Close Klik 2x

Perhitungan Jumlah Pereaksi atau Hasil Reaksi Melalui Titrasi

Advertisement

Perhitungan Jumlah Pereaksi atau Hasil Reaksi Melalui Titrasi – Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang pengertian dan kurva titrasi. Pada topik ini, kalian akan belajar tentang cara menghitung jumlah pereaksi atau hasil reaksi melalui titrasi. Dengan memahami perhitungan tersebut, kalian tidak akan mengalami kesulitan lagi saat ingin menentukan konsentrasi atau volume larutan saat melakukan percobaan titrasi. Oleh karena itu, yuk simak dengan baik topik ini.

         Kalian tentu telah memahami bahwa saat titik ekuivalen dari titrasi terjadi, di dalam larutan hanya terdapat garam dan air tanpa ada kelebihan asam atau basa. Dengan kata lain, larutan bersifat netral dan berlaku rumus titrasi sebagai berikut.

                                                        VN₁ = VN

Keterangan:

V₁ = volume titran

N₁ = normalitas larutan yang dititrasi (titran)

V₂ = volume pentitran

N₂ = normalitas larutan yang mentitrasi (pentitran)

N = n x M (n = valensi asam/basa dan M = molaritas larutan)

atau

                                                        VMn₁ = VMn

Berdasarkan jumlah valensi asam atau basanya, rumus titrasi dapat dijabarkan sebagai berikut:

a. Asam bervalensi satu dengan basa bervalensi satu

HCl(aq) + NaOH(aq) → NaCl(aq) + H₂O(l)

Perbandingan koefisien merupakan perbandingan mol. Dengan demikian, dari reaksi di atas diketahui mol asam : mol basa = 1 : 1 atau mol asam = mol basa.

                                                        VaMa = VbMb

b. Asam bervalensi dua dan basa bervalensi dua

H₂SO₄(aq) + Ba(OH)₂(aq) → BaSO₄(aq) + 2H₂O(l)

Dari reaksi di atas diketahui mol asam : mol basa = 1 : 1, sehingga mol asam = mol basa.

                                                        VaMa = VbMb

c. Asam bervalensi satu dengan basa bervalensi dua

2HCl(aq) + Ca(OH)₂(aq) → CaCl₂(aq) + 2H₂O(l)

Dari reaksi di atas diketahui mol asam : mol basa = 2 : 1, sehingga mol asam = 2 x mol basa.

                                                        VaMa = VbMb.2

d. Asam bervalensi dua dengan basa bervalensi satu

H₂SO₄(aq) + 2NaOH(aq) → Na₂SO₄(aq) + 2H₂O(l)

Dari reaksi di atas diketahui mol asam : mol basa = 1 : 2, sehingga 2 x mol asam = mol basa

                                                        VaMa.2 = VbMb

Apakah kalian sudah paham dengan penjelasan di atas? Agar kalian semakin paham, coba perhatikan beberapa contoh di bawah ini.

Contoh 1

Untuk menetralkan 50 mL larutan HCl, diperlukan 20 mL larutan 0,25 M NaOH. Tentukan kemolaran larutan HCl.

Pembahasan:

Diketahui:

V₁ = 50 ml

V₂ = 20 ml

M₂ = 0,25 M

Ditanya: M₁ = … ?

Dijawab:

Reaksi yang terjadi adalah:

NaOH(aq) + HCl(aq) → NaCl(aq) + H₂O(l)

NaOH dan HCl merupakan basa dan asam yang bervalensi satu (n₁,₂ = 1). Dengan demikian, diperoleh:

VN₁ = VN

VMn₁ = VMn

⇔50 x M₁ x 1 = 20 x 0,25 x 1

M1=20×0,2550=0,1M

Jadi, konsentrasi HCl adalah 0,1 M.

Contoh 2

Seorang siswa melakukan titrasi asam basa untuk memperkirakan konsentrasi asam. Siswa tersebut meneteskan NaOH 0,15 M ke dalam larutan HCl. Data percobaan yang diperoleh adalah sebagai berikut.

Tentukan konsentrasi HCl dari percobaan di atas.

Pembahasan:

Diketahui:

MNaOH = 0,15 M

VHCl = 30 ml

Mula-mula, tentukan volume rata-rata NaOH yang digunakan selama percobaan dengan cara berikut.

VNaOH=V1+V2+V33=24+25+263=25 ml

Oleh karena HCl dan NaOH adalah asam dan basa dengan valensi satu, maka:

n NaOH dan HCl = 1

Dengan demikian, diperoleh:

VNaOH x MNaOH x nNaOH = VHCl x MHCl x nHCl

⇔ 25 x 0,15 x 1 = 30 x MHCl x 1

MHCl = 25×0,1530=0,125 M

Jadi, molaritas HCl dari percobaan di atas adalah 0,125 M.

Nah, setelah kalian mempelajari penjelasan di atas, sekarang saatnya menguji pemahaman kalian dengan mengerjakan latihan soal-soal berikut ini.

Perhitungan Jumlah Pereaksi atau Hasil Reaksi Melalui Titrasi | lookadmin | 4.5