Close Klik 2x

Sejarah Penemuan Fotosintesis

Advertisement

Sejarah Penemuan Fotosintesis – Pada topik sebelumnya, kita telah mempelajari tentang respirasi pada tumbuhan. Proses respirasi pada tumbuhan sangat penting karena berfungsi sebagai salah satu penghasil enegi. Selanjutnya pada topik ini, kita akan membahas sejarah fotosintesis untuk mengetahui bagaimana awal mula adanya fotosintesis.

Pada zaman dahulu, orang beranggapan jika akar memakan tanah seperti yang dikemukakan Aristoteles. Tumbuhan hijau itu mendapatkan makanannya dari tanah karena tanah dapat menguraikan sisa-sisa organisme yang telah mati sehingga menjadi bahan yang dapat diserap oleh akar tumbuhan hijau yang dilakukan oleh mikroorganisme.

Munculnya konsep fotosintesis ini pertama kali dikemukakan oleh seorang ahli sains pada abad ke-17, yaitu Van Helmont. Dalam sejarah, beberapa ahli telah melakukan percobaan tentang fotosintesis. Pada tahun 1770, Joseph Priestly, seorang ahli kimia Inggris telah memperlihatkan bahwa tumbuhan itu mengeluarkan suatu gas yang dibutuhkan dalam pembakaran.

Joseph Priestly mendemonstrasikan hal ini dengan cara melakukan percobaan membakar lilin yang ditempatkan dalam suatu wadah yang tertutup sampai api mati. Kemudian ia menyimpan tumbuhan mint dalam ruangan tertutup, tetapi dapat mempertahankan nyala api sampai beberapa hari. Namun, Priestly tidak tahu jenis gas apa yang dikeluarkan tumbuhan? Percobaan yang dilakukan Priestly memperlihatkan bahwa tumbuhan menghasilkan oksigen (O₂) ke udara.

Dokter berkebangsaan Inggris, Ingenhousz, pada tahun 1779, berhasil menunjukkan bahwa proses fotosintesis menghasilkan oksigen (O₂). Ingenhousz melakukan penelitian menggunakan bahan tumbuhan air Hydrilla verticillata. Tumbuhan ini ditempatkan di bawah corong kaca yang bening dan terbalik, kemudian dimasukkan ke dalam gelas kimia berisi air. Jika Hydrilla itu terkena cahaya maka akan timbul gelembung-gelembung gas yang akhirnya mengumpul di dasar tabung reaksi.

Pada tahun 1822, Engelmann berhasil membuktikan bahwa klorofil merupakan faktor utama yang harus ada dalam proses fotosintesis. Engelmann melakukan percobaan dengan ganggang hijau Spirogyra yang kloropasnya berbentuk pita melingkar seperti spiral. Dalam percobaannya, Engelmann mengamati bahwa hanya kloropas yang terkena cahaya mataharilah yang mengeluarkan oksigen (O₂). Hal itu dapat dilihat dan terbukti karena ada banyaknya bakteri aerob yang bergerombol di sekitar kloropas yang terkena cahaya matahari.

Seorang ahli botani Jerman bernama Julios Von Sach’s (1860), berhasil membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum/ zat tepung. Adanya zat tepung ini dapat dibuktikan atau diuji dengan yodium/ uji lugol sehingga percobaan Sach’s ini juga disebut uji yodium/ lugol.

Theodore de Saussure, seorang ahli kimia dan fisiologi tumbuhan dari Swiss menunjukkan bahwa air diperlukan dalam proses fotosintesis. Temuan ini selanjutnya diteliti lebih lanjut sehingga pada tahun 1937, seorang dokter berkebangsaan Inggris bernama Robin Hill berhasil membuktikan bahwa cahaya matahari diperlukan untuk memecah air (H₂O).

Pada tahun 1905, Black Man telah membuktikan bahwa perubahan karbondioksida menjadi glukosa berlangsung tanpa adanya cahaya matahari sehingga peristiwa ini sering disebut sebagai reduksi karbondioksida. Dengan demikian, dalam fotosintesis ada dua reaksi yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. Reaksi terang (reaksi Hill) adalah fotolisis dan reaksi gelap (reaksi Black Man). Gabungan reaksi terang dan reaksi gelap adalah reaksi fotosintesis.

Pada tahun 1940, Melvin Calvin dan timnya telah berhasil mengemukakan urutan reaksi/ proses yang berlangsung pada reaksi gelap. Rangkaian reaksi itu selalu berulang terus menerus dan disebut dengan siklus Kelvin. Organisasi dan fungsi sel hidup bergantung pada persendian energi yang tak henti-hentinya. Sumber energi ini tersimpan di dalam molekul-molekul organik seperti karbohidrat untuk tujuan praktis satu-satunya sumber molekul bahan bakar yang menjadi tempat bergantung seluruh kehidupan.

Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti menyusun. Fotosintesis adalah proses pembentukan karbohidrat dari karbondioksida dan air dengan bantuan sinar matahari. Tumbuhan dapat melakukan fotosintesis karena mempunyai sel-sel yang mengandung klorofil (zat hijau daun).

Sejarah Penemuan Fotosintesis | lookadmin | 4.5