Close Klik 2x

Realitas Perilaku Menyimpang dalam Masyarakat

Advertisement

Realitas Perilaku Menyimpang dalam Masyarakat – Perilaku menyimpang, dalam istilah awam, sering dipersamakan dengan kejahatan. Bagaimanakah realitas perilaku menyimpang dalam masyarakat? Mari simak bahasan berikut.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai realitas perilaku menyimpang dalam masyarakat.

Perilaku menyimpang, dalam istilah awam, sering dipersamakan dengan kejahatan. Secara sosiologis, menurut Light, Keller, dan Calhoun (dalam Sunarto, 2004 : 188-190), ada beberapa tipe kejahatan, antara lain:

1) Kejahatan tanpa korban (victimless crimes)
Yakni suatu bentuk kejahatan yang menjadikan pelaku sebagai korban tindakannya sendiri. Contohnya berjudi, penyalahgunaan narkoba, hubungan seks tidak sah yang dilakukan antar orang dewasa.

2) Kejahatan terorganisasi (organized crimes)
Ialah komplotan berkesinambungan untuk memperoleh uang atau kekuasaan dengan jalan menghindari hukum. Contohnya penjualan barang hasil kejahatan, pelacuran, perjudian gelap.

3) Kejahatan terorganisasi transnasional (transnational organized crimes)
Adalah kejahatan terorganisasi yang melampaui batas negara, dilakukan oleh organisasi-organisasi kejahatan dengan jaringan global. Contohnya, penyelundupan senjata, pencucian uang, traficking.

4) Kejahatan kerah putih (white collar crimes)
Mengacu pada kejahatan yang dilakukan oleh orang terpandang atau orang berstatus tinggi dalam rangka pekerjaannya. Contohnya, korupsi, penggelapan pajak.

5) Kejahatan perusahaan (corporate crimes)
Jenis kejahatan yang dilakukan atas nama organisasi formal (perusahaan) dengan tujuan menaikkan keuntungan dan menekan kerugian. Dapat berupa kejahatan terhadap konsumen atau kejahatan terhadap karyawan.
Selain dari klasifikasi di atas, kejahatan dapat pula dibedakan atas violent offenses (kejahatan yang disertai tindakan kekerasan terhadap orang lain) dan property offenses (kejahatan yang menyangkut hak milik).

Salah satu realitas perilaku menyimpang dalam masyarakat adalah kenakalan remaja. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai kenakalan remaja (juvenile delinquency), dapat dikutip beberapa definisi menurut para ahli:

• Fuhrmann
Kenakalan remaja merupakan suatu tindakan anak muda yang dapat merusak, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain.

• Hurlock
Kenakalan remaja adalah tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh remaja, dimana tindakan tersebut dapat membuat individu yang melakukannya dipidana penjara.

• Mussen
Kenakalan remaja dapat didefinisikan sebagai perilaku melanggar hukum atau kejahatan yang biasanya dilakukan oleh anak remaja berusia 16-18 tahun. Jika perbuatan ini dilakukan oleh orang dewasa maka akan mendapat sanksi hukum.

• Santrock
Kenakalan remaja adalah kumpulan dari berbagai perilaku, meliputi perilaku yang tidak dapat diterima secara sosial sampai tindakan kriminal.

Jensen (2002) membagi kenakalan remaja atas empat bentuk, yakni:

a) Kenakalan yang menimbulkan korban fisik pada orang lain. Contohnya, perkelahian, pemerkosaan, perampokan, pembunuhan, dan lain- lain.

b) Kenakalan yang menimbulkan korban materi, seperti pengrusakan, pencurian, pencopetan, pemerasan, dan lain- lain.

c) Kenakalan sosial yang tidak menimbulkan korban di pihak orang lain, misalnya pelacuran, penyalahgunaan narkoba/napza, hubungan seks bebas.

d) Kenakalan yang melawan status, misalnya, mengingkari status anak dengan minggat dari rumah atau menentang status pelajar dengan membolos sekolah.

Sedangkan Hurlock (1973) berpendapat bahwa kenakalan yang dilakukan remaja dapat dibedakan atas:
• Perilaku yang menyakiti diri sendiri dan orang lain, misalnya perkelahian atau tawuran pelajar.
• Perilaku yang membahayakan hak milik orang lain, seperti merampas, mencuri, dan mencopet.
• Perilaku yang tidak terkendali, yaitu perilaku yang tidak mematuhi orangtua dan guru, antara lain, membolos, mengendarai kendaran tanpa surat izin mengemudi, serta minggat dari rumah.
• Perilaku yang membahayakan diri sendiri dan orang lain, seperti mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi, memperkosa, dan menggunakan senjata tajam.

RANGKUMAN

1) Perilaku menyimpang, dalam istilah awam, sering dipersamakan dengan kejahatan. Secara sosiologis, ada beberapa tipe kejahatan.
2) Salah satu realitas perilaku menyimpang dalam masyarakat adalah kenakalan remaja.

Realitas Perilaku Menyimpang dalam Masyarakat | lookadmin | 4.5