Close Klik 2x

Perbedaan Rantai, Jaring-Jaring, dan Piramida Makanan

Advertisement

Perbedaan Rantai, Jaring-Jaring, dan Piramida Makanan – Masih ingatkah kalian dengan salah satu gejala alam biotik yang dibahas pada topik sebelumnya? Pasti masih ingat! Salah satu gejala alam biotik yang dimaksud adalah semua makhluk hidup membutuhkan makanan. Terkait dengan hal itu, kini kita akan mempelajari topik yang berhubungan dengan kebutuhan makanan pada makhluk hidup. Nama topiknya adalah Perbedaan Rantai, Jaring-Jaring, dan Piramida Makanan. Sudah siapkah kalian untuk membahasnya? Yuk, kita bersama-sama mempelajarinya.

1. Rantai Makanan

Semua makhluk hidup membutuhkan makanan. Makhluk hidup mendapatkan makanan tersebut dari alam. Oleh karena alam digunakan makhluk hidup secara bersama-sama, maka dalam proses makan dan mendapatkan makanan, satu makhluk hidup akan berkaitan dengan makhluk hidup yang lain, mulai dari produsen, konsumen, hingga pengurai.

Rantai makanan adalah bukti nyata dari adanya fenomena ketergantungan makan dan proses makan itu. Pada rantai makanan ini terlihat secara jelas bagaimana produsen begitu dibutuhkan konsumen tingkat 1 (herbivora), konsumen tingkat 1 dibutuhkan konsumen tingkat 2 (karnivora), konsumen tingkat 2 dibutuhkan konsumen tingkat 3 (karnivora atau omnivora), konsumen tingkat 3 dibutuhkan pengurai, dan pengurai dibutuhkan produsen. Satu sama lain tak bisa berdiri sendiri atau dipisah-pisahkan.

Rantai makanan sendiri bisa kita artikan sebagai peristiwa makan dan dimakan yang terjadi di alam dengan urutan tertentu. Berikut ini adalah contoh dari diagram rantai makanan yang terjadi di ekosistem sawah.

Rantai makanan tersebut bisa dijelaskan sebagai berikut. Padi dimakan belalang, belalang dimakan katak, katak dimakan ular, ular dimakan burung elang, burung elang mati dimakan pengurai, dan sisanya menjadi zat hara (makanan) bagi tumbuhan.

2. Jaring-Jaring Makanan

Di alam, pada kenyataannya semua makhluk hidup tidak hanya memakan satu jenis makanan saja. Adakalanya makhluk hidup memakan makanan lain yang sejenis. Alasannya bisa jadi karena ketersediaan makanan tertentu yang sedikit, menipis, bahkan tidak ada, atau mungkin karena makanan lain tersebut begitu mudah didapat atau juga karena peran dari konsumen omnivora yang memakan tumbuhan dan juga memakan daging. Akhirnya, jika digambarkan dalam sebuah diagram, diagram tersebut tidak satu rantai makanan seperti contoh padaBagian 1, melainkan berupa banyak rantai makanan yang saling bertautan. Sekumpulan rantai makanan yang saling berhubungan satu dengan rantai makanan yang lain itu disebut sebagai Jaring-Jaring Makanan. Berikut ini adalah contoh diagram jaring-jaring makanan yang merupakan pengembangan dari contoh rantai makanan pada Bagian 1.

3. Piramida Makanan

Dalam peristiwa makan dan dimakan, secara tidak langsung terjadi peristiwa perpindahan energi dari satu tingkatan trofik ke tingkatan trofik di atasnya. Dalam setiap proses tersebut terjadi pengurangan energi yang cukup besar. Menurut para ahli, energi yang dipindahkan ke makhluk hidup lain yang berada di tingkat trofik di atasnya itu hanya sekitar 10% saja.

Hal ini terjadi karena energi yang hilang digunakan untuk beraktivitas makhluk hidup itu sendiri. Sebagai contoh, energi matahari yang digunakan tumbuhan hijau untuk berfotosintesis itu hanya sekitar 10% saja dari total energi yang dipancarkan matahari. Energi yang didapat hewan herbivora itu hanya 10% dari total energi yang dipunyai tumbuhan hijau. Energi yang didapat karnivora juga hanya 10% saja dari konsumen tingkat 1 (hewan herbivora). Begitu juga dengan hewan karnivora atau omnivora yang menjadi konsumen tingkat 3, mereka mendapatkan energi 10% saja dari total energi yang dimiliki konsumen tingkat 2.

Secara alami, pada setiap ekosistem yang belum banyak ‘dicampuri tangan’ manusia, jumlah hewan herbivora itu selalu lebih banyak daripada jumlah hewan karnivora yang menjadi konsumen tingkat 2. Jumlah produsen itu jauh lebih banyak daripada jumlah hewan herbivora (konsumen tingkat 1). Jumlah hewan karnivora atau omnivora yang menjadi konsumen tingkat 3 menduduki jumlah yang paling sedikit dari semuanya.

Diagram yang dapat menggambarkan hubungan antarmakhluk hidup pada tiap tingkatan trofik berdasarkan jumlah energi, jumlah makhluk hidupnya, atau pun jumlah biomassanya di alam yang masih alami adalah Piramida Makanan. Berikut ini adalah contoh piramida makanan dari rantai makanan pada Bagian 1.

Perbedaan Rantai, Jaring-Jaring, dan Piramida Makanan | lookadmin | 4.5