Perkembangan Agama dan Kebudayaan Hindu-Buddha

Perkembangan Agama dan Kebudayaan Hindu-Buddha – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami perkembangan agama dan kebudayaan Hindu-Buddha.

PERKEMBANGAN AGAMA DAN KEBUDAYAAN HINDU-BUDDHA

Agama Hindu bersifat politheisme dan mempercayai banyak dewa, masing-masing merupakan lambang kekuatan alam yang perlu disembah atau dihormati. Sementara agama Buddha diajarkan Sidharta, mengacu pada ajaran empat kenyataan hidup yang menegaskan bahwa manusia sengsara akibat nafsu sehingga untuk menghindarinya haruslah ditempuh delapan jalan kebenaran. Bagaimanakah lebih lanjut mengenai perkembangan agama dan kebudayaan Hindu-Buddha? Mari simak bahasan berikut.

Berikut ini akan dibahas perkembangan agama dan kebudayaan Hindu-Buddha pada masa awal kelahirannya.

1) Peradaban Lembah Sungai Gangga
Lembah Sungai Gangga dengan anak sungainya, Yamuna, terletak antara Pegunungan Himalaya dan Pegunungan Vindhya. Kedua sungai tersebut bermata air di Pegunungan Himalaya, mengalir melalui kota-kota penting dan bermuara ke Teluk Benggala.

Pendukung peradaban Lembah Sungai Gangga adalah bangsa Persia dan bangsa Aria yang termasuk ras Indo Jerman serta memasuki wilayah India melalui Kaiber Pas (2000-1500 SM).

Bangsa Persia dan bangsa Aria berkulit putih serta berbadan tinggi. Pada mulanya, mereka bermata pencaharian sebagai peternak, tetapi setelah berhasil mengalahkan bangsa Dravida di Lembah Sungai Indus, mereka menetap dan hidup dari bercocok tanam. Akhirnya, mereka pun menduduki Lembah Sungai Gangga yang subur akibat banjir-banjir besar yang sering melanda lembah tersebut.

Dalam perkembangan selanjutnya, bangsa Aria berusaha untuk tidak bercampur dengan bangsa Dravida yang merupakan penduduk asli di Lembah Sungai Indus (sekarang masuk wilayah Pakistan). Oleh karenanya, bangsa Dravida akhirnya menyingkir ke daerah pegunungan di sebelah selatan Pegunungan Vindhya yang kurang subur. Oleh bangsa Aria, bangsa Dravida disebut ‘anasah’ yang berarti berhidung pesek dan ‘dasa’ yang berarti raksasa.

Untuk memelihara kemurnian keturunan bangsa Aria, diadakan sistem pelapisan (kasta) yang bersumber pada ajaran agama. Perkawinan antar kasta dilarang. Mereka yang melanggar akan dikeluarkan dari kasta (out cast) dan masuk dalam golongan kaum Paria seperti bangsa Dravida. Kaum Paria, ini kemudian disebut kaum ‘Hariyan’ dan merupakan mayoritas penduduk India.

2) Agama Hindu
Agama Hindu merupakan sinkretisme (percampuran) antara kepercayaan bangsa Aria dengan kepercayaan bangsa Dravida. Sifatnya ‘politheisme’, artinya percaya banyak dewa. Tiap dewa merupakan lambang kekuatan alam sehingga perlu disembah atau dihormati. Beberapa dewa yang terkenal adalah Yama (dewa maut), Surya (dewa matahari), Bayu (dewa angin), Baruna (dewa laut), dan Agni (dewa api). Selain itu, dalam agama Hindu, dikenal pula beberapa dewa utama, seperti Brahmana (pencipta segala sesuatu), Wisnu (pemelihara alam), serta Siwa (dewa perusak).

Agama Hindu mengajarkan bahwa hidup di dunia ini sengsara (samsara) akibat perbuatan yang kurang baik sebelumnya (karma). Manusia dilahirkan kembali (reinkarnasi) dan memperoleh kesempatan untuk memperbaiki diri sehngga ia dapat dilahirkan dalam kasta yang lebih tinggi. Sebaliknya, jika berbuat jahat, ia akan dilahirkan lagi dalam kasta yang lebih rendah atau menjadi binatang Seseorang yang telah sempurna hidupnya dapat mencapaimoksa, artinya lepas dari sengsara. Mereka yang mencapai moksa tidak dilahirkan kembali, tetapi tinggal abadi di nirwana atau surga.

Kitab suci agama Hindu disebut Veda, artinya pengetahuan tentang agama. Kitab Veda terdiri dari empat bagian, yaitu :
Regveda, yang berisi ajaran agama Hindu. Regveda merupakan kitab yang tertua.
Samaveda, berisi nyanyian-nyanyian yang wajib dilantunkan waktu diadakan upacara agama.
Yajurveda, berisi doa-doa yang dibacakan saat diadakan upacara agama.
Atharvaveda, berisi doa-doa untuk menyembuhkan penyakit, doa-doa unuk memerangi raksasa, dan doa-doa untuk mantera.

3) Agama Buddha
Agama Buddha diajarkan oleh Sidharta, artinya orang yang mencapai tujuan, Ia juga disebutBuddha Gautama yang berarti orang yang menerima bodhi.

Dalam ajarannya, ada empat tempat yang dianggap suci oleh umat Buddha karena berhubungan dengan kehidupan Sidharta. Keempat tempat tersebut ialah :
a) Taman Lumbini di Kapilawastu yang merupakan tempat kelahiran Sidharta (563 SM);
b) Bodhigaya, sebagai tempat Sidharta menerima penerangan agung;
c) Benares, tempat Sidharta pertama kali mengajarkan ajarannya;
d) Kusinegara, tempat Sidharta wafat (482 SM).

Seseorang yang akan menjadi pemeluk agama Buddha diwajibkan mengucapkan ‘Tridharma’ yang berarti tiga kewajiban, yaitu :
• Saya mencari perlindungan pada Buddha;
• Saya mencari perlindungan dari Dharma; dan
• Saya mencari perlindungan pada Sanggha.

‘Buddha’ adalah Sidharta yang telah dianggap sebagai dewa, ‘Dharma’ adalah kewajiban yang harus ditaati oleh umat Buddha, sedangkan ‘Sanggha’ adalah aturan atau perkumpulan dalam agama Buddha. Buddha, Dharma, dan Sanggha, merupakan ‘Triratna’ yang berarti tiga mutiara.

Agama Buddha memiliki kitab suci yang disebut ‘Tripittaka’ yang berisi pokok ajaran Buddha, yakni :
Vinayapittaka, berarti segala macam peraturan dan hukum yang menentukan cara hidup para pemeluknya.
Suttapittaka, berisi pokok-pokok atau dasar ajaran Sang Buddha.
Abhidhammapittaka, berisi falsafah agama.

Ada banyak aliran dalam agama Buddha, di antaranya yang terkenal adalah :

a. Hinayana, artinya kendaraan kecil. Aliran ini berpendapat bahwa tiap orang wajib berusaha sendiri mencapai nirwana. Aliran Hinayana memiliki banyak pengikut di Srilanka, Myanmar, (Birma), dan Thailand.

b. Mahayana artinya kendaraan besar. Aliran ini berpendapat bahwa setiap manusia berusaha hidup bersama atau membantu setiap orang lain dalam mencapai nirwana. Pengikut aliran Mahayana banyak terdapat di Indonesia, Jepang, Cina, dan Tibet.

RANGKUMAN

1) Pendukung peradaban Lembah Sungai Gangga adalah bangsa Persia dan bangsa Aria yang termasuk ras Indo Jerman serta memasuki wilayah India melalui Kaiber Pas (2000-1500 SM).

2) Agama Hindu merupakan sinkretisme (percampuran) antara kepercayaan bangsa Aria dengan kepercayaan bangsa Dravida.

3) Agama Buddha diajarkan oleh Sidharta, artinya orang yang mencapai tujuan, Ia juga disebutBuddha Gautama yang berarti orang yang menerima bodhi.

 

Perkembangan Agama dan Kebudayaan Hindu-Buddha | lookadmin | 4.5