Sistem Indra Pengecap

Sistem Indra Pengecap – Pada topik-topik sebelumnya, kamu telah mempelajari indra penglihatan, pendengaran, penciuman, dan peraba. Sekarang, kamu akan mempelajari tentang indra pengecap. Tahukah kamu apa indra pengecap kita? Lidah selain sebagai organ yang membantu untuk mengunyah makanan dan berbicara, juga berperan sebagai indra pengecap. Lidah dikenal sebagai indra pengecap yang banyak memiliki struktur tunas pengecap. Ayo cermati uraian berikut.

•●•● A. Struktur Lidah

Lidah merupakan indera perasa. Selain membantu proses pencernaan, lidah juga dapat merasakan rasa makanan. Permukaan lidah kasar karena terdapat tonjolan yang disebut papila. Dengan adanya papilla ini kita dapat mengecap rasa makanan. Reseptor yang ada pada lidah mampu menerima rangsangan kimia yang berupa larutan sehingga disebut sebagai kemoreseptor.
1. Otot Lidah
Lidah terletak pada dasar mulut. Pembuluh darah dan urat saraf masuk dan keluar melalui akarnya. Ujung dan pinggiran lidah bersentuhan dengan gigi-gigi bawah, sedangkan dorsum merupakan permukaan melengkung pada bagian atas lidah.
Lidah terdiri atas dua kelompok otot yaitu otot intrinsik dan otot ekstrinsik. Otot intrinsik lidah melakukan semua gerakan halus. Otot intrinsik juga membuat kita mampu mengubah-ubah bentuk lidah seperti memanjang, memendek, dan membulat.
Otot ekstrinsik mengaitkan lidah pada bagian-bagian sekitar serta melaksanakan gerakan kasar yang sangat penting pada saat mengunyah dan menelan. Otot ekstrinsik lidah membuat lidah dapat bergerak mengelilingi rongga mulut dan faring. Lidah juga dapat mengaduk-aduk makanan, kemudian mendorongnya ke kerongkongan.
2. Bagian-Bagian Pengecap pada Lidah
Ada lebih dari 10.000 tunas pengecap pada lidah manusia. Sel-sel reseptor (tunas pengecap) terdapat pada tonjolan-tonjolan kecil pada permukaan lidah (papila).

Ada empat jenis papila, yaitu sebagai berikut.
a. Papila sirkumvalata
Papila sirkumvalata (sirkum = bulat) berbentuk bulat, tersusun seperti huruf V di belakang lidah. Papila ini terletak pada bagian dasar lidah. Papila sirkumvalata adalah jenis papila yang terbesar dan dikelilingi lekukan seperti parit.
b. Papila fungiformis
Papila fungiformis menyebar pada permukaan ujung dan sisi lidah dan berbentuk seperti jamur (fungi = jamur).
c. Papila filiform
Papila filiformis adalah papilla yang berbentuk benang (fili = benang). Papila ini adalah papila terbanyak dan menyebar pada seluruh permukaan lidah. Papila filiform lebih berfungsi untuk menerima rasa sentuh daripada rasa pengecapan yang sebenarnya.
d. Papila vallatae
Papila vallatae berfungsi untuk membantu memegang makanan saat terjadi proses pengunyahan.

        Di pinggir papila terdapat tunas pengecap yang terdiri atas dua sel, yaitu sel pengecap dan sel penyokong. Sel pengecap berfungsi sebagai reseptor, sedangkan sel penyokong berfungsi untuk menopang. Bagian depan lidah berfungsi untuk mengecap rasa manis. Bagian pinggir lidah berfungsi untuk mengecap rasa asin dan asam. Bagian belakang/ pangkal berfungsi untuk mengecap rasa pahit.

•●•● B. Cara Kerja Lidah

Makanan atau minuman berupa larutan di dalam mulut akan merangsang ujung-ujung saraf pengecap. Kemudian, rangsangan rasa ini diteruskan ke pusat saraf pengecap di otak. Selanjutnya, otak menanggapi rangsang tersebut sehingga kita dapat merasakan rasa suatu jenis makanan atau minuman.
Ada beberapa hal yang dapat membuat reseptor kuncup pengecap menjadi kurang sensitif. Bila kita mengemut es batu sebelum makan, dinginnya es dapat membuat kuncup pengecap menjadi kurang sensitif. Begitu juga kalau lidah kita terkena makanan yang terlalu panas, dapat menyebabkan ‘tongue burning’ dan akan pulih dalam 1 – 2 hari.
Saat kita terkena influenza, biasanya makanan apapun terasa hambar. Itu karena lidah tidak bekerja sendirian. Hidung membantu untuk pengecapan makanan dengan membauinya sebelum makanan dikunyah dan ditelan. Bau yang kuat dari suatu makanan dapat mempengaruhi kuncup pengecap.

•●•● C. Kelainan pada Lidah

Lidah memiliki peranan yang sangat penting agar kita dapat mengecap makanan yang kita konsumsi. Fungsi lidah akan terganggu jika terdapat kelainan atau penyakit yang menyerang. Berikut ini adalah beberapa kelainaan dan penyakit pada lidah.
1. Oral candidosis
Oral candidosis disebabkan oleh jamur yang disebut candida albicans. Gejalanya yaitu lidah akan tampak tertutup lapisan putih yang dapat dikerok.
2. Kanker lidah
Lidah kita juga dapat terkena kanker yang disebut kanker lidah. Kondisi ini biasanya muncul sebagai sel skuamosa (benjolan putih atau ulkus) pada lapisan luar lidah. Penyebabnya adalah asap rokok, kebiasaan minum alkohol, pemakaian gigi palsu yang tidak sesuai, kebersihan mulut yang buruk, radang kronis, dan genetik.
3. Atropik glossitis
Gejala atrofik glossitis adalah lidah akan terlihat licin dan mengkilat, baik seluruh bagian lidah atau sebagian kecil. Penyebab yang paling sering biasanya adalah kekurangan zat besi. Jadi banyak ditemukan pada penderita anemia.
4. Geografic tongue
Gejalanya yaitu lidah seperti peta, berpulau-pulau. Bagian pulau itu berwarna merah dan lebih licin, bila parah akan dikelilingi pita putih tebal. Geographic tongue sering terjadi bila ada gangguan pada saluran cerna atau diperberat saat terjadi infeksi demam, batuk, atau pilek.
5. Fissured tongue
Gejalanya yaitu lidah akan terlihat pecah-pecah.
6. Glossopyrosis
Kelainan ini berupa keluhan pada lidah dimana lidah terasa sakit, panas, dan terbakar, tetapi tidak ditemukan gejala apapun dalam pemeriksaan. Hal ini lebih banyak disebabkan karena psikosomatis dibandingkan dengan kelainan pada syaraf.
7. Coated tongue
Coated tongue adalah lapisan berwarna putih, kuning, atau kecokelatan tebal di atas permukaan lidah. Hal ini disebabkan oleh adanya akumulasi dari bakteri dan leukosit.
8. Sariawan
Sariawan atau stomatitis aftosa adalah suatu kelainan pada selaput lendir mulut berupa luka pada mulut yang berbentuk bercak berwarna putih kekuningan dengan permukaan agak cekung. Munculnya sariawan ini disertai rasa sakit.
Ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab munculnya sariawan, seperti luka tergigit, alergi, kekurangan vitamin C, dan zat besi, kelainan pencernaan, kebersihan mulut tidak terjaga, faktor psikologi, dan kondisi tubuh yang tidak fit.

Sistem Indra Pengecap | lookadmin | 4.5