Proses Asosiatif dan Disosiatif

Proses Asosiatif dan Disosiatif – Gillin dan Gillin menyebutkan dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial, yaitu proses asosiatif (process of association) dan proses disosiatif (process of dissociation). Apakah yang dimaksud dengan proses asosiatif? Apakah yang dimaksud dengan proses disosiatif? Mari simak bahasan berikut.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai proses asosiatif dan disosiatif.

Gillin dan Gillin menyebutkan dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial, yaitu proses asosiatif (process of association) dan proses disosiatif (process of dissociation). Proses asosiatif merupakan proses menuju terbentuknya persatuan atau integrasi sosial. Sedangkan proses disosiatif sering juga disebut sebagai proses oposisional (oppositional process) yang berarti cara berjuang melawan seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu.

Proses asosiatif mempunyai bentuk-bentuk sebagai berikut.

1) Kerja sama (cooperation)
Kerja sama adalah suatu usaha bersama antar individu atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama timbul apabila orang menyadari memiliki kepentingan atau tujuan yang sama dan bahwa hal tersebut bermanfaat bagi dirinya atau orang lain.

2) Akomodasi (accomodation)
Akomodasi memiliki dua makna, yaitu yang merujuk pada keadaan dan proses. Akomodasi yang merujuk pada keadaan menunjukkan adanya keseimbangan dalam interaksi antarindividu atau antarkelompok yang berkaitan dengan nilai dan norma sosial yang berlaku

Akomodasi memiliki berbagai bentuk, yakni:

• Koersi (coercion), yaitu bentuk akomodasi yang prosesnya melalui paksaan fisik atau psikologis.

• Kompromi (compromise), yaitu suatu bentuk akomodasi dimana pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian.

• Arbitrasi (arbitration), yaitu cara untuk mencapai sebuah kompromi melalui pihak ketiga sebab pihak-pihak yang bertikai tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Pihak ketiga ini dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh badan yang berwenang.

• Mediasi (mediation), hampir mirip dengan arbitrasi. Hanya saja pihak ketiga netral, hanya sebagai penasehat, yang tak berwenang mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah.

• Konsiliasi (conciliation), yaitu suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak yang bertikai untuk mencapai suatu kesepakatan.

• Toleransi (toleration), yaitu suatu bentuk akomodasi yang terjadinya tanpa persetujuan formal. Berupa sikap sabar membiarkan perbedaan, sehingga pertikaian dapat selesai dengan sendirinya.

Stalemate, terjadi ketika pihak-pihak yang bertikai memiliki kekuatan seimbang sehingga akhirnya pertikaian tersebut berhenti pada titik tertentu atau kemacetan yang mantap.

• Ajudikasi (ajudication), yaitu suatu cara menyelesaikan masalah melalui pengadilan.

• Segresi (segretion), yaitu masing-masing pihak memisahkan diri dan saling menghindar dalam rangka mengurangi ketegangan.

• Eliminasi (elimination), yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik karena mengalah.

Subjugation atau domination, yaitu pihak yang mempunyai kekuatan besar (dominan) meminta pihak lain untuk mentaatinya.

• Keputusan mayoritas (majority rule), yaitu keputusan yang diambil berdasarkan suara terbanyak dalam voting.

Minority consent, yaitu golongan minoritas yang tidak merasa dikalahkan tetapi dapat melakukan kegiatan bersama.

• Konversi, yaitu penyelesaian konflik dimana salah satu pihak bersedia mengalah dan mau menerima pendirian pihak lain.

• Gencatan senjata (cease fire), yaitu penangguhan permusuhan dalam jangka waktu tertentu.

3) Asimilasi (assimilation)
Asimilasi merupakan usaha-usaha untuk mengurangi perbedaan antarindividu atau antarkelompok guna mencapai satu kesepakatan berdasarkan kepentingan dan tujuan-tujuan bersama.

4) Akulturasi (acculturation)
Akulturasi adalah berpadunya dua kebudayaan yang berbeda dan membentuk satu kebudayaan baru dengan tidak menghilangkan ciri kepribadian masing-masing.

Proses disosiatif mempunyai bentuk-bentuk sebagai berikut.
a) Persaingan (competition)
Persaingan adalah suatu perjuangan dari berbagai pihak untuk mencapai tujuan tertentu.
b) Kontravensi (contravension)
Kontravensi ditandai oleh adanya ketidakpuasan dan ketidakpastian mengenai diri seseorang, rencana dan perasaan tidak suka yang disembunyikan, kebencian atau keraguan terhadap kepribadian seseorang.
c) Pertentangan atau Konflik (conflict)
Pertentangan atau konflik adalah suatu perjuangan individu atau kelompok sosial untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman atau kekerasan.

RANGKUMAN

1) Proses asosiatif merupakan proses menuju terbentuknya persatuan atau integrasi sosial.
2) Adapun proses disosiatif sering juga disebut sebagai proses oposisional (oppositional process) yang berarti cara berjuang melawan seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu.

 

Proses Asosiatif dan Disosiatif | lookadmin | 4.5