Close Klik 2x

Perubahan Bentuk

Advertisement

Perubahan Bentuk – Ada tiga wujud materi (zat): padat, cair, dan gas. Semuanya memiliki berbagai tingkat daya tarik antara partikel dan jumlah energi yang berbeda. Semakin tinggi energi dalam partikel, semakin baik kemampuannya untuk bisa lolos dari interaksi inter-partikel

Setiap perubahan materi memerlukan penambahan atau pengurangan energi. Jumlah energi yang lebih besar diperlukan untuk mengatasi gaya tarik menarik kuat. Saat energi materi meningkat, gangguan sistem juga meningkat. Misalnya, benda padat adalah struktur kristal yang sangat terorganisir . Di sisi lain, gas bersifat bebas dan terbang ke mana-mana. Energi dari suatu zat tertentu (dan tingkat gangguan) meningkat saat:

Benda Padat -> Benda Cair -> Gas

Ada tiga perubahan materi yang perlu anda ketahui:

Pembekuan (fusi/lebur) dan mencair

Suhu dimana zat membeku atau meleleh disebut titik beku. Suhu akan sama, apakah substansi zat itu mencair atau mengalami pembekuan. Untuk air,  akan membeku jika suhu turun di bawah 273 K (0℃) dan mencair jika suhu naik di atas 273 K (0℃).

Jumlah energi (entalpi) terkait dengan mencairnya benda padat disebut panas lebur. Jumlah pelepasan energi akan sama seperti saat benda cair membeku. Energi ini akan ke memecah ikatan antara partikel padat. Sebagai contoh, dalam air, sebuah bentuk ikatan polar antara oksigen elektrinegatif yang lebih banyak dengan oksigen elektronegatif yang lebih sedikit. Ikatan ini tidak sekuat ikatan molekul, tetapi masih memiliki banyak kekuatan. Saat benda cair membeku energi ini dilepaskan karena dibutuhkan energi yang lebih sedikit untuk tetap terjebak bersama dalam kristal es. Pikirkan seperti ini: Ketika Anda berlarian di sekitar rumah, itu akan membutuhkan banyak energi. Ketika Anda duduk di sofa, Anda memiliki lebih banyak energi.

Mendidih dan Kondensasi

Suhu saat suatu zat menjadi mendidih, yaitu saat gas terbentuk dalam benda cair, atau saat gas mengalami kondensasi kembali menjadi cairan disebut dengan titik didih. Air mendidih saat suhu berada diatas 373 K (100℃) pada tekanan 1 atmosfer dan mengkondensasi saat suhu dibawah  373 K (100℃) pada tekanan 1 atmosfir .

Titik didih suatu zat adalah fungsi dari tekanan udara di atas benda cair.Hal ini dikarenakan titik didih suatu zat adalah suhu di mana tekanan uap benda cair sama dengan tekanan daerah sekitar dan benda cair mengalami perubahan menjadi uap.Jadi Titik didih dari benda cair turun saat tekanan udara turun, air mendidih pada suhu yang lebih rendah seperti yang Anda menaikan ketinggian.

Panas yang dibutuhkan untuk menguapkan benda cair secara komplit, dikenal sebagai panas penguapan. Partikel cair juga memiliki ikatan yang menjaga mereka “terjebak” secara bersamaan

Sublimasi dan Deposisi

Beberapa benda padat tidak meleleh, tetapi luruh langsung ke gas dan sebaliknya. Panas sublimasi adalah jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah benda padat menjadi fase gas. Ini adalah gabungan dari panas lebur, penguapan, dan kalor jenis dari material saat suhu meningkat dari mencair ke titik didih.

Kalor jenis

Ketika merebus air dalam panci, anda akan melihat bahwa air tidak mulai langsung mendidih. Dibutuhkan waktu untuk sampai ke suhu 100℃, titik didih pada air. Jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah suhu suatu zat tanpa mengubah materinya disebut dengan kalor jenis.

Massa partikel juga memiliki efek ke materinya. Partikel yang lebih berat cenderung mencair dan mendidih pada suhu yang lebih tinggi. Sebagai kesimpulan di setiap suhu tertentu, benda padat cenderung memiliki partikel berat dengan ikatan antar-partikel yang kuat, benda cair memiliki ikatan sedikit lemah dan massa yang lebih ringan, sedangkan gas biasanya memiliki partikel ringan dengan ikatan lemah.

Perubahan Bentuk | lookadmin | 4.5