Close Klik 2x

Perilaku Dalam Hubungan Antar Kelompok

Advertisement

Perilaku Dalam Hubungan Antar Kelompok – Dalam hubungan antar kelompok (intergroup relations), kerap muncul perilaku yang negatif, misalnya membeda-bedakan atau menciptakan jarak dalam pergaulan. Budi mungkin bersikap lebih baik kepada Bayu yang seagama, ketimbang Marco yang berbeda agama. Sedangkan keluarga Pak Chandra memilih bertempat tinggal di suatu kompleks yang seluruh penghuninya sesuku. Hal ini tentu sangat disayangkan, karena seharusnya individu tak boleh membeda-bedakan ketika bergaul. Bagaimanakah dimensi perilaku dalam hubungan antar kelompok? Mari simak bahasan berikut.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai dimensi perilaku dalam hubungan antar kelompok.

Dalam hubungan antar kelompok (intergroup relations), ada berbagai perilaku yang kerap muncul terhadap anggota ataupun kelompok lain, di antaranya:
1) Diskriminasi
Diskriminasi adalah perlakuan berbeda yang ditujukan pada seseorang atau suatu kelompok karena mereka memiliki ciri-ciri tertentu.

a) Primordialisme
Primordialisme adalah pandangan atau paham yang menunjukkan sikap berpegang teguh pada hal-hal yang sejak semula melekat pada diri individu, seperti suku bangsa, ras, dan agama. Primordialisme sebagai identitas sebuah golongan atau kelompok sosial merupakan faktor penting dalam memperkuat ikatan golongan atau kelompok yang bersangkutan dalam menghadapi ancaman dari luar. Namun seiring dengan itu, primordialisme juga dapat membangkitkan prasangka dan permusuhan terhadap golongan atau kelompok sosial lain.
Primordialisme dapat terjadi karena adanya sesuatu yang dianggap istimewa oleh individu dalam suatu kelompok atau perkumpulan sosial, sikap untuk mempertahankan keutuhan suatu kelompok atau kesatuan sosial dari ancaman luar, serta nilai-nilai yang berkaitan dengan sistem keyakinan, seperti nilai keagamaan dan pandangan hidup.
Keberagaman agama adakalanya dapat menimbulkan sikap primordial dalam bentukfanatisme, yaitu sikap menilai agama lain dengan menggunakan ukuran-ukuran yang berlaku di agamanya. Karena yang dipakai adalah ukuran-ukuran agamanya, maka akan selalu menganggap agamanya memiliki nilai lebih tinggi daripada agama lain. Fanatisme berlebihan, menjurus ekstremisme, tak jarang menimbulkan konflik.
Ekstremisme mengandung pengertian bahwa seseorang atau sekelompok orang menganggap dirinya lebih religius dibanding kelompok lain, mencoba mendominasi dan memaksakan kebenaran yang diyakininya, tidak bersedia mengakui adanya kebenaran lain di luar keyakinannya. Ekstremisme juga menafikan toleransi, sehingga tak jarang dimanifestasikan dalam wujud kekerasan atau anarkisme terhadap kelompok lain.

b) Etnosentrisme
Primordialisme yang berlebihan berpotensi menghasilkan sebuah pandangan subyektif yang disebut etnosentrisme atau fanatisme suku bangsa. Etnosentrisme adalah suatu sikap menilai kebudayaan kelompok atau masyarakat lain dengan menggunakan ukuran-ukuran yang berlaku di kelompok atau masyarakatnya. Karena yang dipakai adalah ukuran-ukuran sendiri, maka orang tersebut akan selalu menganggap kebudayaannya memiliki nilai lebih tinggi daripada kebudayaan lain.
Etnosentrisme dapat menghambat hubungan antar kelompok dan kebudayaan. Etnosentrisme juga menghambat proses asimilasi dan integrasi sosial. Bahkan, etnosentrisme bisa menjadi potensi konflik antar kelompok (SARA = Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).
Meski begitu, etnosentrisme juga memiliki segi-segi positif, antara lain, menjaga keutuhan dan kestabilan budaya, mempertinggi semangat patriotisme dan kesetiaan kepada kelompok, serta memperteguh rasa cinta terhadap kelompok dan kebudayaan.

c) Rasisme dan Rasialisme
Rasisme didefinisikan sebagai suatu ideologi. Ideologi ini didasarkan pada kenyataan bahwa ciri tertentu yang dibawa sejak lahir menandakan kalau pemilik ciri tersebut lebih rendah sehingga mereka dapat didiskriminasi. Dalam rasisme, ciri yang diperoleh melalui kelahiran itu dikaitkan dengan ada tidaknya ciri dan kemampuan sosial tertentu sehingga perlakuan berbeda terhadap suatu kelompok ras tertentu bisa dibenarkan.
Bila berbicara tentang rasisme, ini berarti membahas mengenai ideologi yang membenarkan diskriminasi terhadap anggota kelompok ras lain. Sedangkan bila beralih pada rasialisme, yang dibahas adalah praktik diskriminasi terhadap kelompok ras lain. Praktik itu dapat berupa penolakan menjual atau menyewakan rumah kepada anggota kelompok ras lain, penolakan lamaran kerja atau lamaran masuk sekolah yang diajukan oleh anggota kelompok ras tertentu, dan sebagainya.

d) Seksisme
Para penganut ideologi ini percaya bahwa dalam hal kecerdasan dan kekuatan fisik laki-laki melebihi perempuan, atau bahwa perempuan lebih emosional dibanding laki-laki. Atas dasar ideologi ini dilakukanlah diskriminasi terhadap perempuan. Misalnya, menempatkan perempuan dalam posisi yang kurang memerlukan kecerdasan/kekuatan fisik dan lebih membutuhkan kecermatan/emosi.

e) Politik Aliran (sektarian)
Politik aliran merupakan keadaan dimana suatu kelompok atau organisasi tertentu dikelilingi oleh sejumlah organisasi massa (ormas) baik formal maupun informal yang mengikutinya. Tali pengikat antara kelompok dan organisasi-organisasi massa ini adalah ideologi atau aliran (agama) tertentu.

2) Jarak Sosial
Dalam hal ini, suatu kelompok membatasi pergaulan dan menjaga jarak dengan kelompok lain yang berbeda dari kelompoknya. Indikator jarak sosial, antara lain:
• Perilaku endogami (hanya mau menikah dengan anggota kelompok sendiri).
• Perilaku berteman atau bergaul (hanya berteman atau bergaul dengan anggota kelompok sendiri).
• Perilaku bermukim (hanya mau tinggal menetap di kawasan permukiman yang dihuni orang sekelompok saja).

RANGKUMAN

1) Dalam hubungan antar kelompok (intergroup relations), ada berbagai perilaku yang kerap muncul terhadap anggota ataupun kelompok lain, di antaranya, diskriminasi dan jarak sosial.
2) Diskriminasi adalah perlakuan berbeda yang ditujukan pada seseorang atau suatu kelompok karena mereka memiliki ciri-ciri tertentu.
3) Dalam jarak sosial, suatu kelompok membatasi pergaulan dan menjaga jarak dengan kelompok lain yang berbeda dari kelompoknya.

Advertisement
Perilaku Dalam Hubungan Antar Kelompok | lookadmin | 4.5