Close Klik 2x

Ragam Bahasa dalam Siaran

Advertisement

Ragam Bahasa dalam Siaran – Siswa dapat memahami ragam bahasa dalam siaran.

Ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut penggunaan, topik pembicaraan, hubungan pembicara, lawan bicara, serta media yang digunakan pembicara. Ragam bahasa terjadi karena beberapa hal yaitu aksen, dialek, gaya, dan variasi bahasa baku.

Ragam Bahasa Siaran

Fenomena ragam bahasa dalam siaran meliputi:

1. Penggunaan Ragam Bahasa Informal
Penuturan informasi di media elektronik umumnya menggunakan bahasa yang bersifat santai, akrab, campuran bahasa daerah, dialek dan kesantunan bahasa yang tidak berlebihan dengan mengesampingkan faktor status, usia, jabatan maupun tingkat ekonomi. Hal itu bukanlah pelanggaran norma, namun semata-mata untuk menimbulkan efek kedekatan antara penutur dan pendengar.

Penggunaan bahasa informal dalam siaran sangat mendukung eksistensi sebuah acara di stasiun radio. Contoh penggunaan ragam bahasa informal penyiar radio:
“Met malam! Jumpa lagi dengan Rika di Curcol. Yang lagi ada masalah dan pengen share, langsung aja sms”

2. Campur Kode
Campur kode digunakan untuk menciptakan keakraban antar penyiar dan pendengar. Jika pendengar adalah remaja, maka bahasa yang digunakan disesuaikan dengan jiwa pendengarnya. Campur kode dibagi menjadi dua, yaitu:
a. Campur kode ke dalam (innercode-mixing) adalah campur kode yang berasal dari bahasa asli dengan segala variasinya
Contoh :
– Yang mau curhat sok atuh sms aja.
– Mumpung masih suasana lebaran ojo angel untuk saling memaafkan.
Penggunaan kata “sok atuh” dan “ojo angel” adalah bahasa Sunda dan bahasa Jawa. Campur kode terjadi karena suasana yang informal dan menyesuaikan siapa yang diajak berkomunikasi.
b. Campur kode ke luar (outer code-mixing) adalah campur kode yang berasal dari bahasa asing.
Contoh:
– Met malam! Jumpa lagi dengan Rika di Curcol. Yang lagi ada masalah dan pengen share, langsung aja sms. Siapa tahu Rika bisa kasih solusi.
Kata share merupakan bahasa asing (Bahasa Inggris). Dalam acara yang melibatkan emosi para pendengar, kata ini sering dipakai daripada kata membagi untuk sebuah masalah yang ingin disampaikan.

3. Alih Kode
Alih kode merupakan gejala peralihan bahasa karena perubahan situasi, bisa dari ragam santai ke ragam resmi dan sebaliknya.
Contoh:
Obrolan 1:
Dari Rista di Permai: Met malam kak Rika, request lagunya Maudy Ayunda yang Perahu Kertas,thank you.
Obrolan 2:
Penyiar: Thank you too.
Obrolan 3: Saya Rendy di Timur Matahari, request lagunya Rio Febrian yang Bertahan dong, terima kasih.

Peralihan bahasa dari obrolan 1 ke obrolan 2 merupakan alih kode dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris. Sedangkan peralihan dari obrolan 2 ke obrolan 3 merupakan alih kode dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia.

Jenis-jenis berita televisi menurut JB Wahyudi (Jurnalistik Televisi: Tentang dan Sekitar Siaran Berita TVRI karya J.B.Wahyudi, Penerbit Alumni Bandung Tahun 1984).

1. Berita Terkini
Berita terkini adalah uraian informasi tentang peristiwa yang terjadi pada hari ini dan bersifat terikat dengan waktu. Semakin cepat ditayangkan, semakin baik. Terdapat dua bentuk sajian berita terkini yaitu:

a. Berita langsung
Berita langsung adalah uraian fakta yang mengandung inti 5W + 1H dari yang bersifat penting hingga ke arah yang kurang penting. Berita ditayangkan dengan cara:
1) Memotong program acara untuk memasukkan berita (break news).
2) Memasukkan teks berjalan serta gambar grafis pada program acara yang sedang berlangsung (super imposed).
3) Pada media cetak disebut dengan Stop Press. Stop Press terdiri atas:
a) Straight news, yaitu berita yang disiarkan secara langsung yang bersifat actual.
Contoh : Berita tentang kenaikan harga BBM, peristiwa politik dll
b) Soft news, yaitu berita dengan tema yang ringan namun menggigit yang bisa menjadi inspirasi bagi pembaca maupun penonton televisi.
Contoh : cinta ditolak, penjara terisi

b. Berita mendalam (Indepth News)
Jenis berita yang juga terdapat analisa dari berbagai sudut pandang oleh para pakar. Terdiri atas:

1) Berita komprehensif (berita menyeluruh)
Berita tentang faktor yang ditinjau dari berbagai aspek dan bersifat menyeluruh pada sebuah sistem sosial tertentu

2) Berita interpretatif
Berita dengan fokus sebuah isu, masalah dan peristiwa kontroversial. Berita ini bersifat bertanya dan merupakan perpaduan antara fakta dan penafsiran, bukan pada sebuah sistem sosial tertentu.

3) Berita investigatif
Ciri berita ini adalah pada penelusuran fakta secara tersembunyi terhadap sebuah peristiwa atau fakta yang ada di khalayak ramai. Uraian merupakan perbandingan antara fakta yang sudah ada dengan fakta hasil penelusuran.

2. Berita Berkala
Berita yang bersifat kurang kuat dengan penyajian yang tidak terikat oleh waktu. Disajikan dari informasi yang kurang penting ke yang penting. Terdiri atas:

a. Laporan eksploratif
Uraian tentang fakta yang didapatkan dengan cara penelusuran lebih dalam tentang sebuah masalah. Fakta atau pendapat dari berbagai narasumber diuraikan secara lengkap, jujur, terbuka dan berimbang.

b. Laporan khas (feature)
Uraian fakta bersifat unik yang diuraikan secara rinci.

c. Berita analisis. Jenis berita yang bersifat analisis.

d. Human Interest. Jenis berita dengan uraian yang mengandung sentuhan rasa kemanusiaan.

e. Majalah udara. Mata acara pada radio dan televisi yang memuat gabungan uraian fakta. Terdiri atas:

1) Majalah udara umum. Majalah udara berisi uraian yang bersifat heterogen.

2) Majalah udara khusus. Majalah udara berisi uraian yang bersifat homogen.

Poin Penting

Ragam bahasa dalam siaran meliputi:
1. Penggunaan Ragam Bahasa Informal
2. Campur Kode
3. Alih Kode

Ragam Bahasa dalam Siaran | lookadmin | 4.5