Close Klik 2x

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Advertisement

Proses Pembentukan Minyak Bumi – Bagi pengendara kendaraan bermotor, bensin menjadi hal yang sangat dibutuhkan sebagai bahan bakar. Bagi ibu-ibu rumah tangga dan industri kecil maupun besar, Liquid Petroleum Gas(LPG) merupakan bahan bakar yang sangat penting. Berbagai jenis bahan bakar ini berasal dari minyak bumi dan gas alam. Bagaimanakah proses pembentukan minyak bumi dan gas alam? 

A. Proses Pembentukan Minyak Bumi
Minyak bumi dan gas alam terbentuk dari fosil-fosil hewan dan tumbuhan kecil atau jasad renik lautan. Ketika hewan dan tumbuhan laut mati, jasad mereka tertimbun oleh pasir dan lumpur di dasar laut. Setelah ribuan tahun tertimbun, lapisan-lapisan lumpur dan pasir tersebut lambat laun berubah menjadi batuan karena pengaruh tekanan dan suhu bumi yang tinggi. Akibat meningkatnya tekanan dan panas bumi, bakteri anaerob menguraikan fosil hewan dan tumbuhan yang terjebak di lapisan batuan. Kemudian, mengubahnya menjadi minyak dan gas alam. Proses pembentukan minyak dan gas ini memakan waktu jutaan tahun.


Sebagian minyak dan gas alam mengalir ke atas permukaan, sebagian lagi terperangkap di dalam lubang-lubang batu berpori. Di beberapa tempat, gerakan bumi melengkungkan lapisan batu tersebut dan menciptakan perangkap minyak yang sangat besar. Di tempat perangkap minyak inilah kita dapat memperoleh minyak dan gas alam. Walaupun minyak dan gas alam terbentuk di dasar lautan, banyak sumber minyak dan gas alam yang ditemukan di daratan. 

Hal ini disebabkan karena pergeseran kulit bumi seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi, sehingga sebagian lautan menjadi daratan.


Keberadaan perangkap minyak bumi dapat dicari oleh ahli geofisika menggunakan gelombang seismik. Pencarian minyak dimulai dengan menentukan lapisan batuan yang paling mungkin mengandung minyak. Tanda-tanda ada perangkap minyak ditentukan dengan pengukuran perubahan sifat magnet atau perubahan gaya tarik bumi. Kemudian dipasang peledak untuk mengirimkan gelombang pengejut ke bawah dan menembus bebatuan tersebut. Gaung yang dipantulkan direkam dan dianalisis untuk memperkirakan lapisan batuan. Jika memungkinkan, maka dilakukan uji pengeboran untuk mengetahui apakah benar-benar ada minyak di dalamnya.


Pengeboran dilakukan dengan pipa-pipa yang digerakkan oleh mesin. Ujung bor biasanya ada intannya untuk memecahkan batu yang amat keras. Apabila pengeboran berhasil, minyak akan mengalir dari sumur bor. Minyak ini disebut minyak mentah. Minyak mentah dibawa ke kilang minyak melalui jaringan pipa, kapal tanker, kereta api, atau jalan raya. Di kilang minyak, minyak mentah diolah dengan cara distilasi bertingkat atau fraksionasi.


Minyak dan gas bumi berguna untuk kesejahteraan manusia, tapi kita tahu bahwa proses pembentukannya memerlukan waktu yang sangat lama. Mencari dan mengambilnya melalui pengeboran sangat sukar. Mengolahnya menjadi bahan bakar memerlukan biaya yang sangat mahal. Selain itu, minyak dan gas bumi juga merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbarui dalam waktu yang cepat. Oleh karena itu, kita harus menghemat dalam menggunakan minyak dan gas bumi mulai sekarang, baik sebagai bahan bakar maupun produk-produk industri lainnya.

B. Komposisi Minyak Bumi

Minyak bumi yang baru keluar dari pengeboran dinamakan minyak mentah (crude oil) yang kental berwarna hitam. Minyak mentah merupakan campuran yang sangat kompleks dari berbagai macam senyawa. Di dalamnya sebagian besar merupakan senyawa hidrokarbon seperti alkana, sikloalkana, dan hidrokarbon aromatik, serta senyawa mikro, seperti asam-asam organik dan unsur-unsur anorganik seperti belerang.


Hidrokarbon dalam minyak mentah terdiri atas hidrokarbon jenuh, alifatik, dan alisiklik. Sebagian besar komponen minyak mentah adalah hidrokarbon jenuh, yakni alkana dan sikloalkana. Komposisi minyak bumi sangat bervariasi dari satu sumur ke sumur lainnya dan dari satu daerah ke daerah lain.
Di Indonesia, minyak bumi terdapat di bagian utara pulau Jawa, bagian timur Kalimantan dan Sumatera, daerah Papua, dan bagian timur pulau Seram. Minyak bumi juga diperoleh di lepas pantai utara Jawa dan pantai timur Kalimantan.


Minyak bumi yang ditambang di Indonesia umumnya banyak mengandung senyawa hidrokarbon siklik, baik sikloalkana maupun aromatik. Berbeda dengan minyak dari Indonesia, minyak bumi dari negara-negara Arab lebih banyak mengandung alkana dan minyak bumi Rusia lebih banyak mengandung sikloalkana.


Gas alam merupakan campuran dari alkana dengan komposisi bergantung pada sumbernya. Umumnya mengandung 80% metana (CH4), 7% etana (C2H6), 6% propana (C3H8), 4% butana dan isobutana (C4H10), dan 3% pentana (C5H12). Gas alam yang dipasarkan sudah diolah dalam bentuk cair, disebut LNG (Liquid Natural Gas).

Itulah artikel Proses Pembentukan Minyak Bumi. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda, baca juga artikel terkait lainnya.

Proses Pembentukan Minyak Bumi | lookadmin | 4.5