Close Klik 2x

Sistem Indra Peraba

Advertisement

Sistem Indra Peraba – Pada topik sebelumnya, kamu telah mempelajari indra penglihatan, pendengaran, dan penciuman. Pada topik kali ini, kamu akan mempelajari tentang indra peraba. Kulit merupakan indra peraba. Kulit mempunyai banyak fungsi, yaitu sebagai indra peraba, membantu mengatur suhu dan mengendalikan hilangnya air dari tubuh, serta mempunyai sedikit kemampuan eksretori, sekretori, dan absorpsi. Ayo kita pelajari tentang kulit.

A. Struktur Kulit

Coba kamu perhatikan kulit di tanganmu. Bagaimana warna dan teksturnya? Coba raba permukaan kulitmu, apakah halus atau kasar? Bagaimana struktur kulit sebagai indra peraba bagi tubuh kamu?

Kulit memiliki tiga lapisan, yaitu dua lapisan pelindung dan satu lapisan lemak. Lapisan pelindung kulit terdiri atas lapisan epidermis dan dermis.
1. Lapisan Epidermis
Lapisan kulit terluar disebut kulit ari atau epidermis. Kulit ini yang bersentuhan langsung dengan lingkungan luar. Kulit ari memiliki struktur yang tipis dan mudah mengelupas. Kulit yang terkelupas merupakan kulit ari yang mati. Lapisan epidermis terdiri atas beberapa bagian sebagai berikut.
a. Stratum Korneum
Stratum korneum disebut juga lapisan zat tanduk. Lapisan ini berada di bagian kulit paling luar, merupakan kulit mati dan kering. Fungsi utamanya adalah melindungi sel-sel di bawahnya dan mencegah masuknya bibit penyakit.
b. Stratum Lusidum
Stratum lusidum merupakan lapisan tipis transparan dari sel kulit mati pada epidermis. Sel-sel dari stratum lusidum mengandung zat berminyak sehingga tahan air.
c. Stratum Granulosum
Stratum granulosum berisi 1 sampai 3 baris sel skuamosa dengan banyak butiran kecil di sitoplasma basofilik. Stratum granulosum berfungsi untuk melindungi kulit dari sinar matahari.
d. Stratum Spinosum
Stratum spinosum adalah lapisan epidermis yang terdiri atas sel-sel banyak sisi (polihedral) yang saling terjalin. Proses sintesis protein dan pembentukan sel-sel baru terjadi di lapisan ini.
e. Stratum Basal
Stratum basal dan spinosum sering disebut stratum germinativum atau sel hidup karena kedua lapisan ini merupakan lapisan yang aktif membelah.
2. Lapisan Dermis
Di bawah lapisan epidermis kulit terdapat lapisan pelindung dalam, yang disebut lapisan dermis. Dermis disebut juga kulit jangat atau korium. Dermis dibentuk oleh serabut-serabut khusus yang membuatnya lentur. Serabut ini terdiri atas kolagen. Lapisan dermis terdiri atas dua lapisan sebagai berikut.
a. Lapisan Papila
Lapisan papila memiliki serabut kolagen yang tipis. Umumnya papila mengandung kapiler untuk memberi nutrisi pada epidermis. Pada lapisan ini terdapat ujung-ujung saraf khusus (meissner untuk sentuhan). Papila dengan serabut dobel di telapak tangan dan kaki membentuk sidik jari.
b. Lapisan Retikuler
Lapisan retikuler terdiri atas jaringan ikat, memiliki serabut kolagen yang kasar dan berkas serabut yang saling bersilangan membentuk seperti jaring. Garis-garis serabut tersebut membentuk cleavage yang penting dalam proses pembedahan. Sayatan bedah yang memotong garis cleavage lebih sulit sembuh daripada yang paralel dengan garis ini.
Lapisan retikuler sangat banyak mengandung pembuluh darah, saraf, ujung-ujung saraf bebas, sel-sel adiposa (lemak), kelenjar minyak, akar rambut, dan reseptor untuk tekanan dalam. Bagian terbawah lapisan ini mengandung folikel rambut.
3. Lapisan Lemak
Lapisan lemak sering disebut juga lapisan hipodermis. Lapisan lemak terletak di bawah dermis. Lapisan ini tersusun atas jaringan adiposa yang menyimpan lemak. Lemak digunakan sebagai lapisan pelindung. Oleh karena itu, jaringan adiposa juga dikenal sebagai tempat penyimpanan lemak dan jaringan pelindung.

B. Cara Kerja Kulit

Ujung-ujung saraf merupakan indra perasa panas, dingin, nyeri, dan sebagainya. Jika kamu ingin mengetahui tekstur dari suatu permukaan benda, seperti halus atau kasar, maka kamu harus merabanya. Inilah fungsi kulit sebagai indra peraba. Berikut adalah fungsi ujung saraf yang bersifat spesifik.
1. Paccini merupakan ujung saraf pada kulit yang peka terhadap rangsangan berupa tekanan, letaknya di sekitar akar rambut.
2. Ruffini merupakan ujung saraf pada kulit yang peka terhadap rangsangan panas.
3. Meisner merupakan ujung saraf perasa pada kulit yang peka terhadap sentuhan.
4. Krause merupakan ujung saraf perasa pada kulit yang peka terhadap rangsangan dingin.
5. Lempeng Merkel merupakan ujung perasa sentuhan dan tekanan ringan, terletak dekat permukaan kulit.
Ketika kulit menerima rangsang, rangsang tersebut diterima oleh sel-sel reseptor. Selanjutnya, rangsang akan diteruskan ke otak melalui urat saraf. Oleh otak, rangsang akan diolah. Otak pun memerintahkan tubuh untuk menanggapi rangsang tersebut.

C. Kelainan pada Kulit

Kulit merupakan perlindungan tubuh yang pertama dari serangan berbagai penyakit. Kulit kita mudah terluka serta terserang jamur dan bibit penyakit lainnya. Beberapa penyakit kulit yang sering kita temui adalah sebagai berikut.
1. Jerawat
Jerawat mudah menyerang kulit wajah, leher, punggung, dan dada. Penyakit ini timbul akibat ketidakseimbangan hormon dan kulit yang kotor. Anak yang memasuki masa pubertas dan orang-orang yang memiliki jenis kulit berminyak sangat rentan terhadap jerawat.
2. Bisul
Penyakit bisul merupakan radang daerah folikel rambut. Radang ini berisi nanah. Bisul disebabkan oleh bakteri stafilokokus atau jamur. Bisul sering ditemukan di daerah leher, payudara, dan wajah.
3. Panu
Panu disebabkan oleh jamur yang menempel di kulit. Panu tampak sebagai bercak atau bulatan putih di kulit dan disertai rasa gatal. Panu timbul karena penderita tidak menjaga kebersihan kulit.
4. Kadas
Kadas tampak di kulit sebagai bulatan putih bersisik. Pada setiap bulatan terdapat garis tepi yang jelas dengan kulit yang tidak terkena. Kadas juga menyebabkan rasa gatal. Penyakit ini disebabkan oleh jamur.
5. Scabies
Scabies atau kudis adalah suatu penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau (sarcoptes scabiei). Scabies termasuk penyakit zoonosis, artinya dapat menular dari hewan ke manusia.
6. Eksim
Eksim merupakan penyakit kulit yang akut atau kronis. Penyakit tersebut menyebabkan kulit menjadi kering, kemerah-merahan, gatal-gatal, dan bersisik.

Sistem Indra Peraba | lookadmin | 4.5