Close Klik 2x

Struktur Dan Karakteristik Karya Tulis

Advertisement

Struktur Dan Karakteristik Karya Tulis – Setelah mempelajari topik ini, siswa diharapkan mempunyai kemampuan berikut ini.
1. Memahami struktur dan karakteristik karya tulis
2. Membuat karya tulis dengan benar.

(sumber gambar: flickr.com)

Kamu pasti pernah membaca sebuah karya tulis. Ada yang isinya banyak dan tebal, ada juga yang tipis. Terlepas dari tebal dan tipisnya sebuah karya tulis, struktur sebuah karya tulis pasti sama. Struktur karya tulis terdiri atas tiga bagian yaitu pelengkap awal, bagian inti, dan pelengkap akhir. Nah, kita akan uraikan setiap bagiannya.

1. Pelengkap awal
Pelengkap awal merupakan struktur karya tulis yang terletak di bagian awal sebuah tulisan. Bagian ini merupakan informasi awal mengenai isi karya tulis. Pelengkap awal terdiri atas hal-hal berikut.

a. Halaman judul
Halaman judul berisi informasi mengenai judul, etiket, tujuan karya tulis ini dibuat, nama penulis, logo lembaga, nama lembaga, dan tahun pembuatan karya tulis.

b. Abstrak
Abstrak berisi gambaran mengenai karya tulis. Setidaknya abstrak memuat judul karya tulis, masalah yang dibahas, metode yang dipakai, dan hasil pembahasan. Abstrak maksimal terdiri atas 200 kata, dibuat dalam satu paragraph, ditulis dengan satu spasi, dan diakhiri dengan kata kunci. Kata kunci maksimal terdiri atas lima kata. Biasanya abstrak dibuat dalam dua bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

c. Kata pengantar
Kata pengantar dibuat oleh seorang ahli yang memberikan apresiasi atau masukan atas karya tulis yang kita buat.

d. Prakata
Prakata adalah pengantar tulisan yang dibuat oleh penulisnya. Bedakan prakata dengan kata pengantar. Prakata setidaknya memuat mengenai judul karya tulis, tujuan pembuatan karya tulis, hambatan atau kendala yang dihadapi penulis, ucapan terima kasih penulis, permohonan kritik atau saran, dan ditutup dengan mencantumkan tanggal, bulan, tahun, dan nama penulis.
e. Daftar isi
Daftar isi memuat bagian-bagian dalam karya tulis disertai dengan nomor halamannya. Daftar isi menjadi petunjuk yang memudahkan orang mengetahui isi karya tulis.

f. Daftar tabel
Jika dalam karya tulis terdapat table, kamu harus membuat daftar tabelnya. Daftar table terdiri atas nomor tabel, judul table, dan nomor halaman tempat table tersebut berada.

g. Daftar gambar
Sama seperti daftar tabel, jika terdapat gambar dalam karya tulis yang kamu buat, kamu harus membuat daftar gambarnya. Penulisannya sama dengan daftar table yaitu nomor gambar, judul atau keterangan gambar, dan nomor halaman tempat gambar tersebut berada.

h. Daftar lampiran
Daftar lampiran dibuat jika karya tulis yang kita buat terdapat lampiran. Penulisannya sama dengan daftar table dan daftar gambar.
Pada pelengkap awal ini, semua nomor halaman ditulis dengan romawi kecil. Nomor halaman ditulis di tengah bawah jika pada halaman tersebut terdapat judul bab. Namun, jika tidak ada judul, nomor halaman ditulis di pojok kanan atas.

2. Bagian inti
Bagian inti merupakan pokok yang paling penting dalam sebuah karya tulis. Minimal terdapat empat bab dalam sebuah karya tulis. Bab I berisi pendahuluan, bab II berisi teori dasar, bab III berisi pembahasan masalah, dan bab IV berisi simpulan dan saran. Dalam bab pendahuluan setidaknya terdapat latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, sumber data, metode dan teknik pengumpulan data, serta sistematika penulisan.

3. Pelengkap akhir
Pelengkap akhir ini dibuat setelah bagian inti selesai dibuat. Pelengkap akhir terdiri atas daftar pustaka, indeks, glosarium, lampiran, dan daftar riwayat hidup serta foto penulis.

  &nsbp;   Sebuah karya tulis juga mempunyai karakteristik yang membedakannya dengan tulisan yang lain. Karakteristik karya tulis di antaranya sebagai berikut.

1. Tuntas
Masalah yang dibahas dalam sebuah karya tulis harus diuraikan secara tuntas sampai tidak ada lagi masalah yang dipertanyakan.

2. Objektif
Pemaparan dalam sebuah karya tulis harus berdasarkan data apa adanya. Tidak boleh memanipulasi data.

3. Sistematis
Sistematika dalam sebuah karya tulis sudah jelas. Urutannya tidak boleh diputarbalikkan, misalnya daftar pustaka harus disimpan setelah bab penutup, tidak boleh disimpan di awal.

4. Cermat
Tidak boleh ada kesalahan atau kelalaian dalam sebuah karya tulis. Misalnya, jika mengutip pendapat orang pada Bab II, penulis harus mencantumkan sumber yang dikutipnya pada daftar pustaka.

5. Lugas
Pembahasan dalam karya tulis harus lugas, tidak bertele-tele. Pemaparan masalah harus langsung pada inti masalahnya.

6. Nonemosional
Ketika membuat sebuah karya tulis, penulis tidak boleh melibatkan emosinya yang membuat sebuah karya tulis itu menjadi subjektif.

7. Berlaku umum
Sebuah karya tulis harus bisa dibaca oleh siapa pun dengan latar belakang apa pun.
8. Berbahasa baku, tepat, ringkas, dan jelas
Sebuah karya tulis harus menggunakan bahasa yang baku, tepat, ringkas, dan jelas sesuai dengan kaidah ejaan yang disempurnakan.

Poin Penting

  1. Struktur sebuah karya tulis harus terdiri atas tiga bagian yaitu pelengkap awal, bagian inti, dan pelengkap akhir.
  2. Karakteristik sebuah karya tulis harus terpenuhi sehingga membedakannya dari tulisan lain. Karakteristik tersebut meliputi tuntas, objektif, sistematis, cermat, lugas, nonemosional, berlaku umum, dan menggunakan bahasa baku, tepat, ringkas, dan jelas.
Advertisement
Struktur Dan Karakteristik Karya Tulis | lookadmin | 4.5