Close Klik 2x

Permasalahan Lingkungan

Advertisement

Permasalahan Lingkungan – Aktivitas manusia banyak yang mengalihkan karbon yang terkandung dalam batuan litosfer ke atmosfer. Misalnya pada proses penggunaan minyak bumi. Proses pengalihan kandungan karbon dari litosfer ke atmosfer dapat menghangatkan iklim.

Aktivitas manusia yang lain juga dapat menyebabkan lapisan pelindung bumi atau ozon menipis. Penipisan ozon juga dapat menghangatkan iklim. Adapun, yang dimaksud iklim adalah keadaan suhu, kelembapan udara, awan, sinar matahari dan hujan suatu tempat dalam jangka waktu agak lama (sekitar 30 tahun). Iklim dapat memengaruhi lingkungan hidup manusia.

1. Pelapukan

Pelapukan benda-benda di bumi dapat disebabkan oleh iklim. Batuan penyusun kerak bumi, karena pengaruh suhu, hujan, dan kelembapan yang sangat lama, dapat terurai atau melapuk menjadi butiran-butiran yang lebih kecil. Butiran kecil itulah yang disebut tanah.

Pelapukan juga dapat disebabkan oleh angin. Angin padang pasir dapat menerbangkan butiran pasir dan membenturkannya ke batuan yang besar. Makin lama makin terbentuk tugu-tugu berukuran besar. Pada saat kekuatan angin berkurang. Sebagian, sebagian pasir rontok dan menghasilkan gundukan pasir. Pasir pada gundukan itu akhirnya tertiup ke daratan subur dan menutupinya. Akibatnya kawasan gurun pasir lebih luas.

Selain angin, air juga dapat menyebabkan terjadinya pelapukan. Batuan yang sangat keras dapat terkikis sedikit demi sedikit oleh air. Prosesnya, air masuk ke batuan melalui celah-celahnya. Pada saat air membeku di dalam celah batuan, air mengambang dan mampu memecah batu yang ditempatinya. Batuan juga dapat melapuk karena terkena arus air sungai. Dapatkah kamu menjelaskan prosesnya?

2. Pemanasan Global

Kamu sudah mengetahui pengalihan kandungan karbon dan litosfer ke atmosfer dapat lebih menghangatkan bumi. Bagaimana hal itu terjadi? Untuk mengetahui jawabannya ikutilah uraian berikut. Karbon (C) adalah unsur yang terdapat pada semua makhluk hidup. Jasad-jasad makhluk hidup yang terkubur di perut bumi juga mengandung karbon. Karbon yang ada di atmosfer jika bersenyawa dengan oksigen (O) akan membentuk karbon dioksida (CO2). Kemajuan teknologi, yang ditandai dengan pemakaian bahan bakar dari fosil, meningkatkan kandungan CO2 di atmosfer.

Peningkatan CO2 akan menghasilkan suatu lapisan di atmosfer. Lapisan CO2 itu dapat ditembus sinar matahari, tetapi tidak mampu ditembus pantulan sinar matahari setelah mengenai bumi. Gejala tersebut dikenal sebagai efek rumah kaca. Sinar pantul yang berupa infra merah, mengandung efek panas. Karena tertahan oleh lapisan CO2, makin lama panas yang tertahan itu meningkatkan suhu rata-rata permukaan bumi. Gejala penaikan suhu rata-rata bumi itu disebut pemanasan global.

Permasalahan Lingkungan

Adanya pemanasan global dapat mencairkan tudung es di kutub bumi. Akibatnya permukaan air laut akan naik. Sering banjir merupakan indikasi terjadinya kenaikan permukaan air laut. Menurut perkiraan, jika suhu rata-rata bumi naik 3oC lebih tinggi dapat menyebabkan permukaan air laut naik hingga 50 meter.

3. Lingkungan dan Kesehatan

Dahulu, iklim di bumi silih berganti antara menghangat dan mendingin. Namun, sejak terjadinya revolusi industri di Inggris (abad ke-18), perubahan iklim cenderung terus menghangat atau yang lebih dikenal sebagai pemanasan global. Selain dapat menaikkan permukaan air laut, pemanasan global juga dapat menyebabkan perubahan pola iklim di bumi. Perubahan pola iklim akan berakibat rusaknya habitat setempat dan mengganggu kehidupan makhluk hidup.

Pada tahun 1970-an, para peneliti menemukan adanya gejala penipisan lapisan ozon (O3). Kamu sudah mengetahui ozon merupakan lapisan pelindung dari ultra violet sinar matahari. Sinar ultra violet yang terlalu banyak dapat menyebabkan kanker kulit, penurunan sistem kekebalan tubuh, bahkan dapat mengubah struktur genetika makhluk hidup.

Penipisan ozon ternyata disebabkan oleh pemakaian Freon atau cloroflourocarbon (CFC) yang berlebihan. Freon biasanya digunakan untuk AC, lemari es, dan sprayer (penyemprot). Di stratosfer, freon akan melepaskan atom klor (Cl). Atom klor inilah yang merusak ozon. Tahukah kamu bahwa satu atom freon dapat merusak 100.000 molekul ozon?

Kemajuan teknologi dan industri ternyata juga membawa dampak negatif bagi kehidupan manusia. Hasil pembakaran bahan bakar fosil keperluan industri menghasilkan karbon monoksida, karbon dioksida, nitrogen oksida, debu, dan jelaga. Semua itu menggangu kehidupan manusia. Selain itu gas buangan kendaraan bermotor bercampur dengan gas buangan industri atau rumah tangga membentuk asap kabut (asbut). Asbut dapat menyebabkan iritasi mata dan gangguan pernapasan.

Pembakaran bahan bakar fosil juga dapat menyebabkan terjadinya hujan asam. Mengapa demikian? Awan pembawa hujan bersifat asam. Sementara itu, pembakaran bahan bakar menaikkan kejenuhan asam. Dengan demikian di awan itu terbentuk asam kuat. Jika akhirnya awan itu menghasilkan hujan, terjadilah hujan asam yang dapat membunuh tumbuh-tumbuhan, membuat air tawar terasa asam, dan merusakkan dinding tembok.

4. Usaha Menjaga Lingkungan

Kamu sudah mengetahui bahwa proses pengalihan karbon ke atmosfer menimbulkan gangguan. Kamu juga sudah mengetahui bahwa dalam proses fotosintesis, tumbuhan memerlukan senyawa karbon. Hasil fotosintesis itu adalah oksigen yang sangat bermanfaat. Berdasarkan hal tersebut, maka para pengamat lingkungan menyarankan banyak digiatkan penanaman tumbuhan. Harapannya, makin banyak pohon makin banyak senyawa karbon yang diubah menjadi oksigen. Para pengamat lingkungan juga menyarankan untuk mengurangi penggunaan freon. Selain itu usaha penggunaan bahan bakar fosil perlu dihemat lagi dan digantikan sumber energi alternatif baru.

Permasalahan Lingkungan | lookadmin | 4.5