Sejarah Pencetusan Evolusi

Sejarah Pencetusan Evolusi – Adik-adik, setelah kalian menguasai dasar-dasar teori evolusi, kini kalian akan mempelajari topik yang semakin menarik. Pelajaran evolusi pada dasarnya mempelajari segala hal mengenai perubahan kehidupan. Perubahan tersebut berjalan secara perlahan-lahan dan terjadi sepanjang masa. Teori evolusi tidak muncul begitu saja. Teori evolusi pun mengalami ‘evolusi’ atau perubahan. Hal ini sangat wajar, mengingat bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang menghasilkan penemuan-penemuan baru, termasuk di antaranya yang berkaitan dengan evolusi. Berikut ini adalah perubahan pandangan yang terjadi mengenai teori evolusi dari waktu ke waktu.

1. Masa Fiksisme

Jika selama ini kalian mengira bahwa teori evolusi itu baru dimulai sejak masa Charles Darwin, kalian salah. Masa-masa sebelumnya juga memberi andil di dalam pencetusan evolusi. Masa fiksisme dipercaya merupakan tonggak dari masa pencetusan evolusi. Apakah masa fiksisme itu?
Masa fiksisme adalah masa yang terjadi hingga abad ke-18. Masa ini disebut fiksisme, yang berasal dari kata ‘fix’, yang artinya tetap atau tidak berubah. Jadi pada masa ini, orang percaya bahwa setiap organisme adalah ciptaan Tuhan. Selama masa fiksisme, tidak pernah dipersoalkan mengenai hubungan kekerabatan antara suatu organisme dengan organisme lainnya. Kemiripan atau kesamaan antara dua jenis organisme dianggap sebagai suatu kebetulan. Jika seseorang mempunyai kelainan atau cacat, orang tersebut dianggap telah dikutuk sehingga dikucilkan oleh masyarakat. Tokoh-tokoh pada masa ini adalah Aristoteles,Plato, Leeuwenhoek, Cuvier, Linnaeus, Buffon, dan Hooke.

2. Masa Adaptasi dan Transformasi

Setelah masa fiksisme, muncul suatu masa yang disebut masa adaptasi dan transformasi. Tokoh- tokoh masa ini antara lain Hutton, Malthus, Lamarck, dan Lyell. Pada masa ini, orang-orang mulai menyadari bahwa manusia tidak betul-betul serupa satu sama lain. Demikian pula halnya dengan makhluk hidup lain, misalnya tumbuhan. Hal ini menimbulkan suatu pertanyaan, dari mana datangnya perbedaan tersebut?
Jean Baptiste Lamarck (1744-1829), seorang ilmuwan berkebangsaan Prancis, mencoba menjelaskan bahwa perbedaan-perbedaan yang terjadi antar-individu disebabkan oleh kebiasaan dari individu tersebut. Contohnya, Lamarck menyatakan bahwa semua jerapah berasal dari jerapah yang berleher pendek. Oleh karena makanan jerapah berupa pucuk tumbuhan, leher jerapah dari generasi ke generasi menjadi semakin panjang karena mesti menjangkau pucuk-pucuk tumbuhan yang lebih tinggi.

3. Masa Seleksi Alam

Masa seleksi alam adalah masa ketika teori tentang seleksi alam dikemukakan oleh dua orang ilmuwan yang bekerja secara terpisah, yaitu Charles Robert Darwin dan Alfred Russell Wallace. Darwin adalah ilmuwan Inggris yang pernah berlayar dengan kapal The Beagle selama beberapa tahun untuk mengelilingi dunia.
Berdasarkan hasil pengamatannya, Darwin menemukan bahwa sebagian besar hewan di Kepulauan Galapagos tidak ditemukan di tempat lain di dunia ini. Meskipun demikian, hewan-hewan ini mirip dengan hewan-hewan di daratan Amerika Selatan. Tampaknya hewan-hewan di kepulauan gunung berapi ini berasal dari Amerika Selatan, yang selanjutnya berkembang biak menjadi berbagai spesies di Galapagos.
Di antara banyak jenis hewan yang diamati Darwin, dia tertarik dengan keanekaragaman jenis burung finch—sejenis burung pipit—di kepulauan itu. Di Kepulauan Galapagos terdapat 13 jenis burung finch. Burung-burung ini meskipun tampak sangat mirip, ternyata merupakan spesies yang berbeda. Darwin berpendapat bahwa nenek moyang burung-burung finch itu adalah burung finch yang berasal dari Ekuador. Burung-burung ini bermigrasi ke Galapagos, kemudian berkembang menjadi berbagai spesies yang berbeda karena beradaptasi dengan habitatnya masing-masing.
Pada intinya, teori Darwin sebenarnya hanya ada dua, yaitu seleksi alam dan pewarisan dengan modifikasi. Seleksi alam adalah mekanisme alam untuk menyeleksi individu-individu yang mampu bertahan dan beradaptasi dengan lingkungannya. Individu-individu yang berhasil bertahan akan mewariskan cara beradaptasi ini kepada keturunannya. Mekanisme inilah yang disebut pewarisan dengan modifikasi. Darwin berpendapat bahwa semua organisme berkerabat satu sama lain dan memiliki nenek moyang yang sama. Ketika turunan nenek moyang tersebut terpencar ke habitat-habitat yang berbeda jutaan tahun yang lalu, individu-individu itu beradaptasi dengan lingkungannya. Di sinilah seleksi alam bekerja dan mengeliminasi individu-individu yang tidak mampu bertahan. Individu-individu yang bertahan, kemudian mewariskan modifikasi hasil adaptasinya kepada turunannya.
Teori Darwin sangatlah terkenal sehingga tidak heran jika teori inilah yang kemudian melekat dalam ingatan hampir semua orang sebagai awal mula dari sejarah pencetusan evolusi. Setelah masa seleksi alam yang menghasilkan teori evolusi Darwin ini, muncul teori-teori baru, diantaranya masa teori genetika dengan tokohnya Gregor Mendel, masa teori sintetik dengan tokohnya Theodozius Dobzhansky, dan masa teori evolusi modern.
Itulah masa-masa yang penting di dalam sejarah pencetusan evolusi.

Penting untuk Diingat!

Hal-hal yang harus kalian ingat dari evolusi itu adalah sebagai berikut.
1. Evolusi bukan perubahan pada satu atau beberapa individu. Evolusi terjadi pada populasi dalam jangka waktu tertentu.
2. Alam mengarahkan evolusi melalui mekanisme seleksi alam.
3. Proses seleksi alam yang sangat spesifik akan mengarah pada terbentuknya spesies baru.
4. Kehidupan di muka bumi berubah dari waktu ke waktu. Banyak organisme baru yang muncul, dan banyak organisme yang hidup pada masa lalu kini sudah punah.
5. Semua organisme yang hidup sekarang, mempunyai sejarah dan hubungan dengan organisme yang hidup pada masa lalu.

Sejarah Pencetusan Evolusi | lookadmin | 4.5