Close Klik 2x

Struktur Isi Teks Cerita Pendek ( Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik )

Advertisement

Struktur Isi Teks Cerita Pendek ( Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik ) – Cerita pendek yang biasa disingkat cerpen adalah karya sastra berbentuk prosa yang mengisahkan sepenggal hidup tokoh yang mengalami peristiwa kehidupan yang penuh konflik. Tokoh dalam cerpen tidak mengalami perubahan nasib. Pengarang menyajikan ide cerpen dengan menjalin peristiwa-peristiwa menjadi satu dalam sebuah alur. Struktur rangkaian kejadian dalam cerpen sering disebut alur. Jadi, alur merupakan perpaduan antara unsur-unsur yang membangun cerita sehingga merupakan kerangka utama cerita. Cerpen dibangun oleh beberapa strukturnya.
Struktur teks Cerpen adalah abstrak, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi, koda.

Tahapan-tahapan struktur teks cerpen

a. Abstrak
Abstrak merupakan inti cerita, abstark bersifat opsional artinya sebuah teks cerpen bisa saja tidak melalui tahapan ini.

b. Orientasi
Tahapan ini berisi pengenalan latar cerita berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerpen. Latar merupakan sarana pengeksprian watak, baik fisik maupun psikis.

c. Komplikasi
Komplikasi merupakan urutan kejadian yang dihubungkan secara sebab akibat. Pada tahapan ini dapat dilakukan penafsiran kualitas moral dan kecenderungan tertentu yang diekspresikan dalam ucapan dan tindakan tokoh. Dalam komplikasi ini muncul berbagai kerumitan bermunculan. Kerumitan itu muncul dari berbagai konflik yang mengarah pada klimaks.

d. Evaluasi
Pada tahapan ini diarahkan pada pemecahan konflik sehingga penyelesaian mulai tampak.

e. Resolusi
Tahapan ini pengarang mengungkapkan solusi dari konflik-konflik yang dialami tokoh.

f. Koda
Istilah lain dari tahapan ini adalah reorientasi, yaitu nilai-nilai pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca dari sebuah teks. Koda ini bersifat opsional. 

Perhatikan!

Berikut adalah contoh penggalan-penggalan cerpen “Senyum Karyamin” karya Ahmad Thohari berdasarkan struktur:

1. abstrak
Mereka tertawa bersama. Mereka, para pengumpul batu itu, memang pandai bergembira dengancara menertawakan diri mereka sendiri. Dan Karyamin tidak ikut tertawa, melainkan cukuptersenyum. Bagi mereka, tawa atau senyum sama-sama sah sebagai perlindungan terakhir. Tawadan senyum bagi mereka adalah simbol kemenangan terhadap tengkulak, terhadap rendahnyaharga batu, atau terhadap licinnya tanjakan. Pagi itu senyum Karyamin pun menjadi tandakemenangan atas perutnya yang sudah mulai melilit dan matanya yang berkunang-kunang.

2. orientasi
Karyamin melangkah pelan dan sangat hati-hati. Beban yang menekan pundaknya adalah pikulanyang digantungi dua keranjang batu kali. Jalan tanah yang sedang didakinya sudah licin dibasahiair yang menetes dari tubuh Karyamin dan kawan-kawan, yang pulang balik mengangkat batudari sungai ke pangkalan material di atas sana. Karyamin sudah berpengalaman agar setiap perjalananya selamat. Yakni berjalan menanjak sambil menjaga agar titik berat beban dan badannya tetap berada pada telapak kaki kiri atau kanannya. Pemindahan titik berat dari kaki kirike kaki kanannya pun harus dilakukan dengan baik. Karyamin harus memperhitungkan tarikannapas serta ayunan tangan demi keseimbangan yang sempurna.

3. komplikasi
Sebelum habis mendaki tanjakan, Karyamin mendadak berhenti. Dia melihat dua buah sepeda jengki diparkir di halaman rumahnya. Denging dalam telinganya terdengar semakin nyaring.Kunang-kunang di matanya pun semakin banyak. Maka Karyamin sungguh-sungguh berhenti,dan termangu. Dibayangkan istrinya yang sedang sakit harus menghadapi dua penagih bank harian. Padahal Karyamin tahu, istrinya tidak mampu membayar kewajibannya hari ini, hariesok, hari lusa, dan entah hingga kapan, seperti entah kapan datangnya tengkulak yang telah setengah bulan membawa batunya.
4. evaluasi

”Ya, kamu memangmbeling , Min. di gerumbul ini hanya kamu yang belum berpartisipasi.Hanya kamu yang belum setor uang dana Afrika, dana untuk menolong orang-orang yangkelaparan di sana. Nah, sekarang hari terakhir. Aku tak mau lebih lama kau persulit.´
Karyamin mendengar suara napas sendiri. Samar-samar Karyamin juga mendengar detak jantung sendiri. Tetapi karyamin tidak melihat bibir sendiri yang mulai menyungging senyum. 

5. resolusi
Kali ini Karyamin tidak hanya tersenyum, melainkan tertawa keras-keras. Demikian keras sehingga mengundang seribu lebah masuk ke telinganya. Seribu lunang masuk ke matanya. Lambungnya yang kampong berguncang-guncang dan merapuhkan keseimbangan seluruh tubuhnya. Ketika melihat tubuh Karyamin jatuh terguling ke lembah Pak Pamong berusaha menahannya. Sayang, gagal.

Poin Penting

Struktur cerpen yang lengkap adalah abstrak, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi, dan koda. Namun, pada kenyataannya struktur tersebut bisa lengkap bisa tidak keberadaannya pada sebuah cerita pendek. Abstrak dan koda termasuk dua struktur yang kehadirannya boleh ada boleh tidak.

 

Itulah artikel Struktur Isi Teks Cerita Pendek ( Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik ), Semoga dapat bermanfaat bagi Anda, baca juga artikel terkait lainnya.

Advertisement
Struktur Isi Teks Cerita Pendek ( Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik ) | lookadmin | 4.5