Close Klik 2x

Proses Terbentuknya Negara dan Pemerintahan Republik Indonesia

Advertisement

Proses Terbentuknya Negara dan Pemerintahan Republik Indonesia – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian akan mengetahui peristiwa di balik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

PROSES TERBENTUKNYA NEGARA DAN PEMERINTAHAN REPUBLIK INDONESIA

Banyak tokoh yang terlibat di balik persiapan proklamasi Indonesia. Siapa saja tokoh-tokoh tersebut ? Dan apakah peranan mereka ? Berikut penjelasannya.

Berbicara tentang pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) maka tidak akan lepas dari proses menjelang proklamasi dan hal-hal yang ada di sekitar upaya kemerdekaan Indonesia. Berlangsungnya Perang Dunia II, yang melibatkan Jepang dengan tentara Sekutu, memaksa Jepang menarik pasukannya di daerah jajahan, termasuk Indonesia, untuk kembali mempertahankan negerinya dari serangan Sekutu. Terlebih setelah peristiwa pemboman Hiroshima dan Nagasaki yang memaksa Jepang lebih fokus dalam pertahanan negara sendiri.

Sebagai upaya untuk memperpanjang pendudukan mereka di Indonesia dan menarik simpati rakyat, Perdana Menteri Jepang saat itu, Koiso, menjanjikan kemerdekaan Indonesia dan mulai membentuk lembaga-lembaga untuk melakukan persiapan kemerdekaan. Tercatat pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang diisi oleh tokoh-tokoh muda Indonesia dan perwakilan Jepang guna mengkaji kemungkinan kedaulatan Indonesia.

Beberapa kiprah BPUPKI, di antaranya :

1) Sidang tanggal 29 Mei 1945
Mr. Prof. Mohammad Yamin berpidato mengemukakan gagasan mengenai rumusan lima asas dasar negara Republik Indonesia, yaitu Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaa, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat.

2) Sidang tanggal 31 Mei 1945
Prof. Mr. Dr. Soepomo berpidato mengemukakan gagasan mengenai rumusan lima prinsip dasar negara Republik Indonesia, yang ia beri nama “Dasar Negara Indonesia Merdeka”, yaitu Persatuan, Kekeluargaan, Mufakat dan Demokrasi, Musyawarah, serta Keadilan Sosial.

3) Sidang tanggal 1 Juni 1945
Ir. Soekarno berpidato mengemukakan gagasan mengenai rumusan lima sila dasar negara Republik Indonesia, yang ia namakan “Pancasila”, yaitu Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme dan Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial serta Ketuhanan Yang Maha Esa.

Selanjutnya, BPUPKI berganti nama menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dalam struktur PPKI, tidak ada perwakilan Jepang yang terlibat. Anggota PPKI terdiri dari 21 orang tokoh utama pergerakan nasional Indonesia, sebagai upaya untuk mencerminkan perwakilan dari berbagai etnis di wilayah Hindia-Belanda, yakni 12 orang asal Jawa, 3 orang asal Sumatera, 2 orang asal Sulawesi, 1 orang asal Kalimantan, 1 orang asal Sunda Kecil (Nusa Tenggara), 1 orang asal Maluku, serta 1 orang asal etnis Tionghoa.

Pada 14 Agustus 1945, golongan pemuda mendengar ultimatum dari pihak Sekutu kepada Jepang untuk menyerahkan diri karena posisi mereka yang sudah mendesak Jepang. Berita ini mendapat sambutan baik dari pihak pemuda, terlebih setelah pengumuman menyerahnya Jepang atas Sekutu oleh Kaisar Hirohito yang diumumkan melalui siaran radio di Jakarta pada 15 Agustus 1945.

Hal ini membawa dampak pada perjuangan Indonesia mencapai kemerdekaan. Para tokoh pemuda mendatangi kediaman Ketua dan Wakil Ketua PPKI saat itu, Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta pasca kepulangan mereka dari pertemuan dengan Jepang di Hanoi, Vietnam. Mereka mendesak agar proklamasi kemerdekaan dilaksanakan secepat mungkin, tidak mengikuti anjuran Belanda agar dilakukan pada 18 Agustus 1945, melainkan secepatnya yaitu 16 Agustus 1945. Ide ini ditolak oleh kedua tokoh ini dengan pertimbangan posisi Indonesia di mata dunia apabila mengingkari hasil keputusan perjanjian sebelumnya. Penolakan tersebut kemudian memaksa golongan pemuda mengasingkan Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta ke Rengasdengklok dengan tujuan mengasingkan mereka dari tekanan Jepang. Di lain pihak, Ahmad Subardjo berusaha mencari berita kejelasan penyerahan Jepang terhadap Sekutu agar tidak menjadi bumerang bagi langkah mereka selanjutnya.

Setelah menerima kabar yang bisa dipercaya, Ahmad Subardjo menjemput kedua tokoh tersebut di Rengasdengklok dan membawanya kembali ke Jakarta. Ia sempat berjanji kepada golongan pemuda bahwa kemerdekaan akan diumumkan selambatnya 17 Agustus 1945 pukul 12.00 siang. Di Jakarta, mereka kemudian merumuskan naskah proklamasi di rumah Laksamana Muda Maeda.

Naskah proklamasi ini mengalami beberapa kali revisi sebelum dibacakan, antara lain :

1. Mengganti kata ‘tempoh’ menjadi ‘tempo’.
2. Mengganti ‘wakil-wakil bangsa Indonesia’ dengan ‘Atas Nama Bangsa Indonesia’.
3. Mengganti ‘Djakarta 17-8-05’ menjadi ‘Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05’.

Teks proklamasi ini kemudian diproklamasikan pada Jumat, 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, yakni kediaman Ir. Soekarno. Dalam acara proklamasi ini dilakukan pengibaran bendera merah putih oleh Suhud dan Latief Hendraningrat yang diiringi lagu Indonesia Raya oleh para peserta upacara secara spontan.

RANGKUMAN

1) Berlangsungnya Perang Dunia II, yang melibatkan Jepang dengan tentara Sekutu, memaksa Jepang menarik pasukannya di daerah jajahan, termasuk Indonesia, untuk kembali mempertahankan negerinya dari serangan Sekutu.

2) Sebagai upaya untuk memperpanjang pendudukan mereka di Indonesia dan menarik simpati rakyat, Perdana Menteri Jepang saat itu, Koiso, menjanjikan kemerdekaan Indonesia dan mulai membentuk lembaga-lembaga untuk melakukan persiapan kemerdekaan.

3) Teks proklamasi kemudian diproklamasikan pada Jumat, 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, yakni kediaman Ir. Soekarno.

Proses Terbentuknya Negara dan Pemerintahan Republik Indonesia | lookadmin | 4.5