Pesan dan Alur dalam Cerpen

Pesan dan Alur dalam Cerpen – Siswa mampu menemukan dan menentukan pesan dan alur di dalam cerpen.

Sukakah kamu membaca cerpen di koran atau majalah? Biasanya cerpen berisikan cerita yang menarik dan mengandung banyak hikmah. Dalam materi kali ini, kita akan belajar lebih dalam mengenai cerpen tersebut. Di topik sebelumnya, kita sudah belajar cara memberikan tanggapan terhadap teknik pembacaan cerpen. Sekarang, kita akan belajar menemukan dan menentukan pesan dan alur di dalam cerpen.

Cerpen
Cerpen merupakan kependekan dari cerita pendek. Seperti namanya, cerpen merupakan salah satu jenis prosa yang ceritanya terpusat pada satu tokoh dan satu waktu saja, alurnya tidak rumit. Oleh sebab itu, kisah yang disajikan biasanya cukup singkat.

Teknik Pembacaan Cerpen
Mendengarkan cerpen yang dibacakan merupakan salah satu kegiatan yang menarik. Saat membacakan cerpen, kita harus bisa membawakannya dengan baik. Tujuannya agar pendengar dapat menangkap inti cerita yang kita bawakan secara menyeluruh. Selain itu, membaca cerpen juga memiliki nilai keindahan dan bisa menghibur pendengarnya.

Mari kita dengarkan kembali cerpen “Untuk Sahabatku” karya Irmina Indri Erdiana yang dibacakan oleh Kak Eva Bachtiar berikut ini!

Berikut adalah naskah lengkap cerpen “Untuk Sahabatku” karya Irmina Indri Erdiana.

A. PESAN DALAM CERPEN

Pesan merupakan hikmah atau amanat yang hendak disampaikan oleh pengarang dalam cerpennya. Pesan dalam cerpen bisa tersaji dalam dua cara, yaitu tersirat (implisit) dan tersurat (eksplisit). Akan tetapi, pesan paling sering disampaikan secara tersirat. Tersiratberarti tidak disebutkan secara gamblang dalam cerita. Kita bisa menarik pesannya dengan cara menyimpulkan sendiri setelah membaca atau mendengarkan cerpen. Tersurat berarti tercantum atau tertulis secara gamblang dalam cerpennya. Pesan yang tersurat biasanya dicantumkan dibagian akhir sebuah cerpen.

Pesan bisa diterima secara berbeda antara satu orang dan orang lainnya. Setiap orang bisa menafsirkan isi cerpen secara berbeda. Untuk menemukan pesan yang utuh, kita harus membaca atau mendengarkan cerpen tersebut secara keseluruhan.

Contoh pesan yang dapat ditarik dari cerpen “Untuk Sahabatku” di atas adalah sebagai berikut.

  1. Persahabatan sejati adalah persahabatan yang bisa mengalahkan ego diri sendiri dan turut berbahagia saat sahabat ikut berhasil.
  2. Sahabat yang baik adalah sahabat yang mau saling mengerti dan memahami perasaan masing-masing.
  3. Ilmu yang kita miliki tidak akan berkurang meskipun kita membagikannya dengan orang lain.

B. ALUR DALAM CERPEN

Alur cerita merupakan rangkaian atau jalinan peristiwa yang diceritakan dalam cerpen. Alur cerita yang baik dan mengalir akan membuat cerpen menjadi hidup, menarik untuk dibaca, dan gampang dimengerti.

Secara garis besar, dalam cerpen alur cerita bisa dibagi menjadi tiga (tidak harus berurutan), yaitu:

1. Bagian awal (perkenalan)
Isinya adalah perkenalan tokoh serta perkenalan latar waktu dan tempat sebelum konflik terjadi. Contohnya dalam cerpen “Untuk Sahabatku” di atas, bagian perkenalan adalah saat Lun menceritakan awal masalahnya dengan Dea, saat ia mulai mengajari Dea dan nilai Dea justru lebih tinggi dari nilainya sendiri.

2. Bagian tengah (konflik)
Isinya menceritakan tentang detail konflik yang terjadi pada tokoh dalam cerpen. Contohnya dalam cerpen “Untuk Sahabatku” di atas, bagian konflik adalah saat Lun mulai iri dan menghindari Dea sehingga nilai Dea kembali jatuh, lalu Lun merasa bersalah.

3. Bagian akhir (penyelesaian)
Isinya menceritakan tentang penyelesaian konflik dan akhir dari cerita. Contohnya dalam cerpen “Untuk Sahabatku” di atas, bagian penyelesaian adalah saat Lun bertekad untuk bersahabat kembali dengan Dea dan mengajaknya untuk belajar di rumahnya dan akhirnya mereka berbaikan dan bermain sepeda bersama.

Selain itu, alur cerita berdasarkan waktunya bisa dibagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

  1. Alur maju, yaitu bila cerita dibawakan secara maju ke masa depan.
    Contoh :
    Aku mengangguk mantap. “Aku tunggu di rumah jam empat, ya!” pesanku tulus. Ketulusan yang sungguh-sungguh keluar dari dalam hati. Aku ingin Dea berhasil. Bahkan aku siap untuk dilampauinya.
    Sorenya, sudah jam empat lebih empat puluh menit. Dea belum datang juga. Jangan-jangan ia masih marah padaku? Atau mungkin Dea ingin membalas penolakanku yang lalu? Atau…
  2. Alur mundur, yaitu bila cerita dibawakan secara mundur ke masa lalu.
    Contoh :
    Bu Eni mengumumkan nilai ulangan matematika. Lagi-lagi nilai Dea melebihi nilaiku. Ini sudah yang kedua kalinya. Padahal sebelumnya Dea selalu mendapat teguran karena nilainya di bawah lima. Dulu, karena kasihan padanya, aku mengajak Dea belajar bersama. Tetapi siapa sangka kalau akhirnya nilainya justru melampaui nilaiku.
  3. Alur campuran, yaitu bila cerita dibawakan dengan kombinasi alur maju dan alur mundur.

Poin Penting

  1. Pesan merupakan hikmah atau amanat yang hendak disampaikan oleh pengarang dalam cerpennya.
  2. Untuk menemukan pesan yang utuh, kamu harus membaca atau mendengarkan cerpen tersebut secara keseluruhan.
  3. Alur cerita merupakan rangkaian atau jalinan peristiwa yang diceritakan dalam cerpen. Alur cerita yang baik dan mengalir akan membuat cerpen menjadi hidup, menarik untuk dibaca, dan gampang dimengerti.
  4. Secara garis besar, cerpen alur cerita bisa dibagi menjadi tiga (tidak harus berurutan), yaitu 1) Bagian awal (perkenalan); 2) Bagian tengah (konflik); 3) Bagian akhir (penyelesaian).
  5. Selain itu, alur cerita berdasarkan waktunya bisa dibagi menjadi tiga, yaitu 1) Alur maju; 2) Alur mundur; 3) Alur campuran.
Pesan dan Alur dalam Cerpen | lookadmin | 4.5