Reaksi Pembakaran

Reaksi Pembakaran – Ketika bahan bakar bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan kalor, reaksi tersebut dinamakan reaksi pembakaran.

Reaksi pembakaran selalu berupa reaksi eksoterm, yaitu reaksi yang menghasilkan kalor. Reaksi pembakaran biasanya memerlukan tiga hal – bahan bakar (hidrokarbon), oksigen, dan percikan api untuk menyalakan bahan bakar.

 
Pembakaran sempurna hidrokarbon
  • Harus ada kelebihan O2(g) untuk membakar hidrokarbon secara sempurna.
  • Hasil pembakarannya berupa CO2(g) dan H2O(g).
  • Hidrokarbon terbakar dengan nyala api biru.
Persamaan umum untuk reaksi pembakaran sempurna hidrokarbon adalah:
CxHy + (x + y/4) O2 → x CO2 + y/2 H2O + kalor
Pembakaran sempurna disebut juga pembakaran stoikiometri atau pembakaran tanpa kelebihan udara. Jika bahan bakarnya mengandung sulfur (belerang), maka terbentuk pula sulfur dioksida.
 
Contoh:
hidrokarbon: CH4 + 2O2 → CO2 + 2H2O + kalor
alkohol: C2H5OH + 3O2 → 2CO2 + 3H2O + kalor
karbohidrat: C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 + 6H2O + kalor
Jika bahan bakar mengandung karbon, hidrogen dan oksigen, hasil pembakaran sempurna selalu berupa CO2 dan H2O.
Pembakaran hidrokarbon menjadi aktif bila hidrokarbon dipanaskan di atas suhu penyalaannya dan tersedia cukup oksigen. Ikatan kimia hidrokarbon menjadi terurai dan unsur-unsur, karbon dan hidrogen dalam hidrokarbon, bergabung dengan oksigen untuk membentuk oksida: karbon dioksida dan air. Jumlah oksigen yang dibutuhkan agar pembakaran tersebut sempurna tergantung pada rasio karbon – hidrogen dalam hidrokarbon. Semakin tinggi jumlah karbon dalam bahan bakar, semakin banyak oksigen diperlukan. Ketika ukuran molekul hidrokarbon bertambah, molekul ini tidak mudah menguap dan lebih sulit untuk dinyalakan.
 
Pembakaran taksempurna hidrokarbon
Persamaan umum reaksi pembakaran taksempurna adalah
CxHy + (?)O2 → C + CO + CO2 + H2O + kalor
  • Ada kekurangan jumlah oksigen dalam reaksi ini.
  • Jumlah hidrokarbon berlebih.
  • Selain CO2(g), dihasilkan juga karbon monoksida CO(g), karbon (C(s)) yang biasanya berupa jelaga, dan H2O(g)
  • Hidrokarbon terbakar dengan nyala berasap atau berjelaga.
  • Atom-atom karbon yang berpijar mengubah nyala menjadi kuning.
Contoh:
CH4(g) + O2(g) → C(s) + 2H2O(g).
Ketika ikatan-ikatan dalam hidrokarbon terurai, mula-mula hidrogen bergabung dengan oksigen untuk membentuk uap air, lalu karbon bergabung dengan sisa oksigen. Karena itu, terbentuk entah karbon padat atau karbon monoksida. CO adalah gas beracun takberwarna. Gas ini mampu mengikatkan diri dengan hemoglobin darah kita sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen. Karena itu, orang yang menghirup gas CO akan mati kehabisan napas.
 
Pembakaran hidrogen

Apabila pancaran hidrogen dibakar dalam udara (oksigen) kering, diperoleh uap air dan sejumlah besar kalor. 2 H2(g) + O2(g) → 2 H2O(g) + kalor.

Reaksi ini digunakan dalam mesin roket.
 
Pembakaran sulfur
Sulfur terbakar dengan nyala biru terang dan hasil utama pembakaran ini berupa oksigen dan sulfur dioksida. Terbentuk pula sejumlah kecil sulfur trioksida
S(s) + O2(g) → SO2(g)
2S(s) + 3O2(g) → 2SO3(g)
 
Pembakaran fosfor
Fosfor terbakar dalam oksigen dengan nyala putih terang yang menghasilkan awan putih fosfor pentaoksida.
P4(s) + 5O2(g) → 2P2O5(s)
Reaksi Pembakaran | lookadmin | 4.5