Close Klik 2x

Perkembangan Pemerintah Kolonial Pasca VOC

Advertisement

Perkembangan Pemerintah Kolonial Pasca VOC – Karena berbagai alasan, VOC akhirnya dibubarkan dan Hindia (Indonesia) dijajah langsung oleh pemerintah kolonial yang berkedudukan di Belanda dan Inggris. Bagaimanakah perkembangan pemerintah kolonial pasca VOC? Mari simak bahasan berikut.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai perkembangan pemerintah kolonial pasca VOC.

1. KEKUASAAN DAENDELS DI INDONESIA

Kekuasaan VOC di Indonesia bertahan kurang lebih satu abad. Pada tahun 1799, VOC mengalami masa kemunduran. Kemunduran tersebut diakibatkan oleh faktor-faktor berikut:
a) Gencarnya persaingan dari Perancis dan Inggris.
b) Korupsi dan pencurian yang dilakukan pegawai VOC.
c) Maraknya perdagangan gelap di jalur monopoli VOC.
d) Besarnya anggaran belanja VOC tidak sebanding dengan pemasukannya.

Pemerintah Belanda terpengaruh Revolusi Perancis pada tahun 1795. Saat itu, Raja Willem V digulingkan oleh kaum Republik yang didukung oleh Perancis. Hal itu membuat Belanda berada di bawah kekuasaan Republik Bataaf. Louis Napoleon Bonaparte, sebagai Raja Belanda, memutuskan supaya VOC dibubarkan pada 31 Desember 1799. Ia kemudian menunjuk Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jenderal di Indonesia. Kebijakan utama Daendels di Indonesia adalah mempertahankan Pulau Jawa agar tidak direbut Inggris.

Daendels dalam melaksanakan tugasnya melakukan berapa hal, di antaranya:
• Membuat jalan raya dari Anyer sampai Panarukan dengan kerja rodi (kerja paksa),
• Membangun pabrik senjata di Semarang, serta
• Membangun pangkalan armada laut di Merak dan Ujung Kulon.

Adapun untuk mendapatkan dana, Daendels menetapkan beberapa peraturan, yakni:
1) Penyerahan pajak berupa hasil bumi (contingenten),
2) Kewajiban menjual hasil bumi hanya kepada pemerintah Belanda dengan harga yang telah ditetapkan (verplichte leverantie), dan
3) Kewajiban yang telah ditetapkan kepada rakyat Priangan untuk menanam kopi (prianger stelsel).

Daendels terkenal sangat kejam. Ia berusaha menanamkan pengaruh dan mengubah tradisi kerajaan-kerajaan di Indonesia. Akibat menjual tanah milik negara kepada pihak swasta asing dari Belanda, Arab, dan Cina, Daendels dipanggil kembali ke Belanda. Gubernur Jenderal Belanda selanjutnya adalah Gubernur Jenderal Jansens.
2. KEKUASAAN INGGRIS DI INDONESIA

Kekuasaan Inggris di Indonesia dimulai sejak tahun 1811, setelah Inggris melakukan serangan darat dan laut atas wilayah kekuasaan Belanda di Pulau Jawa. Akibat serangan tersebut, Belanda menyerah tanpa syarat dan menandatangani Perjanjian Tuntang pada 11 September 1811. Pemerintah Inggris di Indonesia diwakili oleh EIC (East Indian Company) yang berpusat di Kalkuta, India. EIC, melalui Lord Minto, menunjuk Sir Thomas Stamford Raffles (1811-1813) sebagai Gubernur Jenderal.

Kebijakan penting yang dilakukan Raffles, antara lain, membagi wilayah Pulau Jawa menjadi 16 daerah Karesidenan. Hal itu dimaksudkan untuk memudahkan mengatur dan mengawasi Pulau Jawa. Raffles juga menghapus kerja rodi, menghapus semua kebijakan Daendels, dan mengadakan sistem pemungutan sewa tanah. Raffles, dalam mengemban kekuasaannya, mengeruk sebanyak-banyaknya keuntungan dan sering kali mengabaikan wibawa para penguasa lokal.

Penentangan penguasa lokal, di antaranya, dilakukan oleh Pangeran Sepuh (Sultan Hamengkubuwono I). Pada sisi lain, Raffles berhasil menulis buku History of Java dan menemukan keberadaan bunga bangkai di Bengkulu. Bunga tersebut lantas diberi namaRafflesia arnoldii.

Tahun 1814, ditandatangani Konvensi London antara Inggris dengan Belanda. Konvensi itu berisi kewajiban Inggris mengembalikan semua wilayah jajahan Belanda pada tahun 1816. Maka, Belanda pun kembali menguasai Indonesia. Selanjutnya, pemerintah kolonial Belanda dipegang oleh sebuah komisi yang beranggotakan Van der Capellen, Elout, dan Buyskes. Van der Capellen mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya untuk menutupi utang-utang Belanda.

Selanjutnya, ketika Van den Bosch memegang pemerintahan Belanda, ia menerapkan Kebijakan Tanam Paksa untuk rakyat Indonesia. Kekuasaan kolonial Belanda berlangsung hingga 1900-an.

RANGKUMAN

1) Kekuasaan VOC di Indonesia bertahan kurang lebih satu abad. Tahun 1799, VOC mengalami masa kemunduran.Louis Napoleon Bonaparte, sebagai Raja Belanda, memutuskan supaya VOC dibubarkan pada 31 Desember 1799. Ia kemudian menunjuk Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jenderal di Indonesia.
2) Kekuasaan Inggris di Indonesia dimulai sejak tahun 1811 setelah Inggris melakukan serangan darat dan laut atas wilayah kekuasaan Belanda di Pulau Jawa.

Perkembangan Pemerintah Kolonial Pasca VOC | lookadmin | 4.5