Pertanian dan Perkebunan

Pertanian dan Perkebunan – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai pertanian dan perkebunan.

PERTANIAN DAN PERKEBUNAN

Dilihat dari tingkat perkembangannya, Indonesia termasuk negara agraris karena hampir 82% penduduknya tinggal di desa dan bermata pencaharian pada sektor pertanian. Bahkan, sekitar 58% angkatan kerja di Indonesia bermata pencaharian di bidang pertanian. Bagaimanakah selengkapnya mengenai pertanian dan perkebunan? Mari simak bahasan berikut.

A. FAKTOR PENDUKUNG PERTANIAN DAN PERKEBUNAN DI INDONESIA

Indonesia memiliki ciri iklim tropis lembab, di antaranya, bercirikan suhu udara rata-rata tahunan di atas 18 derajat Celcius dan memiliki rata-rata curah hujan tahunan cukup tinggi. Keadaan iklim seperti ini sangat memberi peluang bagi tumbuhnya berbagai jenis tanaman pertanian maupun perkebunan. Negara-negara di dunia yang memiliki iklim tropis lembab sangat terkenal dengan keanekaragaman hayatinya. Adanya keanekaragaman hayati merupakan salah satu bentuk dan bukti dukungan kondisi iklim.

Sebagian besar tanah di Indonesia pun terdiri atas tanah vulkanik, yang mempunyai kandungan hara dan humus yang relatif banyak. Dengan demikian, tanah di Indonesia cukup subur untuk kepentingan pertanian dan perkebunan.

Kegiatan pertanian Indonesia telah berkembang cukup lama dan cenderung berlangsung secara turun-temurun. Di pedesaan, kegiatan pertanian tersebut tampaknya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Kegiatan pertanian bagi penduduk pedesaan sudah merupakan kebiasaan sehingga dengan jelas terlihat sebagai pola budaya yang sudah terpatri sejak lama.

B. BENTUK PERTANIAN DAN PERKEBUNAN

Di Indonesia terdapat berbagai bentuk pertanian dan perkebunan, diantaranya :

1) Sawah
Sawah umumnya terdapat di daerah dengan irigasi yang baik dan teratur. Jenis tanamannya adalah padi. Di daerah yang sistem pengairannya baik, padi sawah dapat dipanen tiga kali setahun, terutama bila menggunakan bibit unggul. Di daerah dengan sistem pengairan yang kurang baik, padi hanya dapat dipanen sekali setahun. Sesudah panen, sawah ditanami berbagai tanaman palawija, seperti kacang tanah, jagung, kedelai, atau umbi-umbian.

2) Tegalan
Tegalan adalah bagian dari pertanian yang dilakukan secara intensif dengan menggunakan sistem irigasi tidak teratur. Jenis tanamannya biasanya tanaman musiman, seperti mangga, rambutan, campedak, dan sebagainya.
Penanaman tanaman padi biasanya dilakukan pada awal musim hujan. Di sela-sela tanaman padi, sering juga ditanam kacang-kacangan, jagung, kunyit, atau ketela pohon.

3) Ladang
Sistem pertanian ini banyak dilakukan di luar Pulau Jawa, seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Kegiatan pertanian dilakukan dengan cara membuka lahan hutan, kemudian hasil tebangan tersebut dibiarkan sampai kering, lalu dibakar. Hasil pembakaran dibiarkan hingga bisa menjadi humus, yang lantas dapat ditanami tanpa harus melakukan pengolahan tanah terlebih dahulu. Setelah 2 hingga 3 kali panen, lahan tersebut akan berkurang kesuburannya sehingga untuk meneruskan perladangan harus berpindah tempat dan membuka hutan baru dengan cara yang sama. Pengairan hanya mengandalkan hujan.

Jenis tanaman biasanya berupa padi dan palawija. Berladang berpindah-pindah menghasilkan panen sedikit dan sangat merugikan pelestarian hutan. Karena itu, pemerintah berusaha untuk memukimkan para perambah hutan tersebut. Contoh kegiatan perladangan yang masih bersifat tradisional terdapat di Baduy, Lebak, Propinsi Banten.

4) Kebun
Secara sederhana, berkebun dapat dilaksanakan di pekarangan rumah. Hal ini dilakukan untuk memanfaatkan lahan kosong dan menambah pendapatan. Di pedesaan, lahan pertanian kebun ini umumnya cukup luas dan ditanami tanaman yang bersifat komersial, baik untuk komoditas ekspor maupun untuk dijual di dalam negeri, seperti tebu, kopi, tembakau, karet, atau cokelat.
Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para petani tanaman komersial ini, pemerintah telah melakukan usaha di antaranya melalui Perkebunan Inti Rakyat (PIR), yaitu upaya memperluas lahan warga dengan menyatukan usaha perkebunan yang lahannya sempit.

Hasil utama pertanian di Indonesia, antara lain :

a) Padi
Padi dihasilkan hampir di seluruh pelosok Nusantara, di Jawa, Madura, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Ada beberapa jenis padi yang tumbuh di Indonesia, di antaranya :
• Padi sawah, banyak dijumpai di daerah yang irigasinya baik.
• Padi gogo, yaitu padi yang ditanam di ladang (huma/tegalan).
• Padi gogo rancah, ditanam sebelum musim hujan (padi tadah hujan).

b) Jagung
Merupakan salah satu bahan makanan pokok penduduk Madura dan sebagian Nusa Tenggara Timur. Daerah penghasil jagung terbanyak adalah Pulau Jawa.

Sementara itu, perkebunan di Indonesia menghasilkan komoditas seperti :

1) Tebu
Perkebunan tebu terdapat di Besuki, Kediri, dan Surabaya (Jawa Timur); Solo, Yogya, dan Pekalongan (Jawa Tengah); Cirebon (Jawa Barat); Nanggroe Aceh Darussalam dan Lampung (Sumatera), serta Sulawesi Utara. Sampai saat ini, Jawa Timur merupakan daerah utama penghasil gula. Sejak tahun 1989, pabrik gula terus berkembang.

2) Karet
Pohon karet yang ditanam di Indonesia adalah jenis Hevea braziliensis. Daerah perkebunan karet terdapat di NAD, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat. Getah karet yang baru disadap disebut lateks. Lateks kemudian dicampur dengan asam cuka atau asam formiat agar pekat dan bergumpal, lalu digiling di antara dua silinder. Sesudah itu dikeringkan dalam ruang pemanas menjadi sheet atau crepe.

3) Kelapa sawit
Tanaman kelapa sawit berasal dari Benua Afrika. Pada permulaan abad ke-20, perkebunan kelapa sawit telah dikembangkan di Sumatera Utara. Buah kelapa sawit dapat diolah menjadi minyak goreng dan margarin. Produksi kelapa sawit terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dan menjadi salah satu andalan ekspor Indonesia ke luar negeri. Saingan kelapa sawit Indonesia terutama berasal dari Malaysia.

RANGKUMAN

1) Keadaan iklim tropis lembab di Indonesia sangat memberi peluang bagi tumbuhnya berbagai jenis tanaman pertanian maupun perkebunan.
2) Kegiatan pertanian Indonesia telah berkembang cukup lama dan cenderung berlangsung secara turun-temurun.
3) Hasil utama pertanian di Indonesia, antara lain, padi dan jagung.
4) Sementara itu, perkebunan di Indonesia menghasilkan komoditas seperti tebu, karet, dan kelapa sawit.

Pertanian dan Perkebunan | lookadmin | 4.5