Sistem Saraf pada Manusia

Sistem Saraf pada Manusia – Pada topik sebelumnya, kamu telah mempelajari tentang sel saraf. Sel saraf akan menyusun sistem saraf pada manusia. Sistem saraf adalah sistem yang terdiri atas otak, sumsum tulang belakang, dan jaringan kompleks neuron. Apa fungsi sistem saraf bagi tubuh kamu? Sistem saraf berfungsi untuk mengirim, menerima, dan menafsirkan informasi dari semua bagian tubuh. Sistem saraf dibagi menjadi dua macam, yaitu sistem saraf pusat dan saraf tepi. Agar kamu lebih memahaminya, ayo cermati uraian berikut.

•●•● A. Sistem Saraf Pusat ●•●•

Sistem saraf pusat merupakan pusat pengaturan informasi. Seluruh aktivitas tubuhmu dikendalikan oleh sistem saraf pusat. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang. Otak dilindungi oleh tengkorak dan sumsum tulang dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang.
1. Otak
Permukaan otak tidak rata, tetapi berlekuk-lekuk sebagai pengembangan neuron yang berada di dalamnya. Semakin berkembang otak seseorang, semakin banyak lekukannya. Otak terdiri atas tiga bagian yaitu otak depan, tengah, dan belakang.
a. Otak Depan
Otak depan terdiri atas otak besar (cerebrum), talamus, dan hipotalamus.
1) Otak Besar
Otak besar terdiri atas dua belahan (hemisfer), yaitu otak kiri dan kanan. Otak kiri mengendalikan tubuh bagian kanan dan otak kanan mengendalikan tubuh bagian kiri. Hal ini terjadi karena pindah silang pada jalur-jalur spinal.
Otak kiri berfungsi untuk kemampuan numerik dan kemampuan bahasa (menulis dan bicara bahasa asing). Sementara otak kanan berfungsi untuk kemampuan yang melibatkan emosi seperti imajinasi, bakat musik, bakat seni lainnya, dan untuk mengontrol tubuh bagian kiri. Di antara bagian kiri dan kanan hemisfer otak, terdapat jembatan jaringan saraf penghubung yang disebut dengan corpus callosum.
2) Talamus
Talamus mengandung badan sel neuron yang melanjutkan informasi menuju otak besar. Talamus dapat menekan suatu sinyal dan memperbesar sinyal lainnya. Selanjutnya, talamus menghantarkan informasi menuju bagian otak yang sesuai untuk diterjemahkan dan ditanggapi.
3) Hipotalamus
Hipotalamus terletak di bawah talamus. Hipotalamus mengontrol sistem endokrin melalui kelenjar pituitari dan merangsang untuk menghasilkan hormon yang mempengaruhi kelenjar tubuh seperti tiroid.
Hipotalamus juga dapat mengontrol suhu tubuh, tekanan darah, rasa lapar, dan rasa haus. Pada bagian lain hipotalamus, terdapat kumpulan sel neuron yang berfungsi sebagai jam biologis. Jam biologis ini menjaga ritme tubuh harian, seperti siklus tidur dan bangun tidur.
b. Otak Tengah
Otak tengah berfungsi dalam sinkronisasi pergerakan kecil, pusat relaksasi dan motorik, serta pusat pengaturan refleks pupil pada mata. Pada otak tengah terdapat lobus opticus yang berfungsi sebagai pengatur gerak bola mata. Pada bagian otak tengah, banyak diproduksi neurotransmiter yang mengontrol pergerakan lembut.
c. Otak Belakang
Otak belakang terbagi menjadi dua bagian, yaitu otak kecil (serebelum) dan medula oblongata. Otak kecil berperan dalam keseimbangan tubuh dan koordinasi gerakan otot.
Medula oblongata tampak seperti ujung bengkak pada tali spinal, memiliki ukuran yang kecil tetapi fungsinya sangat vital bagi kehidupan. Medula oblongata berfungsi dalam refleks yang mengatur denyut jantung, pernapasan, tekanan darah, sekresi ludah, menelan, dan lain-lain.
2. Sumsum Tulang Belakang
Sumsum tulang belakang merupakan kumpulan sistem saraf yang dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang. Sumsum tulang belakang berfungsi sebagai pusat gerak refleks, penghantar impuls sensori dari reseptor ke otak dan membawa impuls motorik dari otak ke otot tubuh. Sumsum tulang belakang terdiri atas 31 pasang saraf spinalis yang terdiri atas 8 pasang dari segmen servikal, 12 pasang dari segmen thorakal, 5 pasang dari segmen lumbalis, 5 pasang dari segmen sacralis, dan 1 pasang dari segmen koxigeus.

•●•● B. Sistem Saraf Tepi ●•●•

Sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf sadar dan sistem saraf tidak sadar. Sistem saraf sadar meliputi sistem saraf kepala (kranial). Sementara sistem saraf tidak sadar dibagi menjadi dua macam, yaitu saraf simpatik dan parasimpatik.
1. Sistem Saraf Simpatik
Saraf ini terletak di depan ruas tulang belakang. Fungsi saraf ini untuk memacu kerja organ tubuh, walaupun ada beberapa yang menghambat kerja organ tubuh. Saraf simpatik mempercepat denyut jantung, memperbesar pupil mata, dan memperbesar bronkus. Saraf ini juga berfungsi memperlambat kerja alat pencernaan seperti lambung dan usus kecil, serta menghambat kontraksi kantung seni.
2. Sistem Saraf Parasimpatik
Susunan saraf parasimpatik berupa jaringan susunan saraf yang berhubungan dengan ganglion-ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Sistem saraf parasimpatik memiliki fungsi kebalikan dari saraf simpatik.

•●•● C. Penghantaran Impuls ●•●•

Impuls atau rangsang yang diterima oleh tubuh melalui reseptor akan dihantarkan ke sistem saraf pusat. Mekanisme penghantaran saraf ini dibagi menjadi dua macam, yaitu melalui sel saraf dan sinapsis. Penghantaran impuls melalui serabut saraf (akson) dapat terjadi karena adanya perbedaan potensial listrik antara bagian luar dan bagian dalam sel. Selanjutnya impuls akan tiba di ujung akson. Impuls akan dilanjutkan ke sel saraf lain melalui sinapsis.
Apa yang dimaksud dengan sinapsis? Sinapsis merupakan titik temu antara terminal akson salah satu neuron dengan neuron lain. Setiap terminal akson membengkak membentuk tonjolan sinapsis. Di dalam sitoplasma tonjolan sinapsis terdapat vesikula sinapsis yang berisi neurotransmiter.
Neuron yang berakhir pada tonjolan sinapsis disebut neuron pra-sinapsis. Membran ujung dendrit dari sel berikutnya yang membentuk sinapsis disebut post-sinapsis. Bila impuls sampai pada ujung neuron, maka vesikula bergerak dan melebur dengan membran pra-sinapsis. Kemudian vesikula akan melepaskan neurotransmitter berupa asetilkolin. Impuls akan dilanjutkan oleh sel saraf menuju sistem saraf pusat. Kamu akan mempelajari secara detail tentang penghantaran impuls pada topik mekanisme penghantaran impuls.

Sistem Saraf pada Manusia | lookadmin | 4.5