Close Klik 2x

Sistem Sirkulasi Pada Darah

Advertisement

Sistem Sirkulasi Pada Darah – Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyususn organ pada sistem sirkulasi dan mengaitkannya dengan bioprosesnya sehingga dapat menjelaskan mekanisme peredaran darah serta gangguan fungsi yang mungkin terjadi pada sistem sirkulasi manusia melalui studi literatur, pengamatan, percobaan dan simulasi.

Sistem Sirkulasi Pada Darah

Sistem Sirkulasi Pada Darah

1. Komponen dan Fungsi Darah

Darah tersusun atas plasma dan sel darah: eritrosit, keping-keping darah (trombosit), dan sel darah putih (leukosit), yaitu limfosit, monosit, basofil, neutrofil, dan eusonofil. Nilai hematokrit adalah perbandingan jumlah eritrtosit dengan volume total darah. Nilai hematokrit pada manusia bervariasi. Nilai hematokrit normal 40 – 50%, sedangkan pada pria dewasa nilainya 35 – 45%, wanita dewasa 30 – 35%.
a. Eritrosit ( Sel Darah Merah)
Eritrosit dibentuk di sumsum merah tulang dari sel induk pluripoten. Sel induk pluripoten dapat membentuk eritrosit dengan bantuan hormon eritropoietin. Proses pembentukan eritrosit disebut eritropoiesis. Setiap 1 mm3 darah pria mengandung 5 juta sel dan wanita sebanyak 4 juta sel. Bentuknya cakram bikonkaf, tidak berinti, diameter 8 mikron, volume rata-rata 83 mikrokunik, tidak bergerak bebas, dan tidak dapat menembus dinding kapiler, serta umur eritrosit kira-kira 120 hari.

Eritrosit mengandung 250 juta molekul hemoglobin. Hemoglobin tersusun atas protein rangkap hemin dan globulin. Protein hemin mengikat atom besi sehingga mempunyai kemampuan untuk mengikat oksigen dan menyebabkan darah berwarna merah. Adapun fungsi hemoglobin adalah (1) mengangkut O2 dan CO2, (2) menjaga keseimbangan asam basa (penyangga = buffer) darah.

b. Leukosit (Sel Darah Putih)
Leukosit merupakan sel darah yang tidak mengandung pigmen warna. Leukosit berfungsi untuk alat pertahanan tubuh. Leukosit dibentuk di retikuloendotelium sumsum merah tulang. Setiap 1 mm3 darah mengandung 6000 – 9000 sel, mempunyai bentuk yang bervariasi, mempunyai inti, ukuran 6 – 12 milimikron, umur 12 hari, dapat bergerak bebas secara amoeboid serta dapat menembus dinding kapiler (diapedesis).

c. Trombosit (Keping-Keping Darah)
Trombosit dibentuk di megakariosit sumsum merah tulang. Setiap 1 mm3 darah mengandung 200.000 – 300.000 buah. Trombosit mempunyai ciri tidak berinti, berukuran 2 – 4 mikron lebih kecil dari eritrosit dan leukosit, berbentuk tak teratur, umur 8 – 12 hari dan bila tersentuh benda kasar akan mudah pecah. Fungsi trombosit antara lain berperan dalam proses pembekuan darah untuk menutup luka.

d. Plasma Darah
Plasma darah adalah bagian cairan dari darah yang mempunyai komposisi 55%. Plasma darah tersusun atas : air sebanyak 90%., protein sebanyak 8%, yang terdiri atas albumin, protrombin, fibribogen, globulin, dan hormon,garam mineral sebanyak 0,9% terdiri atas NaCl, NaHCO3, garam kalsium, fosfor, magnesium, dan besi, bahan Organik sebanyak 0,1%, yang terdiri atas glukosa, asam amino, lemak, urea, asam urat, enzim, dan antigen.

2. Jantung Manusia
Terdiri dari empat ruangan yang berada di rongga dada.
Jantung manusia tersusun atas tiga lapisan, yaitu endokardium, miokardium, dan perikardium. Endokardium merupakan selaput yang membatasi ruangan jantung. Lapisan ini banyak mengandung pembuluh darah dan syaraf. Miokardium merupakan otot jantung yang strukturnya lurik namun sifat kerjanya autonom. Perikardium merupakan selaput pembungkus jantung yang berfungsi untuk proteksi mekanis.
Jantung manusia mempunyai 4 ruang dan 2 katub. Dua ruang depan disebut atrium, yaitu atrium dekster (serambi kanan) dan atrium sinister (serambi kiri). Dua ruang bagian belakang disebut ventrikel, yang terdiri atas ventrikel dekster (bilik kanan) dan ventrikel sinister (bilik kiri). Di antara atrium dan ventrikel kanan terdapat klep yang disebut valvula trikuspidalis. Antara atrium kiri dengan ventrikel kiri terdapat klep yang disebut valvula bikuspidalis.

Sistem Sirkulasi Pada Darah | lookadmin | 4.5