Close Klik 2x

Pokok-Pokok Pikiran dalam Buku Nonfiksi

Advertisement

Pokok-Pokok Pikiran dalam Buku Nonfiksi – Siswa menulis rangkuman/ringkasan isi buku.

Tujuan

Siswa dapat menulis rangkuman/ringkasan dan memperhatikan pokok-pokok pikiran dalam buku nonfiksi.

Pada bagian ini akan dipelajari bagaimana menulis rangkuman/ringkasan isi buku dengan memperhatikan pokok-pokok pikiran yang terdapat dalam buku nonfiksi. Menulis rangkuman ( merangkum) adalah kegiatan mengubah sebuah naskah panjang menjadi bentuk singkat. Rangkuman merupakan gambaran isi naskah asli berupa permasalahan pokok dan pembahasannya. Ada beberapa jenis rangkuman sesuai dengan tujuan dan teknik penulisannya yaitu, ringkasan, ikhtisar, inti sari, dan abstrak.

Pada jenjang SMA, jenis rangkuman yang harus dikuasai adalah ringkasan dan ikhtisar. Keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu menyusun bentuk singkat dari naskah panjang dengan mempertahankan garis besar isi naskah asli.

Ringkasan merupakan bentuk singkat dari sebuah naskah yang panjang yang terdiri dari : gagasan utama tiap bagian, permasalahan, dan pembahasannya. Penyusunan ringkasan selalu memperhatikan urutan, kelengkapan, dan kesebandingan.

Penyusunan ringkasan wacana dapat dilakukan dengan cara berikut ini.
a. Menemukan ide pokok
b. Mengumpulkan ide pokok tiap paragraf menjadi paragraf baru.
c. Menemukan ide pokok dalam paragraf baru tersebut.

Penyusunan ringkasan buku dapat disusun dengan cara berikut ini.
a. Menemukan unsur-unsur pendahuluan, berupa penjelasan judul, rumusan masalah, dan sistematika penulisan.
b. Menemukan unsur-unsur isi berupa pembahasan masalah, analisis data, dan pengambilan kesimpulan.
c. Menemukan unsur-unsur isi berupa kesimpulan dan saran.

Contoh Ringkasan

Judul : Strategi Memberantas Korupsi: Elemen Sistem Integritas Nasional (Buku Panduan Transparancy International 2002)
Penulis : Jeremy Pope
Penerjemah : Masri Maris
Penerbit : Transparancy International bekerja sama dengan Yayasan Obor Indonesia, Jakarta Tahun 2007

Strategi Memberantas Korupsi

Agenda utama bagi pemerintah di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia adalah Pemberantasan korupsi. Hal itu karena korupsi diyakini menjadi salah satu momok terbesar penghambat pembangunan dan pendorong kehancuran bangsa. Berbagai upaya telah dilakukan oleh berbagai negara untuk memberantas korupsi, tapi banyak negara yang mengalami kegagalan. Salah satu yang menjadi penyebab kegagalan tersebut adalah gerakan antikorupsi belum dilakukan secara komprehensif. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Transparancy International menyusun konsep sistem integrasi nasional yang digunakan sebagai kerangka gerakan pemberantasan korupsi dengan pendekatan holistik.

Strategi pemberantasan korupsi yang diajukan Jeremy Pope menuntut kesepakatan, antara pemerintah dan peran masyarakat sipil mutlak diperlukan dalam gerakan antikorupsi. Fokus mengurangi korupsi terletak pada pengendalian dua unsur, yaitu unsur peluang dan keinginan. Peluang dapat dikurangi dengan melakukan perubahan secara sistematis sedangkan keinginan dikurangi dengan pencegahan, penegakan hukum, dan penegakan akuntabilitas.

Buku ini merupakan buku versi tulis ulang dan pengembangan dari buku panduan antikorupsi versi awal. Pengembangannya terletak pada penambahan berbagai pengalaman lapangan dan “praktik terbaik” di berbagai negara yang dapat digunakan untuk acuan gerakan antikorupsi di seluruh dunia.

Poin Penting

Menulis rangkuman adalah kegiatan mengubah sebuah naskah panjang menjadi bentuk singkat.

Pokok-Pokok Pikiran dalam Buku Nonfiksi | lookadmin | 4.5