Struktur Lapisan Litosfer dan Batuan Pembentuk Permukaan Bumi

Struktur Lapisan Litosfer dan Batuan Pembentuk Permukaan Bumi – Apakah yang dimaksud dengan struktur litosfer ? Batuan apakah yang membentuk permukaan bumi ? Mari cermati materi pelajaran kali ini.

1. STRUKTUR LAPISAN LITOSFER

Litosfer adalah lapisan kulit bumi paling luar berupa batuan padat yang tersusun atas dua lapisan, yaitu kerak dan selubung yang tebalnya sekitar 50-100 kilometer. Secara umum, tebal kerak bumi di bawah benua adalah 20-50 kilometer, sedangkan dibawah samudra tebalnya 10-12 kilometer. Meskipun ketebalannya berbeda-beda, kerak bumi tersusun atas lapisan yang sama, yaitu lapisan sial (silisium dan aluminium) serta sima (silisium dan magnesium). Lapisan sial berada di bagian atas dari kerak bumi, sementara lapisan sima berada di bagian bawah kerak bumi.
Lapisan yang berada paling luar dari kerak bumi bersifat granitis, sehingga disebut lapisan granitis. Hal itu karena materi penyusun lapisan yang dominan berupa batuan granit. Lapisan granitis tebalnya sekitar 10 kilometer. Namun, lapisan granitis tidak terdapat di semua tempat.
Setelah lapisan granitis terdapat lapisan yang bersifat basaltis sehingga disebut lapisan basaltis. Hal itu karena materi penyusun lapisan yang dominan berupa basalt bersifat basa yang tebalnya mencapai 50 kilometer.

2. BATUAN PEMBENTUK PERMUKAAN BUMI

Batuan merupakan benda alam yang menjadi penyusun utama lapisan litosfer. Batuan terdiri atas campuran antar mineral sejenis atau tidak sejenis yang saling terikat secara gembur atau padat. Oleh karena itu, kerak dan selubung atas bumi terdiri dari bermacam-macam batuan yang umur dan asalnya berbeda-beda.
Berdasarkan proses pembentukannya batuan dibedakan menjadi tiga macam, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan malihan (metamorf).

2.1 Batuan Beku

Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma yang membeku. Batuan beku dapat dibedakan :

1) Berdasarkan Tempat Pembekuan
Berdasarkan tempat pembekuannya, batuan beku terbagi atas :
• Batuan Beku Dalam
Batuan beku dalam adalah batuan beku yang terbentuknya jauh di bawah permukaan bumi, yaitu pada kedalaman 15-50 kilometer. Karena tempat pembekuannya dekat dengan astenosfer, pendinginan magmanya sangat lambat sehingga menghasilkan batuan yang besar-besar dengan tekstur holokristalin, yaitu semua komposisi batuan disusun oleh kristal yang sempurna.
• Batuan Beku Korok (Gang)
Batuan beku korok (gang) adalah batuan beku yang terbentuk di daerah korok atau celah kerak bumi sebelum magma sampai ke permukaan bumi. Proses pembekuan magma itu agak cepat sehingga membentuk batuan dengan kristal-kristal yang kurang sempurna.
• Batuan Beku Luar
Batuan beku luar, atau disebut juga batuan lelehan, adalah batuan beku yang terbentuk di permukaan bumi. Magma yang keluar dari bumi mengalami proses pendinginan dan pembekuan sangat cepat sehingga tidak menghasilkan kristal-kristal batuan.
2) Berdasarkan Mineral Penyusun
Berdasarkan mineral penyusunnya, batuan beku dibedakan atas :
1) Batuan Beku Mineral Ringan
Batuan beku yang tersusun atas mineral-mineral ringan biasanya berwarna terang, mudah pecah, dan banyak mengandung silikat sehingga termasuk batuan yang bersifat asam.
2) Batuan Beku Mineral Berat
Batuan beku yang tersusun atas mineral-mineral berat biasanya berwarna gelap, sukar pecah, dan kandungan silikatnya sedikit sehingga termasuk batuan yang bersifat basa.

2.2 Batuan Sedimen

Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk karena adanya proses pengendapan (sedimentasi). Butir-butir batuan sedimen dari berbagai macam batuan melalui proses pelapukan, baik pelapukan oleh angin maupun air yang mengendap secara berlapis hingga makin lama makin tebal dan padat. Padatnya lapisan itu disebabkan adanya tekanan atau beban yang terlalu berat. Tekanan yang terlalu lama membentuk agregat batuan padat sehingga endapan-endapan tersebut berangsur-angsur berubah menjadi batuan sedimen.

Batuan sedimen dapat dibedakan atas :
1) Menurut Tenaga yang Mengendapkan
• Batuan Sedimen Akuatis, yaitu batuan sedimen yang berasal dari pengendapan butir-butir batuan oleh air sungai, danau, atau air hujan.
• Batuan Sedimen Aeolis (Aeris), yaitu batuan yang berasal dari pengendapan butir-butir batuan oleh angin.
• Batuan Sedimen Glasial, yaitu batuan sedimen yang berasal dari pengendapan butir-butir batuan oleh gletser.
2) Menurut Tempat Pengendapan
• Batuan Sedimen Teristris, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di darat.
• Batuan Sedimen Marine, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di laut.
• Batuan Sedimen Limnis, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di danau.
• Batuan Sedimen Fluvial, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di sungai.
• Batuan Sedimen Glasial, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di daerah-daerah yang terdapat es atau gletser.
3) Menurut Cara Pengendapan
• Batuan Sedimen Mekanis, yaitu batuan sedimen yang diendapkan secara mekanik tanpa mengubah susunan kimianya.
• Batuan Sedimen Kimiawi, yaitu batuan sedimen yang diendapkan secara kimia. Pada proses pembentukan batuan ini terjadi perubahan susunan kimiawinya. Contohnya, batu kapur.
• Batuan Sedimen Organik, yaitu batuan sedimen yang diendapkan melalui kegiatan organik. Contohnya, terumbu karang.

2.3 Batuan Malihan (Metamorf)

Batuan metamorf adalah batuan yang telah mengalami perubahan secara fisik maupun kimiawi sehingga menjadi berbeda dari batuan induknya. Faktor-faktor yang memengaruhi adalah suhu yang tinggi, tekanan yang kuat, dan waktu yang lama.

Batuan metamorf dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu metamorf kontak (batuan yang berubah karena pengaruh suhu yang sangat tinggi), metamorf dinamo (batuan yang berubah karena pengaruh tekanan yang sangat tinggi, dalam waktu yang sangat lama, dan dihasilkan dari proses pembentukan kulit bumi oleh tenaga endogen), dan metamorf pneumatolitis kontak(batuan yang berubah karena pengaruh gas-gas dari magma).

Struktur Lapisan Litosfer dan Batuan Pembentuk Permukaan Bumi | lookadmin | 4.5