Close Klik 2x

Pola Pengembangan Paragraf Ekspositif

Advertisement

Pola Pengembangan Paragraf Ekspositif – Siswa mampu menulis gagasan secara logis dan sistematis dalam bentuk ragam paragraf dengan memahami pola pengembangan paragraf ekspositif.

Saat membaca buku, artikel, surat kabar, atau bentuk tulisan lainnya, kalian dapat memahami gagasan yang ingin disampaikan penulis melalui setiap paragraf yang ditulisnya. Setiap paragraf tersebut mengandung satu ide pokok dan dapat berhubungan dengan paragraf lainnya sehingga kalian dapat memahami keseluruhan isi tulisan tersebut.

Selain penyusunan kalimat yang padu untuk sebuah paragraf, kalian perlu memperhatikan jenis-jenis paragraf. Salah satu jenis paragraf yang akan dibahas dalam topik ini adalah paragraf ekspositif. Ini akan menjadi salah satu pembahasan yang menarik untuk kalian simak.

Paragraf ekspositif dapat kalian temukan dalam berbagai bentuk tulisan, seperti artikel, ceramah, bacaan ilmiah, laporan tertulis, dan surat kabar. Ekspositif dapat kalian pahami sebagai bentuk wacana yang menjelaskan suatu hal (masalah atau objek) sehingga pembaca dapat memperluas pandangan atau pengetahuannya terhadap hal tersebut. Jika kalian membaca uraian tentang penjelasan informasi, bersifat ilmiah atau nonfiksi, berdasarkan pengamatan, pengalaman atau penelitian, bersifat netral karena penulis tidak memaksakan sikapnya terhadap pembaca, maka kalian sedang membaca teks atau paragraf ekspositif.

Dalam paragraf ekspositif ada pola pengembangan yang membentuk paragraf tersebut. Beberapa pola pengembangan paragraf itu dapat kalian pahami secara umum, yaitu sebagai berikut.
1. Pola Definisi
Contoh:

Mantra adalah salah satu jenis puisi lama yang menekankan penekanan bunyi yang berulang-ulang, tidak mementingkan makna atau isi yang dikandungnya. Hal ini disebabkan pengulangan bunyi tertentu menciptakan pengaruh psikologis berupa sugesti. Mantra juga merupakan puisi yang berhubungan dengan sikap religius manusia, media untuk memohon sesuatu kepada Tuhan, dan bersifat sakral.

Setelah membaca paragraf tersebut, apakah kalian dapat menyimpulkan tentang pola definisi dalam paragraf ekspositif? Secara umum, pola tersebut sesuai dengan namanya, pola definisi karena menjelaskan tentang suatu pengertian. Oleh karena itu, pola ini dapat diartikan sebagai pembentukan paragraf yang ditulis penulis untuk memberikan keterangan atau pengertian tentang kata atau hal tertentu.

2. Pola Perbandingan dan Pertentangan
Contoh:

Saat ini, setiap orang dapat berkomunikasi dan mengirim pesan dengan mudah, salah satunya dengan menggunakan email. Elektronic mail ini memang lebih praktis dibandingkan dengan menulis surat. Dengan email, seseorang tidak perlu menulis secara manual dan pergi ke kantor pos. Seseorang dapat membuat akun email melalui internet dan berbalas pesan secara langsung di mana pun orang tersebut berada. Energi yang digunakan seseorang pun lebih sedikit, waktu dan biaya pun lebih hemat. Adapun dengan menulis surat, seseorang perlu menunggu satu hari atau beberapa hari untuk mendapatkan balasan. Apalagi kantor pos tidak buka setiap hari. Kini, kegiatan surat-menyurat sudah jarang dilakukan karena kemampuan teknologi yang mampu untuk mendekatkan jarak dan waktu.

Apakah kalian dapat menyimpulkan hal yang ingin disampaikan dalam paragraf tersebut? Selain tentang kemajuan teknologi informasi, paragraf tersebut dapat kalian amati sebagai uraian yang menjelaskan tentang dua hal yang berbeda. Email dan menulis surat menjadi objek yang dibandingkan dalam paragraf tersebut. Jadi, pola paragraf ini menunjukkan persoalan dengan membedakan dua hal agar lebih jelas.

3. Pola Klasifikasi
Contoh:
Puisi terbagi menjadi dua yaitu puisi lama dan puisi modern. Puisi lama merupakan bentuk puisi yang masih terikat oleh berbagai aturan, seperti mantra, syair, karmina, pantun, gurindam, dan talibun. Adapun puisi modern merupakan bentuk puisi yang bebas, tidak dibatasi oleh aturan, seperti himne, elegi, epigram, satire, balada, dan ode.

Melalui isi paragraf tersebut, kalian dapat melihat pengklasifikasian puisi. Pola klasifikasi ini dapat dikatakan sebagai pola paragraf yang menunjukkan adanya pengelompokkan hal, benda atau peristiwa yang dianggap memiliki kesamaan tertentu.

4. Pola Ilustrasi
Contoh:
Sejak zaman kolonial Belanda, potensi minyak dan gas bumi menjadi potensi utama yang dimiliki oleh Kabupaten Sorong. Sampai saat ini, minyak dan gas bumi terus dieksplorasi karena menjadi sektor yang penting. Hasil eksplorasi ini mengalami penurunan dari beberapa waktu yang lalu. Zaman dulu Kabupaten Sorong ini dapat menghasilkan 100 ribu barel per hari, sekarang hanya mencapai 15-20 ribu barel per hari. Keadaan ini memperlihatkan bahwa potensi minyak dan gas bumi sudah mulai berkurang dan lama-lama akan habis.

Pada paragraf tersebut, kalian dapat melihat ilustrasi pada awal paragraf. Sebelum memahami hal penting yang ingin disampaikan, kalimat pertama menggambarkan ilustrasi tentang hasil minyak dan gas bumi yang dimiliki Kabupaten Sorong pada zaman kolonial Belanda. Ilustrasi tersebut digunakan untuk menyampaikan maksud dari isi paragraf.

5. Pola Proses
Contoh:
Mentimun tidak hanya menjadi lalapan atau pelengkap saat makan pecel lele. Mentimun ternyata memiliki kandungan zat aktif yang bermanfaat bagi tubuh, yaitu antioksidan, mineral, vitamin C, asam amino, dan air. Mentimun juga dapat digunakan untuk menghilangkan jerawat, caranya dengan mengiris tipis mentimun dan langsung ditempelkan di wajah atau mentimun dapat diparut dan ditambah dengan sedikit parutan kunyit. Setelah tercampur, oleskan pada wajah yang telah dibersihkan sebelumnya. Lalu, diamkan sampai mengering. Setelah itu, bersihkan dengan air.

Dalam paragraf tersebut, kalian akan mengetahui tentang manfaat mentimun bagi wajah, khususnya menghilangkan jerawat. Paragraf tersebut menunjukkan proses atau cara menghilangkan jerawat dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi pembaca. Selain itu, pola proses tersebut menunjukkan urutan dari tindakan yang menghasilkan sesuatu secara jelas.

Poin Penting

Ekspositif merupakan bentuk wacana yang menjelaskan suatu hal (masalah atau objek) sehingga pembaca dapat memperluas pandangan dan pengetahuannya terhadap hal tersebut. Ekspositif berisi penjelasan informasi yang bersifat ilmiah atau nonfiksi, berdasarkan pada pengamatan, penelitian atau pengalaman, bersifat netral.

Secara umum, ada beberapa pola pengembangan paragraf ekspositif yang perlu dipahami dengan baik, yaitu sebagai berikut.

1. Pola definisi merupakan pola yang memberikan keterangan atau pengertian tentang kata atau hal tertentu.

2. Pola perbandingan dan pertentangan merupakan pola pengembangan yang membahas tentang dua hal yang memiliki persamaan dan perbedaan, baik berupa objek maupun persoalan sehingga dapat dipahami dengan lebih jelas.

3. Pola klasifikasi menjadi pola pengembangan yang menggambarkan pengelompokkan suatu hal, peristiwa, atau benda yang dianggap memiliki kesamaan.

4. Pola ilustrasi menggambarkan suatu persoalan agar lebih menjelaskan maksud penulis. Ilustrasi diperlukan untuk mengonkretkan gagasan yang terlalu umum menjadi lebih sederhana sehingga pembaca lebih memahami gagasan yang hendak disampaikan penulis.

5. Pola proses menunjukkan suatu urutan dari beberapa tindakan untuk menghasilkan sesuatu. Pola ini menjelaskan cara atau langkah-langkah dalam melakukan suatu hal atau peristiwa.

 

Pola Pengembangan Paragraf Ekspositif | lookadmin | 4.5