Prinsip-Prinsip Penulisan Resensi

Prinsip-Prinsip Penulisan Resensi – Siswa dapat mengaplikasikan prinsip-prinsip penulisan resensi dengan menulis resensi buku.

Apa buku yang terakhir kalian baca? Apakah kalian membaca kumpulan cerpen, novel, atau buku nonfiksi yang menjelaskan tentang keadaan sosial masyarakat dan sebagainya? Ingatlah kembali isi buku tersebut dan hal apa saja yang kalian dapatkan. Setelah itu, cobalah untuk menulis resensinya.

Resensi menjadi bentuk pembicaraan tentang sebuah karya seni. Pembicaraan tersebut disampaikan melalui tulisan dengan menimbang atau memberikan penilaian terhadap karya tersebut. Penilaian dijelaskan secara objektif, yaitu disertai dengan alasan yang kuat dan logis serta mampu menarik orang lain untuk ikut membaca atau menikmati karya tersebut. Karya yang dapat menjadi bahan resensi adalah buku, teater, film, lagu, dan karya lainnya.

Penulisan resensi memiliki tujuan untuk memberitahukan penilaian yang sudah ditimbang dengan baik kepada orang lain. Jika kalian meresensi sebuah buku, maka tujuannya adalah mengajak pembaca lain untuk membaca buku yang kalian resensi. Asma Nadia menyebutkan ada lima alasan seseorang harus menulis resensi, yaitu sebagai berikut.

1. Upaya untuk mengikat makna

Kalian belajar untuk ”mengikat makna” dengan menulis resensi dari buku yang telah kalian baca dan kalian akan selalu ingat dengan hal-hal yang ada dalam buku tersebut.

2. Berlatih untuk mengapresiasi tulisan

Resensi menjadi kegiatan untuk mengapresiasi sebuah karya. Tidak hanya pujian, resensi pun berisi kritikan terhadap karya, terutama buku yang telah dibaca, menilai buku tersebut dan mengambil hal-hal positifnya. Apabila buku itu memiliki kekurangan, kalian dapat belajar untuk memperbaiki tulisan kalian dan jika buku itu banyak memiliki kelebihan, maka kalian dapat mengambil kelebihan itu untuk diterapkan pada tulisan kalian. Hal ini sangat bermanfaat bagi kalian yang ingin menjadi penulis.

3. Cara jitu untuk berlatih menulis

Menulis resensi dapat melatih kalian dalam mengungkapkan gagasan dengan lebih baik. Kegiatan menulis resensi sama juga dengan menulis buku harian atau surat pembaca yang menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan menulis.

4. Jauh dari lupa

Menulis resensi membantu kalian untuk mengingat buku-buku yang telah dibaca. Setelah membeli dan membaca buku, kalian dapat menuliskan ulasan buku tersebut untuk menyampaikan kesan dan penilaian. Lalu, menarik orang lain untuk ikut membaca. Apalagi jika resensi kalian dimuat di surat kabar dan jika tulisan resensi yang sudah dimuat itu dikirimkan ke penerbit, maka kalian bisa mendapatkan buku atau apresiasi dari penerbit.

5. Meningkatkan nalar

Kalian dapat meningkatkan kemampuan nalar dengan menulis resensi. Jangkauan berpikir atau nalar kalian ditingkatkan dengan menuliskan kembali teks yang sangat luas ke dalam teks yang lebih ringkas dan menganalisis teks tersebut untuk dijadikan resensi.

Kalian juga dapat memperhatikan beberapa kiat untuk menulis resensi buku, yaitu sebagai berikut.

  1. Bacalah buku yang kalian pahami sesuai dengan pengetahuan yang kalian miliki.
  2. Bacalah isi buku secara keseluruhan dan jika perlu kalian membacanya berulang-ulang.
  3. Pilihlah tema pokok yang ingin dijelaskan dalam resensi.
  4. Kalian dapat mengutip materi dari isi buku sebagai data penilaian.
  5. Berilah penjelasan pada awal tulisan yang membantu pendeskripsian isi buku secara singkat.
  6. Materi yang dijelaskan dalam buku dapat dipaparkan pada bagian badan atau struktur tulisan.
  7. Akhirilah tulisan dengan memberikan komentar singkat yang mencangkup kelemahan dan keunggulan buku yang disampaikan secara seimbang dan objektif.

Apakah kalian sudah memahami kiat dalam menulis resensi buku? Jika sudah cukup paham, kalian dapat mencoba menulis resensinya dengan mengikuti beberapa langkah berikut ini.

1. Tahan persiapan

  • Memilih dan menentukan buku yang akan diresensi Pilih dan tentukanlah buku yang kalian sukai dan dijangkau oleh pengetahuan kalian untuk dijadikan resensi.
  • Membaca contoh-contoh resensi Contoh-contoh resensi dapat ditemukan di surat kabar atau internet. Contoh resensi tersebut digunakan sebagai referensi.

2. Tahap pengumpulan data

  • Membaca buku yang akan diresensi Kalian membaca dengan cermat keseluruhan isi buku.
  • Menandai bagian-bagian yang penting Kalian dapat menandai kutipan dalam buku tersebut sebagai bagian dari pembahasan dan data buku.
  • Mencari informasi tentang buku yang diresensi Kalian dapat mencari informasi tambahan dari buku, media massa, atau internet tentang buku yang akan diresensi.

3. Tahap penulisan

  • Menentukan judul Gunakanlah judul yang singkat, menarik pembaca, dan sedikit menggambarkan isi resensi. Judul dapat ditentukan pada saat proses penulisan atau setelah selesai menulis resensi.
  • Menulis identitas buku Secara umum, identitas buku dalam resensi terdiri atas judul buku, nama penulis atau pengarang, kota dan nama penerbit, cetakan dan tahun penerbit, tebal buku.
  • Mengemukakan isi buku Isi buku yang perlu dicantumkan dalam resensi meliputi ringkasan cerita dan unsur-unsur intrinsik dalam buku.
  • Mengemukakan sosok pengarang Dalam resensi perlu dikemukakan sosok pengarang atau penulis buku. Sosok pengarang hanya dikemukakan secara umum dan meliputi beberapa hal, yaitu latar belakang, karier penulisan, karya-karyanya, dan gaya pengarang.
  • Memahami sasaran pembaca Kalian perlu memperhatikan sasaran pembaca dari buku yang kalian resensi tersebut. Apakah buku yang telah kalian baca dan dijadikan resensi itu untuk kalangan anak-anak, remaja, dewasa atau umum? Penerbit sering mencantumkan sasaran pembaca buku pada bagian sampul belakang tetapi ada pula penerbit yang tidak mencantumkannya.
  • Membandingkan dengan buku lain Saat meresensi, kalian tidak hanya memberikan informasi penting tentang isi buku tetapi menilai buku tersebut. Membandingkan buku yang diresensi dengan buku lain yang memiliki tema yang sama menjadi salah satu cara untuk menilai buku.
  • Kelebihan dan kekurangan buku baik dari segi isi maupun bahasa Kelebihan dan kekurangan buku dapat diambil dari penilaian perbandingan antara buku yang diresensi dengan buku lain yang memiliki tema yang sama. Selain membandingkan, kalian juga dapat memberikan penilaian objektif berdasarkan pengetahuan yang kalian miliki, seperti tentang unsur cerita dalam buku, isi pembahasan, ketentuan dalam penulisan cetak atau penerjemahan, melihat beberapa hal dalam isi buku tersebut dengan keadaan masa kini, dan data yang digunakan dalam meresensi.
  • Kesimpulan dan saran Penulisan resensi diakhiri dengan kesimpulan dan saran. Hal yang disimpulkan dapat diambil dari berbagai hal yang telah disampaikan dalam bagian isi resensi sehingga pembaca mendapatkan poin inti dari pembahasan karya yang diresensi tersebut. Selain itu, saran dalam resensi dapat berupa ajakan kepada pembaca untuk ikut membaca karya yang diresensi atau saran kepada penulis untuk lebih meningkatkan dan memperbaiki kekurangan dalam karyanya.

Jika kalian meresensi novel atau karya sastra lainnya, hal yang perlu diperhatikan adalah tidak hanya meringkas cerita tetapi perlu penilaian yang jelas mengenai unsur-unsurnya, yaitu seperti tema, penokohan, sudut pandang, latar cerita, alur, nilai ekstrinsik, bahasa, gaya cerita, dan sosok kepengarangan.

Di samping itu, jika kalian ingin mengirimkan resensi ke surat kabar, maka kalian perlu mencari informasi tentang karakteristik surat kabar tersebut. Kalian juga dapat membaca resensinya dan ciri khas, serta perbedaan penulisan resensi di setiap surat kabar.

Poin Penting

Ada beberapa poin penting yang perlu kalian pahami dalam materi penulisan resensi ini, yaitu manfaat menulis resensi, kiat menulis resensi, dan langkah-langkah dalam menulis resensi.

Prinsip-Prinsip Penulisan Resensi | lookadmin | 4.5