Posisi Indonesia di Percaturan Politik Dunia

Advertisement

Posisi Indonesia di Percaturan Politik Dunia – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan dapat mengetahui posisi Indonesia pasca kemerdekaan dengan strategi politik luar negerinya.

POSISI INDONESIA DI PERCATURAN POLITIK DUNIA

Pasca kemerdekaan Indonesia dan berakhirnya Perang Dunia II, negara dituntut untuk mengembangkan politik luar negerinya dengan negara-negara sahabat. Bagaimanakah posisi Indonesia di percaturan politik dunia? Mari kita simak bahasan berikut.

Prosesi kemerdekaan Indonesia yang terjadi pasca Perang Dunia II memberi dampak langsung pada kegiatan politik negara. Kondisi politik luar negeri yang didominasi oleh dua negara adidaya pada saat itu, Amerika Serikat dan Uni Soviet, menyulitkan negara-negara berkembang untuk menjalin hubungan baik dengan kedua kubu tanpa harus berpihak.

Di tengah upaya mencairkan suasana, Drs. Moh Hatta yang adalah Wakil Presiden I Republik Indonesia mencetuskan ide untuk konsep politik luar negeri Indonesia. Konsep politik itu sejatinya telah termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu “ Ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.” Karenanya, Indonesia memilih sebagai negara bebas aktif dan menolak pengaruh untuk bergabung dalam salah satu blok. Kondisi ini kemudian didukung dengan Deklarasi PBB yang juga bertujuan untuk menjaga kedamaian dunia.

Beberapa misi politik Indonesia dalam konsep politik bebas aktif yang dilakukan, antara lain :
1. Hubungan diplomatik pada masa awal kemerdekaan oleh Mohammad Hatta dengan negara-negara Asia dan Barat.
2. Dukungan terhadap Mutual Security Act Amerika Serikat di masa Kabinet Natsir dan Sukiman.
3. Penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika, pada tanggal 2 Maret 1956 di Bandung.
4. Turut serta dalam pertemuan Gerakan Non-Blok di Beograd.
Prinsip politik bebas aktif ini tidak menjadikan Indonesia diasingkan dari politik dunia. Terbukti dari beberapa bantuan pangan dan tunai yang diterima, baik dari Amerika Serikat maupun Uni Soviet, sebagai bukti bahwa konsep politik ini dapat diterima oleh negara tetangga.

Agenda politik Indonesia di masa awal ini sesungguhnya lebih berorientasi pada kebutuhan domestiknya. Sebagai sebuah negara yang baru merdeka, maka Indonesia membutuhkan pengakuan kedaulatan dari negara-negara tetangga lainnya sebagai salah satu syarat dari berdirinya sebuah negara. Itulah sebabnya, dengan berdiri di tengah-tengah kedua blok negara dinilai sebagai langkah yang tepat dan memudahkan Indonesia untuk bergaul dengan semua negara asing, tanpa ada keterikatan terhadap satu blok saja. Konsep politik bebas aktif ini merupakan buah pemikiran Mohammad Hatta yang kemudian dikonsep dalam sebuah pidato di tahun 1948 berjudul ‘Mendayung di antara dua Karang’.

Pada masa Demokrasi Terpimpin, ketika Ir. Soekarno menjadi sosok yang dominan di pemerintahan, walaupun masih berkonsep politik bebas aktif namun Indonesia lebih condong ke arah NEFO (New Emerging Forces). NEFO sendiri adalah kumpulan dari beberapa negara berkembang yang dianggap mengarah pada paham komunis. Di masa ini juga Indonesia mengalami konflik dengan Malaysia dan akhirnya menarik diri dari keanggotaan PBB pada tahun 1961. Di tahun yang sama dengan pengunduran diri dari keanggotaan PBB, Indonesia bergabung dengan CONEFO (Conference of New Emerging Forces) dan membentuk poros Peking-Pyongyang-Hanoi-Jakarta.

Soekarno memilih gaya politik yang revolusioner di masanya, dengan menentang imperialisme dan kolonialisme serta bersifat sedikit konfrontatif. Hal ini membawa Indonesia dalam posisi yang sedikit janggal ketika bergaul dengan negara-negara Eropa yang menilai Indonesia pada era Demokrasi Terpimpin lebih dekat ke arah golongan kiri atau komunis.

RANGKUMAN

1) Pasca Perang Dunia II, dunia terbagi dalam dua blok negara adikuasa yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet.
2) Politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif dengan tidak berpihak pada blok mana pun.
3) Pada masa Demokrasi Terpimpin, ketika Ir. Soekarno menjadi sosok yang dominan di pemerintahan, walaupun masih berkonsep politik bebas aktif namun Indonesia lebih condong ke arah paham komunis.

Advertisement
Posisi Indonesia di Percaturan Politik Dunia | lookadmin | 4.5