Reaksi Kimia Eksotermis dan Endotermis

Advertisement

Reaksi Kimia Eksotermis dan Endotermis – Pada pelajaran ini kita akan mempelajari mengenai hubungan reaksi kimia eksotermis dan endotermis dengan perubahan temperatur dan energi.

Untuk mendapatkan penjelasan lebih baik mengenai konsep reaksi eksotermis danendotermis, sangat penting untuk mendefinisikan entalpi dan beberapa dari hukum termodinamika.

Sistem ini dapat melakukan tukar menukar energi dengan lingkungan. Sesuai dengan Hukum Konservasi Energi, jumlah energi yang terdapat di dunia akan selalu sama. Perubahan energi dalam reaksi kimia diakibatkan dari perbedaan  energi yang terdapat dalam rantai kimia antara reaktan dan produk.

Entalpi adalah besarnya panas dalam sistem dan diwakili dengan simbol H. Perubahan entalpi (ΔH) dijelaskan sebagai perbedaan dalam entalpi antara reaktan dan produk reaksi. Perubahan entalpi sama dengan energi yang diterima atau dilepaskan sistem, pada tekanan konstan. Energi yang diserap atau dilepaskan dibentuk dari panas, cahaya atau suara.

Reaksi kimia yang melepaskan energi disebut reaksi eksotermis. Reaksi kimia yang menyerap energi disebut reaksi endotermis.

Sesuai dengan Hukum Lavoisier-Laplace :Jumlah panas yang dibutuhkan untuk memecah senyawa menjadi elemen konstituen adalah sama dengan panas
yang dibutuhkan untuk membangun senyawa dari elemennya. Atau perubahan entalpi yang terjadi pada reaksi satu arah adalah sama, namun memiliki tanda yang berlawanan karena dibandingkan dengan perubahan entalpi pada reaksi yang berlawanan arah. Oleh karena itu, jika kita mempunyai reaksi reversibel, jika reaksi langsung (searah) adalah endotermis maka reaksi tidak langsung (berlawanan) adalah eksotermis, begitu juga sebaliknya.

Reaksi eksotermis sering terjadi secara spontan dan menghasilkan entalpi negatif pada sistem. Ini berarti bahwa energi panas hilang di sekelilingnya.

Contoh reaksi eksotermis:

Reaksi ini adalah reaksi eksotermis karena reaktan lebih banyak menyimpan energi (total entalpi lebih besar) daripada produk dan oleh karenanya energi yang dilepas ke lingkungan sekelilingnya sebagai panas. Jadi, pada kasus ini kita tuliskan bahwa ΔH adalah -395.5 kJ/mol. Mengapa negatif? Angka negatif dikarenakan energi hilang dari sistem dan dilepaskan ke sekelilingnya. Dalam hal ini, kita definisikan reaktan kita sebagai sistem dan udara dimana panas dilepaskan sebagai lingkungan sekitar. Contoh lain dari reaksi eksotermis adalah pengaratan besi dan pembakaran kayu.

Contoh dari reaksi endotermis:

Reaksi endotermis harus menyerap energi dari lingkungan sekitarnya karena produk lebih menyimpan banyak energi (lebih banyak total entalpi) daripada reaktan. Mereka berasosiasi dengan entalpi positif, artinya panas masuk ke dalam sistem. Fotosintesa adalah contoh dari reaksi endotermis. Energi dari matahari penting untuk reaksi ini.

Itulah artikel Reaksi Kimia Eksotermis dan Endotermis. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda, baca juga artikel terkait lainnya.

Advertisement
Reaksi Kimia Eksotermis dan Endotermis | lookadmin | 4.5