Close Klik 2x

Perang Teluk

Advertisement

Perang Teluk – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian akan mengetahui lebih mendalam mengenai Perang Teluk.

PERANG TELUK

Dua kali konflik terjadi di Teluk dan melibatkan banyak negara. Siapa saja pihak yang terlibat di dalamnya? Apakah yang melatarbelakangi meletusnya Perang Teluk? Berikut penjelasannya.

Perang Teluk berlangsung di Timur Tengah dan melibatkan beberapa pihak yang berseteru. Perang Teluk I melibatkan negara Irak dan Iran, sementara Perang Teluk II melibatkan Irak dan pasukan multinasional pimpinan Amerika Serikat.

PERANG TELUK I

Perang Teluk I meletus karena perebutan daerah perbatasan di Selat Shatt al Arab antara negara Irak dan Iran. Perang ini dimulai pada 22 September 1980 dan secara langsung turut melibatkan negara lain, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Konflik berupaya diredam dengan diadakannya ‘Perjanjian Algier’ pada 1975 yang mengatur penghentian dukungan Iran kepada pemberontak Suku Kurdi dan pemindahan perbatasan antara Iran-Irak ke daerah perairan. Namun, perselisihan kembali memanas setelah berkuasanya Ayatullah Khomeini pada 1979 di Iran, yang menimbulkan kekhawatiran meluasnya pengaruh Revolusi Islam Iran ke daerah Irak. Puncak dari perselisihan adalah penyerangan terhadap Wakil Perdana Menteri Irak, Tariq Aziz, dalam sebuah serangan granat pada 1 April 1980. Atas aksi ini, Presiden Irak masa itu, Saddam Husein, menuduh Iran sebagai pelaku penyerangan dan kemudian mengambil sikap dengan mengusir ribuan orang keturunan Iran dari Irak.

Pada 9 April 1980, sikap Saddam Husein dibalas oleh Menteri Luar Negeri Iran dengan memutuskan hubungan diplomatik dan mengirim pasukan dalam jumlah besar ke daerah perbatasan. Pada 17 September 1980, terjadi bentrokan bersenjata antara pasukan Iran-Irak di perbatasan dan dilanjutkan dengan serangan udara secara bergantian ke daerah masing-masing. Tekanan internasional atas perang akhirnya memaksa Irak dan Iran menghentikan perang serta kembali ke meja perundingan. Melalui mediasi damai yang dilakukan PBB, Irak dan Iran sepakat untuk melakukan gencatan senjata sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB pada tahun 1989. Kesepakatan ini juga ditandai pengembalian sebagian wilayah perbatasan Shatt al Arab ke Iran.

PERANG TELUK II

Perang Teluk II adalah sebuah perang yang dilandasi motif ekonomi. Penolakan Arab Saudi dan Kuwait untuk memberikan bantuan kepada Irak serta menaikkan angka kuota minyaknya dalam produksi dunia agar harga minyak dunia turun, dianggap Irak sebagai sebuah penghinaan. Apalagi, di masa itu, Irak menggantungkan perekonomiannya dari hasil penjualan minyak dunia.

Sebagai tindak balasan, Irak mempersiapkan upaya invasi ke Kuwait dengan menempatkan pasukannya di perbatasan kedua negara. Pada 15 Juli 1990, Perdana Menteri Irak, Tariq Aziz, menyerahkan memorandum kepada Sekjen Liga Arab yang berisi tuduhan bahwa Kuwait telah mendirikan pos militer dalam wilayah Irak dan mencuri ladang minyak Rumeillah milik Irak.

Serangan pertama Irak ke Kuwait berlangsung pada 2 Agustus 1990. Dengan menguasai Kuwait, Irak berharap dapat menguasai Arab Saudi dan selanjutnya melakukan intervensi kebijakan politik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Serangan Irak hanya membutuhkan tempo 4 jam untuk menduduki Kuwait.

Serangan Irak atas Kuwait mendapat tanggapan dari Amerika Serikat yang mewakili PBB melalui pembentukan pasukan multinasional untuk membebaskan Kuwait dari serangan Irak. Operasi pasukan multinasional ini disebut dengan ‘Operasi Badai Gurun’. Perang antara pasukan multinasional dan pasukan Irak pecah pada 24 Februari 1991. Dalam tempo 2 hari, tepatnya pada 26 Februari 1991, pasukan Irak berhasil dipaksa mundur dari Kuwait. Kemudian, pada 28 Februari 1991, terjadilah gencatan senjata antara pasukan Irak dan pasukan multi nasional. Gencatan senjata terjadi setelah Irak memberi jaminan pada Dewan Keamanan PBB bahwa pihaknya akan mentaati semua resolusi Dewan Keamanan PBB untuk mundur dari Kuwait.

RANGKUMAN

1) Perang Teluk berlangsung di Timur Tengah dan melibatkan beberapa pihak yang berseteru.
2) Perang Teluk I melibatkan negara Irak dan Iran, sementara Perang Teluk II melibatkan Irak dan pasukan multinasional pimpinan Amerika Serikat.

Perang Teluk | lookadmin | 4.5