Close Klik 2x

Polimer dalam Industri dan Sifatnya

Advertisement

Polimer dalam Industri dan Sifatnya – Setelah pada topik sebelumnya kamu mempelajari struktur dasar polimer dan penggolongannya, kali ini kita akan membahas tentang polimer-polimer yang diproduksi dalam industri untuk keperluan hidup sehari-hari.

Polimer dalam Industri dan Sifatnya

Polimer dalam Industri dan Sifatnya

A. Polimer dalam Industri dan Sifatnya

1. Karet alam

Karet alam merupakan polimer dengan monomer isoprena, sebuah hidrokarbon sederhana. Karet alam bersifat elastis, lunak, dan lengket dalam keadaan panas. Penggunaan karet alam di antaranya adalah untuk ban kendaraan.

2. Karet sintetis

Karet sintetis ada beberapa macam, di antaranya polibutadiena, polikloroprena, dan SBR.
a. Polibutadiena
Polimer ini terbentuk dari monomer butadiena yang memiliki sifat sangat mirip dengan monomer karet alam. Namun demikian, polibutadiena menunjukkan sifat yang berbeda dengan karet alam. Polibutadiena kurang kuat dan tidak tahan terhadap bensin atau minyak sehingga tidak baik digunakan untuk ban.
b. Polikloroprena (Neoprena)
Neoprena dibentuk dari monomer kloroprena atau 2-kloro-1,3-butadiena. Monomer ini mirip dengan isoprena, hanya cabang metil diganti dengan atom klorin. Neoprena banyak digunakan sebagai selang untuk oli atau barang lainnya yang sejenis.
c. SBR (Styrene-Butadiene-Rubber)
SBR (Styrene-Butadiene-Rubber) adalah kopolimer dari stirena (25%) dan butadiena (75%). SBR merupakan karet sintetis yang paling banyak diproduksi. Penggunaan utama dari SBR adalah untuk ban kendaraan bermotor.

3. Polietilena

Polietilena adalah plastik yang paling sederhana, paling murah, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak beracun. Oleh karena itu, polietilena banyak digunakan sebagai pembungkus makanan, kantong plastik, jas hujan, ember, dan sebagainya. Monomernya adalah etena yang diperoleh dari hasil cracking minyak bumi.

4. Polipropilena

Monomer polipropilena adalah propena. Polipropilena lebih kuat dan tahan dibanding polietilena. Polipropilena digunakan untuk membuat tali, karung, botol, dan sebagainya.

5. Teflon

Polimer ini memiliki nama politertafluoroetilena (PTFE). Monomernya adalah tetrafluoroetena. Ikatan antara C-F pada senyawa ini sangat kuat dan tahan panas sehingga teflon bersifat kuat, tidak reaktif, dan tidak dapat terbakar. Teflon banyak dipakai sebagai gasket, pelapis tangki di pabrik kimia, dan pelapis panci anti lengket.

6. PVC

Polivinilklorida (PVC) adalah plastik kedua terbanyak yang diproduksi setelah polietilena. Monomernya adalah vinilklorida (ClCH=CH₂). PVC mempunyai sifat keras, kaku, tahan lama, dan tahan air. Polimer adisi ini banyak digunakan untuk membuat pipa, pelapis lantai, selang, dan sebagainya.

7. Polistirena

Polistirena tersusun atas monomer stirena, C₆H₅ – CH = CH₂. Polimer ini digunakan untuk membuat styrofoam yang selanjutnya diolah menjadi gelas minuman ringan, isolasi, bahan untuk pengepakan, dan kemasan makanan.

8. Akrilat

Ada banyak polimer yang diturunkan dari asam akrilat. Polimetilmetakrilat (PMMA) terkenal dengan nama dagang flexiglass, yaitu plastik bening keras, tetapi ringan sehingga banyak digunakan sebagai kaca jendela pesawat terbang, kaca mata, dan lampu belakang mobil. Plastik ini terbuat dari reaksi adisi turunan asam akrilat, yaitu ester metilmetakrilat.
Ada pula orlon yang terbuat dari turunan akrilat yaitu akrilonitril. Orlon banyak dipakai untuk pakaian, kaos kaki, karpet, dan sebagainya.

9. Terilen

Terilen terbentuk dari monomer dialkohol dan dikarboksilat. Ikatan antarmonomernya merupakan ikatan ester, sehingga terilen juga disebut poliester. Contoh poliester adalahdakron yang terbentuk dari etilen glikol dan asam tereftalat. Dakron banyak digunakan sebagai serat tekstil.
Sebagai film tipis yang kuat, poliester dikenal dengan nama dagang mylar. Mylardigunakan sebagai pita perekam magnetik dan sebagai balon cuaca yang dikirim ke stratosfer.

10. Nilon

Nilon adalah polimer yang monomernya mengandung gugus amina (-NH₂) dan gugus karboksil (-COOH). Ikatan antarmonomernya disebut ikatan amida, sehingga nilon disebut juga poliamida. Nilon merupakan polimer yang kuat dan ringan, dapat ditarik tanpa retak. Nilon antara lain digunakan untuk membuat tali, jala, parasut, jas hujan, dan tenda.

11. Bakelit

Bakelit adalah polimer kondensasi dari fenol dan formaldehid dengan melepaskan air. Bakelit tergolong plastik termoplas, sehingga jika dipanaskan pada suhu tinggi akan terurai dan rusak. Hal ini disebabkan oleh ikatan kovalen antarunit dalam bakelit sangat kuat. Bakelit digunakan untuk membuat peralatan listrik, handle peralatan memasak, kerajinan, dan perhiasan.

12. Polivinil alkohol

Polivinil alkohol adalah polimer dari adisi monomer 1-hidroksi etena. Polimer ini merupakan plastik yang kuat, tahan tekanan, dan banyak digunakan untuk bak air atau bak mandi.

B. Pencemaran oleh Polimer Plastik

Hampir 20% jumlah dan volume limbah yang dihasilkan manusia adalah limbah plastik. Hal ini menjadi masalah serius karena plastik tidak dapat diurai (didegradasi) secara alami. Penumpukan limbah plastik bisa menghambat pertumbuhan akar tanaman dan peresapan air dalam tanah. Selain itu juga mengganggu aliran udara dalam tanah sehingga jumlah mikroorganisme pengurai berkurang. Jumlahnya yang terus bertambah memerlukan lahan pembuangan limbah plastik yang lebih luas.
Untuk mengatasi masalah tersebut ada beberapa upaya yang dapat dilakukan, yaitu sebagai berikut.
1. Membatasi penggunaan plastik
Limbah plastik terbanyak adalah dari pemakaian kantong plastik.
2. Mendaur ulang limbah plastik
Sebagian limbah plastik dapat didaur ulang setelah dipilah berdasarkan jenis plastiknya.
3. Membakar limbah plastik dalam insinerator
Pembakaran plastik di udara berbahaya karena beberapa di antaranya dapat melepas zat beracun, seperti HCl, CO, dan HCN. Pembakaran sebaiknya dilakukan di tempat yang tertutup yang disebut insinerator, tanpa udara pada suhu 700 ⁰C. Plastik akan terurai kembali menjadi produk awalnya, yakni senyawa karbon seperti alkana, alkena, dan benzena. Senyawa karbon ini dapat digunakan kembali di industri, sedangkan energi yang dilepas dalam pembakaran dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Namun cara ini membutuhkan biaya yang relatif sangat mahal.
4. Menggunakan plastik yang dapat terdegradasi
Para ahli kimia juga berupaya membuat plastik yang dapat terurai secara alami baik oleh mikroorganisme (terbiodegradasi) maupun oleh sinar UV (terfotodegradasi).

Polimer dalam Industri dan Sifatnya | lookadmin | 4.5