Sistem Pencernaan Makanan pada Hewan Ruminansia

Sistem Pencernaan Makanan pada Hewan Ruminansia – Setelah kalian menguasai semua hal mengenai zat makanan yang diperlukan oleh manusia, sistem pencernaan, dan juga berbagai gangguan pada sistem pencernaan diharapkan kalian dapat memiliki pola makan yang sehat. Selain itu, juga dapat menghindarkan tubuh dari gangguan atau penyakit pada sistem pencernaan.
Pada topik kali ini, kita akan mempelajari sistem pencernaan makanan pada hewan ruminansia. Mengapa perlu mempelajari sistem pencernaan hewan lain selain manusia? Tujuannya agar kita dapat membandingkan keunikan dan perbedaan sistem pencernaan pada hewan lain. Dengan memahami keunikan cara kerja sistem pencernaan yang berbeda, kita dapat memahami bagaimana keunikan biologis terbentuk sesuai dengan adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya. Pengetahuan mengenai macam-macam sistem biologis di alam ini seringkali berguna untuk diterapkan menjadi teknologi baru.

Hewan ruminansia atau hewan memamah biak sama dengan hewan herbivora atau pemakan tumbuhan. Disebut memamah biak karena proses mengunyah makanan dilakukan dua tahap. Pertama saat memakan rumput atau daun, langsung ditelan untuk dicerna di perut. Dari perut ini dikeluarkan lagi ke mulut untuk dikunyah hingga halus. Setelah itu, barulah masuk ke perut yang sesungguhnya, kemudian mengalami proses pencernaan lanjut hingga selesai.

Keistimewaan hewan ruminansia adalah lambungnya memiliki empat bagian dengan fungsinya masing-masing, yaitu sebagai berikut.
1. Rumen
Rumen adalah gudang sementara bagi makanan yang ditelan. Di dalamnya terdapat bakteri dan protozoa yang menghasilkan enzim pencernaan dari mulai amilase, protease, lipase, hingga selulase.
2. Retikulum
Dari rumen, makanan bergerak ke retikulum untuk diproses dengan kontraksi dinding retikulum. Dari sini, makanan yang sudah cukup halus kembali lagi ke mulut untuk dikunyah.
3. Omasum
Setelah dikunyah sampai halus di mulut, makanan masuk ke omasum. Omasum juga berisi enzim-enzim pencernaan.
4. Abomasum
Abomasum ini mirip dengan lambung manusia karena menghasilkan enzim dan asam klorida (HCl). HCl berguna untuk membunuh kuman-kuman yang ada di dalam makanan.

        Bagaimana dengan proses saat hewan ruminansia meminum air? Saat menelan air, rumen dan retikulum menjadi lipatan yang membentuk saluran mulut – esophagus – omasum – abomasum, sehingga air langsung masuk ke abomasum. Mekanisme ini yang terjadi pada saat anak sapi baru lahir dan masih menyusu pada induknya.
Demikian penjelasan singkat mengenai sistem pencernaan hewan ruminansia. Coba kalian baca-baca lagi informasi lain yang tidak ada di buku teks kalian mengenai topik ini untuk memperluas wawasan. Selamat belajar ….

Sistem Pencernaan Makanan pada Hewan Ruminansia | lookadmin | 4.5