada penelepon untuk menutup telepon terlebih dahulu.
Teknik Bertelepon yang Baik dan Benar | lookadmin | 4.5