Close Klik 2x

Sistem Indra Penciuman

Advertisement

Sistem Indra Penciuman – Panca indra adalah organ-organ yang dikhususkan untuk menerima jenis rangsangan tertentu. Pada topik sebelumnya, kamu telah mempelajari indra penglihatan dan pendengaran. Sekarang, kamu akan mempelajari tentang indra penciuman. Indra penciuman (hidung) berfungsi untuk mengenali perubahan lingkungan seperti mengenali atau mencium bau. Ayo cermati uraian berikut.

A. Struktur Indra Penciuman

Indra pembau manusia berupa kemoreseptor yang terdapat di permukaan dalam hidung, yaitu pada lapisan lendir bagian atas. Indra penciuman manusia dapat mendeteksi 2000 – 4000 bau yang berbeda. Indra penciuman bayi baru lahir lebih kuat dari orang dewasa. Hal inilah yang menyebabkan bayi dapat mengenali ibunya.

Anatomi hidung yaitu sebagai berikut.
1. Lubang hidung
Setiap manusia mempunyai dua lubang hidung yang disebut dengan nostril. Lubang hidung tersebut berhubungan dengan rongga hidung. Di dalam hidung terdapat dinding pemisah yang disebut septum. Septum terbuat dari tulang yang sangat tipis.
2. Rongga hidung
Rongga hidung (nasal cavity) berfungsi mengalirkan udara dari luar ke tenggorokan menuju paru-paru. Rongga hidung dipisahkan oleh langit-langit mulut yang disebut palate. Rongga hidung dilapisi dengan rambut dan membran yang mensekresi lendir lengket.
Rambut hidung berfungsi untuk menyaring debu. Lendir berfungsi untuk menghangatkan udara yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu, lendir ini berguna untuk menangkap debu, bakteri, dan partikel-partikel kecil lainnya yang dapat merusak paru-paru.
3. Sel saraf pembau
Di rongga hidung bagian atas terdapat sel-sel reseptor atau ujung-ujung saraf pembau. Sel saraf di hidung berfungsi menangkap zat kimia yang terdapat dalam udara. Sel saraf pembau ini mempunyai rambut halus yang berhubungan dengan saraf penciuman menuju otak. Saraf pembau di hidung manusia berada pada bagian rongga hidung bagian atas. Saraf pada hidung terdiri atas nervus olfaktorius (saraf pembau), nervus trigeminus, nervus ethmoidalis anterior, dan nervus palatinus anterior.
4. Sinus
Bagian dari hidung lainnya adalah sinus. Ada empat pasang sinus paranasal yaitu sinus maksila, sinus frontal, sinus etmoid, dan sinus sfenoid kiri dan kanan. Semua sinus mempunyai muara (ostium) ke dalam rongga hidung. Fungsi sinus paranarsal sebagai berikut.
a. Sebagai pengatur kondisi udara
Sinus berfungsi sebagai ruang tambahan untuk memanaskan dan mengatur kelembapan udara inspirasi.
b. Membantu resonansi suara
Sinus berfungsi sebagai rongga untuk resonansi suara dan mempengaruhi kualitas suara.
c. Sebagai peredam perubahan tekanan udara
Fungsi ini berjalan bila ada perubahan tekanan yang besar dan mendadak, misalnya pada waktu bersin atau membuang ingus.
d. Membantu produksi mukus
Sinus juga menghasilkan cairan atau mukus. Mukus yang dihasilkan oleh sinus paranarsal jumlahnya kecil dibandingkan dengan mukus dari rongga hidung. Namun, efektif untuk membersihkan partikel yang turut masuk bersaman udara inspirasi.

B. Cara Kerja Hidung

Bagaimana cara hidung kamu mencium bau? Indra penciuman mendeteksi zat yang melepaskan molekul-molekul di udara. Pada rongga hidung bagian atas terdapat olfactory epithelium yang sangat sensitif terhadap molekul-molekul bau karena adanya pendeteksi bau (smell receptors). Ketika partikel bau tertangkap oleh reseptor, sinyal akan dikirim ke olfactory bulb melalui saraf olfaktorius. Bagian inilah yang mengirim sinyal ke otak dan kemudian diproses oleh otak, bau apakah yang telah tercium oleh hidung kamu.

C. Kelainan pada Hidung

Pernahkah kamu terkena flu? Apakah kamu dapat mencium wanginya bunga saat flu? Pasti hidungmu tidak bisa membaui sesuatu karena hidung penuh dengan lendir yang menutupi reseptor bau. Selain flu, masih banyak kelainan atau penyakit yang menyerang indra pembau kita. Sebagai indra pembau, hidung dapat mengalami gangguan. Ayo cermati uraian berikut.
1. Anosmia
Anosmia adalah gangguan pada indra penciuman yang mengakibatkan penderita tidak dapat mencium bau sama sekali. Penyakit ini dapat terjadi karena beberapa hal, misalnya cedera atau infeksi di dasar kepala, terlalu banyak merokok, atau tumor otak bagian depan. Untuk mengatasi gangguan ini harus diketahui dulu penyebabnya.
2. Hiposmia
Hiposmia adalah berkurangnya kemampuan untuk mencium bau. Berbeda dengan penderita anosmia yang tidak dapat mencium bau sama sekali, pada hiposmia penderita hanya kehilangan sensitifitas bau tertentu.
3. Angiofibroma juvenil
Angiofibroma juvenil adalah tumor jinak pada nasofaring yang mengandung pembuluh darah. Tumor ini sering ditemukan pada anak-anak laki yang sedang mengalami masa puber.
4. Tumor laring
Tumor laring adalah tumor jinak pada pita suara (laring). Tumor laring dapat dijumpai pada anak-anak di bawah 7 tahun dan pada dewasa usia 20 – 40 tahun. Gejala yang paling sering dijumpai adalah suara serak, sesak napas, dan batuk.
5. Rhinitis alergika
Rhinitis alergika adalah peradangan membran mukosa hidung karena alergi. Alergi ini disebabkan oleh masuknya substansi asing ke dalam saluran tenggorokan. Gejala-gejalanya adalah bersin berulangkali, terutama setelah bangun tidur pada pagi hari dan hidung meler. Cairan yang keluar karena alergi biasanya bening dan encer.
6. Sinusitis
Sinusitis merupakan peradangan sinus yaitu rongga-rongga dalam tulang yang berhubungan dengan rongga hidung. Sinus yang gawat biasanya terjadi dalam waktu menahun (kronis). Gejalanya adalah demam tinggi, rasa nyeri di sekitar pipi area sinus, adanya warna merah disertai pembengkakan, dan sakit saat menunduk.
7. Salesma dan influenza
Influenza merupakan infeksi pada alat pernapasan yang disebabkan oleh virus. Umumnya dapat menyebabkan batuk, pilek, sakit leher, dan kadang-kadang panas atau sakit pada persendian.
8. Polip Hidung
Polip hidung adalah gangguan pada indra penciuman karena pertumbuhan sel yang bersifat jinak di selaput lendir hidung. Hal ini disebabkan oleh reaksi hipersensitif atau juga bisa karena alergi. Polip menyebabkan penyumbatan hidung sehingga fungsi indra penciuman menjadi hilang.

Sistem Indra Penciuman | lookadmin | 4.5