Pola Dasar Kalimat

Pola Dasar Kalimat – Siswa memahami pola dasar kalimat dan mampu membuat kalimat dengan benar.

Pola Dasar Kalimat

Pola dasar kalimat artinya pola yang biasanya ada dalam kalimat bahasa Indonesia. Pola ini selalu dimulai dari pola yang paling sederhana yaitu pola subyek – predikat (SP). Kalimat dalam bahasa Indonesia minimal SP. Pola itu sudah dianggap sempurna meskipun hanya SP.

Ditinjau dari jenis predikatnya pola kalimat ini dibedakan menjadi;
– KB + KB , contoh Mereka pelajar teladan.
– KB + KK, contoh Para siswa giat belajar.
– KB + KS, contoh Sawah ladangnya sangat luas.
– KB + K bil , contoh Jumlah penonton puluhan ribu.
– KB + K prep, contoh Seluruh keluarganya dari Lampung.

KB artinya kata benda sebagai subyek dan KB sebagai predikat. Sering pula dinamai lain yaitu FB + FB atau frasa benda + frasa benda. Nama boleh beda tetapi maksudnya sama. Hal yang penting frasa atau kata itu mampu menduduki satu jabatan. Entah sebagai subyek atau predikat.

kenyataanya kalimat dalam bahasa Indonesia tidak mungkin sederhana seperti itu, pasti ada unsur yang lain .Misalnya ada Keterangan, Obyek ,Pelengkap. Keterangan pun boleh digunakan di dua posisi, pada awal kalimat dan akhir kalimat.
Untuk jelasnya perhatikan contoh berikut:
a. Sejak kemarin dia menangis tersedu-sedu. Polanya K –S -P
b. Setiap hari wanita itu mengambil bunga di halaman sekolahku. Polanya K- S – P-O -K
c. Roni mengikuti lomba pidato di Balai Bahasa. Polanya S –P –O -K
d. Bu Nur berbelanja baju baru di toko itu. Polanya S-P- Pel -K
e. Miftah memberi adiknya sepatu baru kemarin. Polanya S – P – O – Pel – K

Kata yang dicetak miring dalam kalimat (a,b,c,e ) dapat dihilangkan tanpa merusak makna . Artinya, kalimat- kalimat itu tetap dapat dipahami maknanya, tanpa tahu konteks pemakaiannya. Pola intinya tinggal SP sesuai dengan konsep bahwa kalimat bahasa Indonesia itu minimal SP. Kalimat itu sempurna dan disebut kalimat inti. Kalimat (d), predikat aktif ber- diikuti kata benda yahg berfungsi sebagai pelengkap. Pelengkap baju baru di sini dapat dihilangkan. Kalimat Bu Nur berbelanja , tetap lazim dan maknanya tidak janggal.

kelima contoh kalimat itu ( a, b,c,d,e) ternyata kalimat (e) memiliki unsur paling lengkap yaitu S-P –O-Pel –K. Kalimat dalam bahasa Indonesia umumnya dimulai dengan subyek lalu predikat dan jabatan lainnya.

Sebenarnya , tidak harus dengan urutan seperti itu. Urutan jabatan itu menunjukkan bagian kalimat mana yang diutamakan lebih dahulu. Kalimat (a) memberi tambahan pengertian bahwa dia menangis, sejak kemarin bukan saat ini. Jadi, yang ditekankan waktunya, bukan siapa yang menangis. Dari contoh- contoh itupun kelihatan bahwa ada jabatan yang wajib hadir (S P O ) dan ada jabatan yang tidak wajib hadir ( Pel,K) Supaya lebih jelas perhatikan kalimat berikut;
a. Benar- benar tidak tahu diri/ anak itu.
b. Krisna kemarin tidak masuk sekolah.
Kalimat (a) bersusun inversi atau susun balik, Sebab kalimat itu berpola P–S. Artinya yang ditekankan makna predikatnya bahwa karakter anak itu seperti itu. Sedang kalimat (b) mempunyai makna tambahan, Krisna tidak masuk sekolah itu kemarin bukan hari ini. Jadi, yang ditekankan waktu terjadinya.

Poin Penting

  1. Pola kalimat dalam bahasa Indonesia sedikitnya adalah S-P.
  2. Kalimat yang memiliki susunan terbalik, yaitu predikat mendahului subjek disebut sebagai kalimat inversi.
Pola Dasar Kalimat | lookadmin | 4.5