Close Klik 2x

Sifat Cahaya sebagai Gelombang Elektromagnetik

Advertisement

Sifat Cahaya sebagai Gelombang Elektromagnetik – Pada topik kali ini kalian akan belajar tentang sifat cahaya sebagai gelombang elektromagnetik. Berdasarkan medium perambatannya, gelombang dibagi menjadi dua, yaitu gelombang mekanik dan elektromagnetik. Gelombang mekanik adalah gelombang yang membutuhkan medium untuk merambat, contohnya gelombang pada tali, gelombang pada air, dan gelombang bunyi.

Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang tidak membutuhkan medium untuk merambat, contohnya gelombang radio, gelombang cahaya, dan gelombang radar. Berikut ini merupakan sifat-sifat cahaya sebagai gelombang elektromagnetik.

1. Cahaya Merambat Lurus

Cahaya dapat merambat ke segala arah. Ketika cahaya melewati sebuah celah, maka cahaya akan merambat lurus, sehingga dapat ditangkap oleh mata. Jika sebuah benda menghalangi cahaya yang mengenai permukaan bayang-bayang, maka akan terbentuk daerah umbra dan penumbra. Bayang-bayang yang terhalang seluruhnya dan berwarna gelap disebut dengan umbra, sedangkan daerah di luar umbra yang menerima sebagian cahaya dan tampak berwarna abu-abu disebut dengan penumbra.

2. Pemantulan Cahaya

Peristiwa pemantulan dapat dilihat saat kalian bercermin. Kalian dapat melihat bayang-bayang pada cermin karena ada cahaya yang dipantulkan oleh cermin ke mata.

a. Hukum pemantulan menyatakan bahwa sinar datang, sinar pantul, dan garis normal terletak pada satu bidang. Besar sudut pantul (r) sama dengan sudut datang (i).
b. Jenis permukaan yang dikenai cahaya akan menentukan jenis pemantulan yang dihasilkan. Jenis pemantulan dibagi menjadi dua, yaitu pemantulan teratur dan pemantulan baur. Pemantulan teratur terjadi pada permukaan yang halus dimana sudut pantul sama dengan sudut datang. Pemantulan baur terjadi pada permukaan kasar dengan sudut yang berbeda, sehingga cahaya akan tersebar ke segala arah.

3. Pembiasan Cahaya

Gelombang cahaya yang merambat lurus mengalami pembiasan atau pembelokan.

A. Hukum Pembiasan

a. Hukum I Snellius menyatakan bahwa sinar datang, sinar bias, dan garis normal terletak pada satu bidang datar.
b. Hukum II Snellius atau pembiasan cahaya

1. Sinar datang dari medium kurang rapat menuju medium yang lebih rapat akan dibiaskan mendekati garis normal. Garis OB adalah sinar bias.

2. Sinar datang dari medium lebih rapat menuju medium kurang rapat dibiaskan menjauhi garis normal.

B. Indeks Bias

Indeks bias suatu zat adalah perbandingan kelajuan cahaya di udara dengan kelajuan cahaya di dalam zat tersebut. Semakin besar indeks bias suatu zat, semakin besar cahaya yang dibelokkan oleh zat tersebut. Indeks bias total dirumuskan sebagai berikut.

n=AOBO

Keterangan:
A’O adalah proyeksi sinar datang AO pada bidang batas; dan
B’O adalah proyeksi sinar bias BO pada bidang batas.

Berdasarkan gambar di atas, sudut datang (i) sama dengan sudut AOY, sedangkan sudut pantul (r) sama dengan sudut BOY. Indeks bias medium merupakan perbandingan sinus (sin) antara sudut datang dan sudut pantul, secara matematis dirumuskan sebagai berikut.

sinisinr=konstan

Hal ini sama dengan perbandingan kecepatan cahaya di ruang vakum dan kecepatan di medium yaitu n=cv, dengan c = kelajuan cahaya dalam ruang vakum (m/s) dan v = kelajuan cahaya dalam suatu medium (m/s).

4. Dispersi Cahaya

Dispersi cahaya merupakan peristiwa terurainya cahaya putih (polikromatis) menjadi warna-warna spektrum cahaya (monokromatis).

5. Cahaya dapat menembus benda bening
6. Cahaya dapat berinterferensi

Interferensi cahaya adalah perpaduan dua gelombang cahaya di sebuah titik.

7. Cahaya dapat dilenturkan apabila melalui celah sempit.
8. Cahaya dapat merambat di ruang hampa udara dengan kecepatan 3 x 108 m/s.
9. Panjang gelombang cahaya antara 4.000 Å – 7.000 Å.
10. Cahaya memiliki energi.

 

Sifat Cahaya sebagai Gelombang Elektromagnetik | lookadmin | 4.5