Close Klik 2x

Perkembangan Teknologi dan Sistem Kepercayaan Awal Masyarakat di Indonesia

Advertisement

Perkembangan Teknologi dan Sistem Kepercayaan Awal Masyarakat di Indonesia – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian akan mengetahui tentang perkembangan teknologi dan bentuk kepercayaan masyarakat pra sejarah.

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN SISTEM KEPERCAYAAN MASYARAKAT INDONESIA

Bagaimana teknologi awal dimanfaatkan oleh masyarakat pra sejarah? Apakah kepercayaan yang mereka yakini di masa itu? Berikut penjelasannya.

Indonesia adalah daerah yang juga mengalami masa pra sejarah dalam perkembangannya. Masa pra sejarah di Indonesia diketahui dengan banyaknya peninggalan kebudayaan manusia purba yang ditemukan serta fosil dari manusia purba tersebut. Dari penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tiap manusia purba memiliki kebiasaan masing-masing. Hal ini tampak dari beragamnya teknologi yang mereka gunakan untuk membentuk peralatan yang digunakan sehari-hari.

Teknologi, kebudayaan dan kepercayaan adalah sesuatu yang berkembang sesuai dengan tingkat kecerdasan manusia. Perbedaan tingkat kecerdasan manusia pra sejarah berbeda di setiap pembabakan periode sejarahnya. Berikut adalah deskripsi singkatnya.

1. Masa food gathering
Masa ini ditandai dengan kehidupan masyarakat yang berpindah-pindah atau nomaden. Pada masa ini, manusia menggunakan teknologi yang terbilang primitif untuk menciptakan beberapa alat-alat yang digunakan dalam keseharian. Alat dimaksud umum digunakan untuk berburu atau pun bercocok tanam. Peralatan yang digunakan diambil langsung dari hutan atau pun hewan dengan pengolahan minimal atau bahkan tidak diolah sebelum dijadikan peralatan sehari-hari.
Peneliti yang merumuskan asumsi mengenai kehidupan pada masa ini, antara lain, H.R. van Heekern, Basuki, William G. Solheim, dan R.P. Soejono. Penelitian yang mereka lakukan sebagian besar berada di daerah Pacitan, Lahat Kalinda, Awang Bangkal, Cabbenge, Trunyan, Wangka, Maumere, dan sebagainya.

2. Masa semi sedenter
Di masa ini, masyarakat sudah mulai menetap tinggal untuk sementara waktu di suatu wilayah. Umumnya, masa semi sedenter berlangsung di zaman Mesolitikum. Peninggalan paling umum dari masa ini adalah kyokkemoddinger (sampah dapur) dan abris sous roche(gua sebagai tempat tinggal). Alat-alat kehidupan yang dipergunakan sudah mengalami kemajuan teknologi dalam pembuatannya, seperti chopper (kapak perimbas/pebble/kapak Sumatra), chopping tool (kapak penetak), anak panah, flake, alat-alat dari tulang dan tanduk rusa, serta lainnya.

3. Masa menetap dan bercocok tanam
Masa ini terjadi di zaman Neolithikum. Masyarakatnya sudah mengenal api dan mulai memasak dengan menggunakan api. Adapun api yang digunakan berasal dari gosokan dua ranting kering. Api digunakan untuk berbagai keperluan selain memasak, seperti menghangatkan badan, melindungi diri dari serangan hewan, dan sebagainya. Peralatan yang digunakan juga sudah diolah dengan teknik yang cukup halus. Di masa ini disimpulkan bahwa telah terjadi revolusi pada pola kehidupan manusia, dari kehidupan nomaden yang mengandalkan alam, menjadi kehidupan menetap dengan kemampuan berusaha untuk memenuhi kebutuhannya.

4. Masa Perundagian
Masa perundagian adalah masa dimana masyarakat sudah mengenal cara menempa logam menjadi peralatan penyokong kehidupannya sehari-hari. Di masa ini, manusia mengenal beberapa teknik lanjutan untuk mengolah logam, di antaranya:
a. Metode a cirre perdue
b. Metode bivalve
Kedua metode pembentukan logam di atas memiliki prinsip sama dengan memanfaatkan cetakan dari lilin sebagai alat, namun dengan penuangan logam yang berbeda. Pada masa ini, masyarakat juga telah mengenal bangunan-bangunan yang diperuntukkan bagi keperluan penyembahan. Bangunan tersebut, antara lain:
• Menhir
Ialah tugu dari batu tunggal yang berfungsi sebagai tanda peringatan suatu peristiwa atau sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang.
• Dolmen
Merupakan meja batu, yang berfungsi sebagai tempat meletakkan sesaji bagi peti mayat.
• Sarkofagus atau Keranda
Adalah peti batu besar yang berbentuk seperti palung/lesung dan diberi tutup. Berfungsi sebagai kuburan atau peti mayat.
• Kubur batu
Ialah kuburan dalam tanah. Pada sisi samping, alas, dan tutupnya diberi semacam papan-papan dari batu, berfungsi untuk mengubur mayat.
• Punden Berundak
Merupakan bangunan yang terbuat dari batu dan disusun bertingkat. Berfungsi sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang.
• Arca
Adalah bangunan dari batu, berbentuk manusia atau hewan. Berfungsi sebagai perwujudan dari roh nenek moyang.

Dari segi kepercayaan, masyarakat pra sejarah mengalami sejumlah fase dalam kehidupannya, yaitu:
1. Kepercayaan kepada nenek moyang
Kepercayaan ini memberi penghormatan kepada roh orang yang sudah meninggal dengan anggapan bahwa mereka yang sudah meninggal berpindah ke tempat lain yang lebih baik. Kepercayaan ini biasa diwujudkan dengan pembangunan arca atau pun tugu.
2. Kepercayaan animisme
Ialah kepercayaan terhadap sebuah benda yang diyakini memiliki roh atau jiwa.
3. Kepercayaan dinamisme
Adalah kepercayaan terhadap kekuatan gaib di alam.
4. Monoteisme
Merupakan kepercayaan terhadap Tuhan yang tunggal dan tidak melakukan ritual pemujaan kepada kuasa-kuasa lain.

RANGKUMAN

1) Indonesia adalah daerah yang juga mengalami masa pra sejarah dalam perkembangannya.
2) Teknologi, kebudayaan dan kepercayaan adalah sesuatu yang berkembang sesuai dengan tingkat kecerdasan manusia.
3) Perbedaan tingkat kecerdasan manusia pra sejarah berbeda di setiap pembabakan periode sejarahnya

Perkembangan Teknologi dan Sistem Kepercayaan Awal Masyarakat di Indonesia | lookadmin | 4.5